Track Record

Semalam saat saya bersih-bersih rak buku di atas meja kerja, saya menemukan sebuah buku cukup tebal. Sudah lama saya tidak membuka buku ini. Setelah saya bersihkan dan saya buka, ternyata buku ini adalah (another) attempt to make daily journal. Buku ini merupakan usaha saya terakhir untuk membuat jurnal harian lima tahun yang lalu. Saat baru… Read More

Punya Kesabaran Itu Privilege

KITA, sebagian besarnya, mengamini bahwa kekuatan terbesar seorang manusia adalah kesabaran. Seberat apa pun masalah dan alangan yang terjadi akan bisa dihadapi tanpa menumbangkan. Asalkan bukan berupa deraan fisik; bisa melukai, bisa mencederai, bisa mengancam keselamatan nyawa. Itu sebabnya, manakala ada keluarga, kerabat, teman, maupun rekan yang mengalami musibah, nasihat paling lazim yang bisa kita… Read More

Siapa Shirley Temple Selanjutnya?

Alkisah, saat terjadi krisis ekonomi yang dijuluki The Great Depression di Amerika Serikat pada tahun 1929 sampai pertengahan tahun 1930-an (di beberapa negara bagian malah masih terasa sampai tahun 1941), masyarakat Amerika melarikan diri dari kesulitan hidup sehari-hari dengan mengunjungi bioskop. Bioskop adalah satu-satunya hiburan audio visual saat itu. Belum ada televisi. Yang ada hanya… Read More

Siap untuk Ditinggalkan (?)

ADA kabar yang tidak menyenangkan kemarin. Teman–sepasang suami istri muda–harus berpisah dengan anak pertama mereka; bayi yang telah dinantikan setelah beberapa tahun pernikahan; yang ucapan selamat atas kelahirannya baru saya sampaikan kurang dari sebulan lalu. Begitu mendapat kabar ini, saya kaget. Siapa yang tidak? Membuat saya tak sampai hati untuk bertanya mengapa dan apa penyebabnya.… Read More

Move On, Dan Lanjut

Sekitar 15 tahun lalu, saya pernah menjadi juri sebuah lomba pidato bahasa Inggris tingkat SMP. Cukup banyak pesertanya, karena saya ingat, kami baru selesai melakukan tugas penjurian sore hari. Sementara lomba mulai dari pagi. Selesai pengumuman pemenang, ada seorang ibu datang ke meja juri, bertanya, “Anak saya kenapa nggak menang ya?” Meskipun ini bukan pertanyaan… Read More

Cucilah Piringmu Sehabis Makan

HAMPIR sebulan ini, dalam setiap harinya malah lebih sering mencuci piring ketimbang mandi. Bukan sekadar perkara lebih banyak atau lebih sering makan maupun menyeduh, melainkan relatif punya waktu yang lebih cukup untuk mengerjakannya segera, tidak perlu menumpuk dua atau tiga piring kotor terlebih dahulu, seperti sebelumnya. Sempat terpikir–sambil mencuci piring–mengapa saya jadi cenderung lebih rajin mencuci… Read More

It’s a Lovely Day, Januari

Kenapa kita sedih saat kita mendengar berita ada seniman, terutama penyanyi dan musisi, yang meninggal dunia? Karena mereka bisa menyampaikan isi hati kita yang tidak bisa kita ungkapkan lewat karya mereka. Kesimpulan di atas saya temukan dalam beberapa bacaan seputar fenomena mengapa banyak orang yang berduka saat ditinggal pergi penyanyi yang mereka cintai. Terlebih dengan… Read More

Membicarakan Kematian

Beberapa minggu lalu, di tengah-tengah diskusi seputar pekerjaan, seorang rekan berkata, “Sepertinya gue harus update surat wasiat gue.” Kami yang ada di diskusi itu mendadak diam. Kami kaget, menghela nafas, lalu mulai bertanya mengenai hal tersebut. Beberapa hari sebelumnya, seorang teman bertanya ke saya, “Elo tahu pengacara atau notaris yang recommended? Gue mau mulai bikin… Read More

Kebergantungan Kita Terhadap “Orang-orang Biasa”

PER hari ini, lepas dua pekan kita menjalani keseharian dan gaya hidup yang jauh berbeda dibanding sebelumnya. Perspektif kita diubah paksa oleh keadaan; melihat hal-hal yang sebelumnya terabaikan, mengalami hal-hal yang dahulunya tak begitu diacuhkan, menyadari bahwa hal-hal yang selama ini disepelekan ternyata amatlah penting. Setidaknya, penting untuk mempertahankan rasa nyaman, atau bahkan untuk mempertahankan… Read More