Partai Kegmtzan Indonesia

Manusia kebanyakan di Indonesia memang sering menggemaskan, ya! Hari Jumat ini dilakukan demonstrasi yang menolak Perppu Ormas dan menolak kembali bangkitnya PKI. Kalau soal Perppu, okelah, mungkin keputusan dan dibuatnya Perppu itu memang kontroversial dan patut dipertanyakan, walau mungkin ada cara lebih baik untuk mempertanyakannya dan tentunya tidak akan dilakukan oleh kelompok yang sudah pasti alasan memrotesnya karena organisasi yang baru baru ini dilarang menggunakan Perppu tersebut. Tetapi sambil protes Perppu yang membubarkan organisasi yang mereka bersimpati, mereka juga memrotes kembalinya satu organisasi yang memang sudah sejak dulu dilarang.

Mereka menuntut minta maaf dari PKI, mungkin sudah lupa atas hukuman bagi orang-orang yang tertuduh terlibat di dalam organisasi PKI, bahkan stigma yang didapat oleh anak cucu mereka yang kemungkinan besar tidak tau apa-apa.

Mereka memrotes PKI tetapi juga mengatakan kalau pemerintah sudah dijual kepada korporasi yang dikuasai oleh satu persen orang kaya di dunia.

160603115330_demo_fpi_liberal_komunis_640x360_bbcindonesia_nocredit
foto: CNN

Mereka bawa spanduk yang bilang kalau PKI = Liberal, padahal kalau tidak liberal, mereka tidak akan bisa bawa spanduk tersebut.

Mereka protes kenapa cari uang sulit, bekerja memakan waktu solat mereka, tetapi menolak komunisme.

Mereka bilang PKI menolak hukum agama, padahal ada istilahnya religious communism, yang mana idola mereka para “pejuang” Islam di Timur Tengah yang mempraktikkannya. Mungkin sosialisme Islam sih, lebih tepatnya, but close enough.

komite-pemuda-islam-kpi-sulsel_20150817_195728

Mereka bilang liberal juga menolak hukum agama, padahal dengan menganut liberalisme justru mereka akan bebas melakukan praktik agama apa pun yang seperti apa pun, dan mendirikan organisasi yang bagaimana pun.

Mereka berdalih menolak PKI dengan dalih membela Pancasila, tetapi mereka berwacana ingin mengubah sila pertama Pancasila dengan bentuk yang lebih Islami.

Mereka mati-matian membela agamanya sampai memenjarakan seseorang yang menghinanya, tetapi kemudian menjamak solat karena mau meneruskan demonstrasi. Padahal dulu saya suka dimarahi papa saya kalau ketahuan menjamak solat padahal kita tidak pergi ke mana-mana dan bukan musafir, dan sebenarnya masih sempat solat kalau niat.

Nggemesin memang, tapi sayangnya sepertinya kita harus mendengarkan berisik soal komunisme ini sampai 2019, karena setelah narasi penista agama dan pemimpin non Islam, sepertinya ini yang jadi pilihan untuk pemilihan berikutnya.

2 thoughts on “Partai Kegmtzan Indonesia Leave a comment

  1. saya tuh,
    suka berkhayal, andai yg suka demo ini mau meluangkan waktu sedikit saja buat baca halaman linimasa,

    biar piknik aja gitu.

    tapi,
    mungkin lbh piknik cari tanggal cantik yang hari jumat.

Tinggalkan Balasan