How Not To Be Your Parents

Dua bulan masuk SMP dan ikut ekstra kulikuler karate, minggu lalu anak saya minta izin untuk ikut ujian kenaikan level di luar kota, dan (kemungkinan) menginap. Jawaban saya: beri waktu ibu untuk berpikir (dalam hati: over my dead body!). Bukannya saya over-protective ya,  ketika SD anak saya beberapa kali pergi berkemah bersama grup kelasnya. Sebagian… Read More

inTelek 💩

Seharusnya ada istilah bagi seseorang yang mengidap atau setidaknya kecanduan untuk dibilang intelek. Bahkan dibilang terpelajar atau cendekia pun terasa kurang. Harus intelek. Cukup. Jangan lebih, tapi juga tidak boleh kurang. Jika ada istilah itu mungkin orang pertama yang perlu disematkan adalah cermin di hadapan saya sekarang. Orang yang ada di cermin ini suka sekali… Read More

Kapan Terakhir Kali Menulis (Bukan Mengetik)?

PERNAH ada masanya, suasana hati dan kepribadian seseorang tak hanya diraba lewat isi tulisan, tetapi diamati sekaligus dari penampilan dan bentuk tulisan tangannya. Kala itu, masyarakat cukup enteng menganggap bahwa seseorang yang bisa menulis dengan rapi dan teratur, memiliki pembawaan yang tenang; sabar; telaten; halus perasaannya; serta memiliki karsa artistik tinggi lantaran peduli kepada keindahan.… Read More

Film Wiro Sableng Yang Kurang Gendeng

Wiro Sableng adalah serial buku silat yang sangat terkenal di Indonesia. Dan uniknya, setau saya, buku ini tidak hadir di toko buku besar. Di kota saya, ini bisa dicari di toko buku Palasari, atau toko buku emperan di Cikapundung, bersandingan bersama buku stensilan Enny Arrow dan Nick Carter. Di era 80-90an Wiro Sableng adalah primadona… Read More

Pulang ke Ubud

Semua teman dekat gue pasti udah tau, gue jarang jalan-jalan. Kalau pun keluar kota, itu pasti ada urusan kerjaan yang kemungkinan gue perpanjang sehari atau dua hari. Dan mereka juga udah tau ke mana mencari gue saat gue menghilang. Pilihannya cuma ada di dua kota: Jogja dan Ubud. Yang kedua adalah kota yang barusan gue… Read More