Sehabis Main Catur

  “Aku suka sama kamu.” “Aku juga suka sama kamu.” “Ih, aku serius!” “Tapi, kamu kan cowok?” “Ya, memangnya kenapa?” “LGBT dong?” “Cowok suka sama cowok itu G doang, Gay, masa diborong semua. Kenapa memangnya?” “Aku gak bisa. Aku N.” “N?” “Normal.” “Apa sih, yang nggak normal dari mencintai seseorang?” “Cinta itu harus berpasangan. Cowok… Read More

Ku Tunggu Kau di Ranjang

“Mas cepat pulang, aku tunggu di ranjang yah” Pernah terima atau mengirim pesan instan seperti itu? Apa rasanya ketika membaca kalimat tersebut? Terpikir membeli pelumas di jalan pulang? Tak ada tempat yang lebih membahagiakan selain kamar. Di ruangan tersebut lah justru banyak peristiwa bermulai. Denyut kehidupan yang terus berputar seakan menenggelamkan esensi dari akar kehidupan… Read More

“Perkenalkan, Aku; Kresek!”

  Perkenalkan, aku kresek. Di tempat lain, aku dipanggil Asoy. Aku berasal dari bangsa plastik-plastikan. Tidak berkumis tidak berbuah dada. Diciptakan untuk satu tujuan; mengabdi kepada sang pencipta; Manusia. Aku kresek dewasa. Sebab memiliki “pengalaman hidup” mengabdi pada pencipta. Oleh karenanya, aku mengenal “pencipta”; mereka juga memiliki “Sang Pencipta” dan mereka juga diciptakan untuk tujuan… Read More

Masih tentang “kapan nikah” dan segala prahara cemilannya

Tak habis tanya, untuk menemukan jawab “kenapa” orang sering sekali melontarkan pertanyaan abadi nan jaya “Kapan Nikah?” Saya melihat kebiasaan ini adalah penanda sederhana; bahwa sebahagian manusia tanpa sadar sedang mempermainkan keyakinannya terhadap Tuhan. Di sisi lain, saya melihat fenomena pertanyaan “kapan Nikah” ini merupakan paradoks yang luar biasa kejamnya atas; manusia seolah percaya pada Tuhan… Read More

Spesial Karena …

  Beberapa hari terakhir ramai dengan selebrasi #HarryPotter20, memperingati 20 tahun sejak diterbitkannya buku Harry Potter untuk pertama kali. Media sosial pun ramai dengan ekspresi para fans yang menuliskan pengalaman mereka dengan serial legendaris karya JK Rowling satu itu. Niat saya awalnya hanya sekadar menikmati kisah-kisah lucu dari hasil scrolling ibu jari tersebut. Tetapi, ketika… Read More

Pagi, Renja!

Omelet, roti panggang dan irisan keju, sudah siaga di atas meja makan dalam piring keramik berwarna biru. Di ujung meja, di dalam sebuah mangkuk sup plastik; pupuk urea organik dicampur sedikit kompos dan setengah gelas air, tersaji sudah; bubur sehat, sarapan kegemaran Renja. Renja duduk, membaca novel “cantik itu luka” berulang-ulang. Ia belum mau memulai… Read More

Tentang Perempuan

    Tiga kisah lelaki yang sangat payah dalam relationship dengan perempuan.   [1] “Jadi, gimana sih dia?” tanya pacar saya. Di mobil dalam perjalanan, ia ingin bertanya soal mantan saya, yang sempat menjadi alasan mengapa saya meninggalkan pacar saya. Sebelum pada akhirnya saya dan pacar saya jadian. Saya sendiri cukup bingung ketika tiba-tiba ia… Read More

9 Alasan Lo Gak Bahagia

Alasan-alasan berikut gue ambil dari websitenya entrepreneur.com dengan judul aslinya “10 Reasons You’re Still Not Happy” yang menurut gue cukup seru buat dibagi. Senang atau bahagia emang ada ukurannya, tergantung dari orang-orang yang mendefinisikannya. Cuma, mestinya ada beberapa hal sebagai landasan seseorang itu bahagia atau enggak meskipun bisa jadi cukup atau ‘biasa aja’. Beberapa hari… Read More

