Masih tentang “kapan nikah” dan segala prahara cemilannya

Tak habis tanya, untuk menemukan jawab “kenapa” orang sering sekali melontarkan pertanyaan abadi nan jaya “Kapan Nikah?” Saya melihat kebiasaan ini adalah penanda sederhana; bahwa sebahagian manusia tanpa sadar sedang mempermainkan keyakinannya terhadap Tuhan. Di sisi lain, saya melihat fenomena pertanyaan “kapan Nikah” ini merupakan paradoks yang luar biasa kejamnya atas; … Continue Reading Masih tentang “kapan nikah” dan segala prahara cemilannya

Pagi, Renja!

Omelet, roti panggang dan irisan keju, sudah siaga di atas meja makan dalam piring keramik berwarna biru. Di ujung meja, di dalam sebuah mangkuk sup plastik; pupuk urea organik dicampur sedikit kompos dan setengah gelas air, tersaji sudah; bubur sehat, sarapan kegemaran Renja. Renja duduk, membaca novel “cantik itu luka” … Continue Reading Pagi, Renja!