Garmina O Garmina

Garmina, istri Bayu, masih bersikeras minta agar si Cempluk, anak bungsunya yang baru, untuk sekolah di taman bermain Fajar Ceria. Baginya soal prinsip yang tak tergantikan agar pendidikan anaknya diberikan yang terbaik. Banyak cara untuk yang terbaik. Bukan soal mahal apalagi gengsi. Tapi terbaik. Iya Cempluk bungsu yang baru. Sebelumnya dia ponakan. Sekarang, dengan janji… Read More

Advertisements

Partai Kegmtzan Indonesia

Manusia kebanyakan di Indonesia memang sering menggemaskan, ya! Hari Jumat ini dilakukan demonstrasi yang menolak Perppu Ormas dan menolak kembali bangkitnya PKI. Kalau soal Perppu, okelah, mungkin keputusan dan dibuatnya Perppu itu memang kontroversial dan patut dipertanyakan, walau mungkin ada cara lebih baik untuk mempertanyakannya dan tentunya tidak akan dilakukan oleh kelompok yang sudah pasti… Read More

Aktivitas Hari Ini

Ancaman komunisme itu seperti hantu, tapi radikalisme justru telah nyata Sepenggal kalimat itu terucap dari seseorang yang sedang berlari mengelilingi Monas pagi ini. Saya mendengarkan sembari mengimbangi kecepatannya dengan mengendarai sepeda. Sekujur tubuhnya berkeringat. Saya membatin, seharusnya mulutnya seharusnya jauh lebih basah kuyup. “Entah siapa yang memulai dan siapa yang terus menggaungkan suara-suara ketakutan itu… Read More

Tukar Jadual dan Penjara yang Terbawa Kemanapun Kita Pergi

Ketika ada satu dan lain hal yang menjadikan kita berhalangan untuk hadir, maka kita membutuhkan orang lain. Misalnya saja Lei yang tak kuat lagi menahan derita untuk meluangkan waktunya menulis di hari jumat, maka ia bertukar jadual dengan saya. Maka hari ini dan setiap jumat kedepan saya akan mengisi pagi Anda. Salam jumpa. 😉 Ketika… Read More

Kisah Seribu Kunang-kunang di Bloomington dan Orang-orang Manhattan

Entah seberapa lekat antara Yuwono Sudarsono dan Budi Darma bersahabat. Dalam cerpennya yang dibuat tahun 1976, Budi memberikan catatan bahwa cerpen tersebut untuk Yuwono Sudarsono“. Cerpen Lelaki Tua Tanpa Nama diselesaikan Budi di London pada tahun 1976. Bisa jadi saat itu Yuwono kebetulan sedang menjadi mahasiswa The London School of Economics dan Budi menumpang menginap di… Read More

Sebatang Kere

Maafkan saya.  Selama bulan puasa saya sibuk menggunggah banyak sekali foto keceriaan buka bersama teman SMP, SMA, Kuliah (sebelum DO), Kuliah (hingga lulus,.. eh lolos), kantor tempat kerja pertama kali, kantor saat ini, keluarga besar dari ibu, keluarga besar dari bapak. Maafkan saya. Selama bulan puasa, setiap hari, saya rajin mengunggah di path, twitter, facebook,… Read More

Cuplik Sana Sini

Saya bisa menikmati musik Jazz atau komposisi Mozart atau Beethoven, tetapi apabila saya mendengarnya saya tidak pernah merasa melihat diri saya sendiri dan berada di rumah sendiri. Saya bisa berjingkrak-jingkrak mendengarkan musik rock atau reggae, tetapi tetap merasa tidak di rumah sendiri. Ini berlainan dengan apabila saya mendengar lagu keroncong, gending-gending Jawa dan Madura, degung… Read More

About Teddy

Melayangkan ingatan ke akhir abad ke 20 atau awal abad 21, saya kurang yakin. Dan karena saat itu belum ada social media, sepertinya sulit saya verifikasi. Suatu hari saya diminta untuk meliput satu pemutaran film oleh seorang sutradara muda. Judul filmnya Culik, dan tempatnya PPHUI. Filmnya gelap, secara harafiah maupun simbolik. Tetapi ada satu yang… Read More