Panik Virus

Membuat virus siber kemudian mendulang uang darinya, merupakan metode yang baru. Pada 2016 lalu, peretas yang menyebarkan Ransomware berhasil menodong dan mengumpulkan sebanyak 10 trilyun rupiah dari para korbannya yang kebanyakan lembaga publik dan sektor bisnis. Anda dapat mencari sendiri informasi mengenai Ransomware yang kini sedang naik daun dan telah disebar ke seluruh dunia oleh… Read More

Sebelum Pedih Ini Pergi

Kamu mengatakan kalau kamu tidak bisa meninggalkan kesenanganmu karena sudah menjadi bagian dari dirimu. Dan aku tidak bisa menerima kesenanganmu itu. Aku mencoba bertahan bersamamu dengan ditemani oleh kesenanganmu yang tidak bisa kamu lepaskan. Hatiku memberontak karena aku tidak bisa menerima kesenanganmu. Untuk itu aku memutuskan mungkin lebih baik untuk menyudahi kebersamaan kita. Aku tahu… Read More

Pagar Tak Suka Makan

Satu peribahasa yang sering kita dengar adalah ‘pagar makan tanaman’. Mungkin juga banyak dari kita yang pernah mengalaminya sendiri. Entah ‘ditikung’ oleh sahabat sendiri, ditipu oleh saudara sendiri, hingga dikhianati oleh pasangan sendiri. Seseorang yang mengambil milik orang lain yang dikenal dengan baik dan mempunyai nilai berharga bagi pemiliknya. Itulah penjelasan dari peribahasa di paragraf… Read More

Kejutkan Dirimu

    1. Saya masih ingat bagaimana ayah saya mengajari saya berenang. Saya tak henti-hentinya teriak kala ayah saya melepas tangannya yang ia gunakan untuk menahan dada saya agar tidak tenggelam. Tinggi kolam itu 1.5 meter, dan untuk ukuran anak usia 8 tahun, masih sangat tinggi. Namun ayah memiliki caranya untuk meyakinkan saya. Kata ayah… Read More

Lari 100

Sekian lama gak ke Car Free Day (CFD) Jakarta, gue akhirnya berkesempatan keliling sekitaran Bunderan HI buat cuci mata para ‘mamah muda’ ber-legging macan. Macem-macem bentuk bokong tersaji untuk dipandang. Jangan harap ada iman di situ, karena sebaiknya kalian jernihkan pikiran masing-masing. Dalam tradisi pernikahan adat Sunda –mungkin juga ada kesamaan dengan adat lain- terdapat… Read More

Kerja, Kerja, Kerja, Santai! Karena Kerja Nyantai Hanya Ada di Iklan.

“Saya hanya bekerja, tak peduli penilaian orang…” Joko Widodo. Pernah lihat iklan produk rokok tentang bekerja? Yang menceritakan jika lelaki itu kerjanya gak di kantor tapi sambil liburan. Membuka komputer jinjing di atas meja berbahan dasar kayu, dengan pemandangan langsung mengarah ke lautan. Tanpa kerut, yang ada hanya senyum sepanjang hari dalam mengentaskan seluruh daftar pekerjaan. Tulisan… Read More

Sebaiknya Bilang Apa Saat Berbela Sungkawa?

How do you say “sorry?” Maksudnya bukan sorry minta maaf, ya. Bukan juga nyanyi lagunya Justin Bieber, tetapi berduka sungkawa. Giving condolences or sympathy. Kalau ada teman atau saudara yang tertimpa musibah—misalnya, meninggal atau sakit keras—biasanya kita mengucapkan “Turut berduka cita, ya” atau “Sabar, ya…” atau “Alhamdulillah, nyokap lo udah nggak merasakan sakit lagi…” atau… Read More