Panduan Makeup buat Militan ISIS

Berita dari Mosul 10 Juli 2017 lalu mengatakan kalau kota itu berhasil direbut kembali oleh tantara Irak. Pihak pecundang, kelompok ISIS, harus segera angkat kaki. Kalau ndak mau ditangkap dan dipenjara. Dengan segala cara, termasuk jadi wanita.

Bisa jadi, cara ini dihalalkan demi nyawa dan cita-cita. Sayangnya, mereka sejak lama meremehkan wanita dan gender lain lewat sistem patriarki yang kaku. Jadi perempuan itu bukan cuma asal tempel bedak dan lipstik, terus keliatan cantik.

Amit-amit. Sumber: Tribunnews.

Ada langkah-langkahnya. Terutama kalau punya banyak rambut wajah, karena sunnah atau ndak sempat cukur. Namanya juga lagi perang. Perhatikan berikut ini:

Searah jarum jam

1 dan 2. 

Seperti perintah hadits dari Ibnu Umar, Nabi bersabda:

أَحْفُوا الشَّوَارِبَ وَأَعْفُوا اللِّحَى

Potong pendeklah kumis dan biarkanlah jenggot.” (HR. Muslim no. 623). Jadi, ya babat habis kumis. Tinggalkan sedikit jenggot. Ini memudahkan aplikasi makeup tanpa mengabaikan syariah

3. 

Terima kasih pada semua finalis Rupaul’s Drag Race yang mengajarkan penggunaan lem kertas batangan untuk menutupi alis. Ini penting untuk membentuk kontur area mata yang feminin. Usapkan perlahan lem kertas melawan garis tumbuh alis. Ratakan dengan tangan atau sisir kecil ke arah luar. Biarkan hingga mengering. Ulangi sampai mencapai tekstur permukaan yang halus. Tutupi dengan concealer putih dan foundation tabur yang sewarna dengan kulit wajah. Gunakan concealer dan foundation yang sama untuk area kumis, bawah mata, dahi dan garis hidung.

4. 

Kira-kira jadi seperti itu, lah.

Mari kita sebut keempat langkah di atas sebagai “kanvas.” Sekarang saatnya menggambar di atas kanvas.

Searah jarum jam

5. 

Mulai dengan area mata. Aplikasikan full metal black eyebrow pencil dari pangkal hidung menukik ke atas. Ulangi hingga alis tampak hitam sempurna. Gunakan aqua liner untuk membentuk garis terluar mata. Ingat, lanjutkan meski perih. Ndak ada waktu untuk bilas. Bubuhi matte ground eyeshadow dari lipatan mata dan sedikit di atasnya. Pertegas di bagian luar mata. Jangan terlalu tebal kalau ndak mau berakhir seperti memar.

6. 

Area bibir. Gambar garis terluar bibir dengan soft precision lipliner. Lebarkan sedikit dari garis aslinya untuk menambah volume. Aplikasikan aqua rouge matte lipstick dengan porsi liberal hingga seluruh bagian tertutup sempurna. Pakai yang matte ya, supaya ndak gampang luntur kalau-kalau harus makan di tengah pelarian.

7. 

Sempurnakan wajah dengan foundation tabur yang sewarna dengan leher. Sekali lagi: YANG SEWARNA DENGAN LEHER! Bukan cuma di kalangan ISIS, kesalahan ini sering terjadi, bahkan oleh kaum perempuan, beneran. Beri sedikit sheer plum blush di pipi. Jangan terlalu tebal, nanti kayak udang baru mateng. Biar ndak nanggung, pakai contact lenses yang menyempurnakan penyamaran.

8. 

Kenakan wig! Atau rambut siapapun yang bisa dipinjam, kalau toko wig di Mosul sana sudah rata tanah karena gempuran artileri. Karena semua bertudung rapat. Kemungkinan sulit menebak, apa warna rambut rata-rata perempuan Irak. Untuk amannya, hindari wig pirang! Udah jangan tanya kenapa. Nurut aja.

Cantik di dalam yang sesungguhnya

9. 

Sentuhan terakhir. Bagian ini membuat langkah 1 sampai 8 tampak sia-sia. Tapi ya gimana, kan harus berbaur dengan perempuan lainnya. Gunakan warna biru untuk aksen. Bosen kalau hitam terus.

Disclaimer:  Tips ini ndak menjamin keselamatan siapapun dari pemeriksaan tentara Irak. Juga ndak menjamin tentara Irak ndak terangsang secara seksual dengan anda setelah mengikuti seluruh langkah di atas. Bawa juga kondom dan pelumas dubur, selain senjata di balik busana anda. Ya, siapa taaauu…

Iklan

6 thoughts on “Panduan Makeup buat Militan ISIS

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s