Nasi Pecel dan Lean Living

Membedakan yg penting dan kurang penting, lebih cermat bertindak, dan mengamankan lebih banyak. Read More

Cukup, Bukan Cuma

Salah satu hal yang paling tidak suka saya lakukan adalah menyetrika. Melipat pakaian dan merapikannya di lemari, saya tidak keberatan. Tapi kalau harus menyetrika, ampun! Pernah pada masanya, waktu baru lulus kuliah dan awal-awal kerja, saya harus meluangkan waktu khusus hanya untuk menyetrika pakaian hasil cucian seminggu sekali. Biasanya saya pilih Rabu malam. Supaya gantian… Read More

Hidup dari Pengakuan Orang Lain

KASIHAN … atau tidak? Kita mungkin punya pandangan berbeda terhadap hal ini. Sebab setiap orang pada dasarnya berhak menjalani serta mengisi kehidupannya dengan hal-hal baik yang dia tetapkan sendiri, dan bukan demi mengejar pengakuan dari orang lain. Setiap orang adalah “pemilik” sekaligus pengelola kehidupannya masing-masing. Namun, manakala seseorang bergantung pada pengakuan orang lain, ia seolah-olah… Read More

Tebak-Tebak Buah Manggis (Pand)Emmy Awards 2020

Ada sedikit perasaan bimbang dan ragu saat hendak membuat tulisan ini. Tentu saja semuanya berkaitan dengan situasi masa sekarang yang semakin mengkhawatirkan kehidupan kita. Rasanya hidup kita selalu ditempatkan di ujung tanduk setiap saat.  Ada sisi hati kecil saya yang berkata, “Ngapain nulis ginian? Who cares? Nobody cares! Boro-boro mikirin Emmy Awards, orang juga nggak… Read More

Mungkinkah Kita Lelah Belajar?

Belajar itu proses, bukan sekadar hasil akhir. Ketidaktahuan pun merupakan hasil dari pembelajaran. Read More

Potong Rambut

Hari ini saya baru sadar kalau ternyata potong rambut termasuk dalam daftar aktivitas yang membuat hati senang. Paling tidak buat saya pribadi. Selama masa pandemi ini, saya baru dua kali berkunjung ke tukang potong rambut. Berarti ada jarak setiap 2-3 bulan sekali. Ini terhitung lama, karena dalam situasi normal, saya harus potong rambut sebulan sekali.… Read More

Soal Uang: Jadi Tahu Ini karena Pandemi

KEGIATAN tabung-menabung dan berinvestasi tak pernah terasa sepenting sekarang. Bukan kegiatannya per se, tetapi dampak yang dihasilkan; buah yang tersedia untuk dipetik dari bibit yang ditabur-tanam sedikit demi sedikit sejak belasan atau puluhan tahun lalu. Terlebih di masa pandemi, manakala keleluasaan hidup menjadi jauh lebih sulit didapatkan daripada sebelumnya.  Situasi ini sesuai dengan ungkapan yang… Read More

A Moment

how can I grieve if you do not leave? how can I grieve when the reality is hard to believe? how can I grieve while playing “Autumn Leaves” when you still walk around this place to live? how is it possible to achieve my sole relief out of a prayer whispered every eve? allow me… Read More

Ngomongin blog orang lain…

SAYA masih ingat rasanya, menjadi satu-satunya wartawan yang Tionghoa di Samarinda sampai beberapa tahun lalu. Jangan bayangkan Samarinda seperti Pontianak atau Singkawang. Karena meskipun sama-sama berada di pulau Kalimantan, orang Tionghoa Samarinda tidak terlalu banyak. Komunitasnya kecil dan rapat, kecenderungan perilakunya relatif mudah terbaca, serta beberapa preferensinya terbatas; sedikit saja perbedaan atau ketidaklaziman akan sangat… Read More

Keindahan Realitas

Salah satu kebanggaan Pray Tell dalam serial Pose (yang tayang di netflix) adalah keputusan Madonna mengangkat kultur komunitas mereka dalam lagu Vogue. Tapi tahukah anda bahwa Madonna juga seorang pendongeng dan senang menulis cerita anak? Riris K Toha Sarumpaet menukilnya dalam jurnal budaya dengan judul artikel: “Sastra dan Pembentukan Karakter: Antara Perkara “Yang Mulia” dan… Read More

Tiga Menit

Siapapun kamu nantinya ketahuilah bahwa kamu jelas-jelas bukan yang pertama, dan mungkin juga bukan yang terakhir.   Tetapi siapapun kamu nantinya, kamu bisa yakin bahwa saya akan berusaha mencintai, menyayangi, menghormati dan menghargai kamu.   Karena saya yakin, bahwa siapapun kamu nantinya, kita bisa menangis dan tertawa bersama dalam usaha kita untuk berbahagia.   Jangan… Read More

Kepingin

KEMARIN, di tulisan terakhir sebelum ini, Mas Roy menulis tentang “hampa”. Dijelaskannya dengan cukup panjang lebar dan kaya referensi; mulai dari memakai perspektif penulis populer Tanah Air, musisi-musisi lagu cinta era puluhan tahun lalu, sampai sedikit menyenggol ranah metafisika. Entah apa alasan Mas Roy menulis tentang “hampa” tempo hari. Barangkali hanya kepingin … tapi kayaknya… Read More

Hampa

Kata yang menurut saya perlu dibahas dengan sabar, perlahan adalah kata ‘hampa’. Sebisa mungkin kita tak menggunakan kamus, namun rasa. Hampa udara. Ruangan tanpa udara. Maka apakah hampa dapat diartikan sebagai ketiadaan. Bagaimana dengan perasaan hampa? Apakah tidak merasakan, tidak ada apa-apa? Apakah sama dengan vakum?  “Dia sudah vakum dari kegiatan menulis”. Vakum apakah artinya berhenti?… Read More

ready when you are.

you’ll know when you wake up in the morning and the headache is gonewhen you feel your trousers are too tight to fit inwhen you opt for water instead of beer to cure the thirstwhen you let your windows openwhen you feel lightwhen you enjoy watching films alonewhen you click on Henry Mancini and let… Read More

“Emangnya aku dapat apa?”

DAPAT…Dapat…Dapat… Pemikiran ini yang selalu bergelayut dalam benak kita untuk–hampir–segala hal. Kita dilumpuhkan oleh penilaian dalam bentuknya yang paling kasar; perhitungan untung-rugi. Kita cenderung mau, dan baru akan mau melakukan sesuatu bila jelas hasil akhirnya, atau setidaknya, bila kita merasa yakin atas hasil akhirnya (meskipun belum tentu demikian). “Emangnya aku dapat apa?“ Kita cenderung mau,… Read More