Bayangkan

Bayangkan.

Bayangkan kalau bumi ini adalah sebuah sekolah di mana penghuninya sedang menerima pelajaran masing-masing. Sekolah ini menerima murid dan akan memberikan pelajaran dari pengalaman mereka selama menghabiskan waktu di sana. Sekolah ini memiliki dua struktur; yang satu untuk praktik, yang kedua untuk memeriksa masa lalu, beristirahat, dan merencanakan masa depan.

Praktik di sekolah ini terjadi di satu ruangan yang luas dan tidak dibagi kelas-kelas. Setiap murid mengenakan penyamaran yang menutupi seluruh tubuh. Pengalaman para murid sangat beragam dan sangat intens, dan harus dialami dengan keadaan lupa dengan masa lalu mereka. Sebagian besar materi pelajaran untuk murid dilakukan di ruang praktik ini.

Ketika sesi praktik seorang murid sudah selesai, dia akan meninggalkan ruang ini dan masuk ke bagian kedua dari sekolah ini, sambil menanggalkan penyamarannya. Berbeda dengan ruang praktik yang intens dan kompetitif, suasana di luar sangat santai dan penuh dengan cinta. Dengan suasana seperti ini murid beristirahat dan mempersiapkan diri untuk sesi praktik berikutnya.

insight1

Dari luar ruang praktik, para murid bisa melihat ke dalam ruang praktik dan segala aktivitasnya jika mereka menginginkannya. Tetapi para murid yang sedang menjalankan sesi di ruang praktik tidak bia melihat keluar. Karena itu sebagian murid sama sekali tidak tahu keberadaan tempat lain di luar ruang tersebut. Akhir-akhir ini, ada gosip di antara para murid bahwa ada dunia lain di luar sana, tetapi sebagian besar tetap tidak percaya atau bahkan tidak tertarik untuk menyelidiki gosip tersebut; tidak sadar kalau mereka sebenarnya murid, dan berpikir kalau ruang praktik ini hanyalah satu satunya dunia, dan mengidentifikasi diri mereka dengan hal-hal material yang ada di sini.

Kemudian para pengurus sekolah memutuskan untuk menghentikan aktivitas sekolah ini, dan ingin menjadikannya universitas, di mana hanya murid dari level tertentu saja yang akan diterima. Untuk mengaplikasikan perubahan ini, dilakukan transformasi bertahap dan secara sistematis di dalam ruang praktik. Suasana di dalam ruang praktik menjadi tegang. Sekarang hampir tiba waktunya ruang praktik dibongkar.

Hampir semua murid sadar kalau akhir akhir ini sedang terjadi hal-hal yang di luar kebiasaan, tetapi sebagian tetap saja tidak peduli dengan tanda-tanda yang ditunjukkan, menganggapnya kejadian biasa. Sementara murid yang sudah ada di luar ruang praktik sudah tahu bahwa sekolah ini akan tutup dan mereka sedang bersiap untuk melanjutkan ke pendidikan berikutnya, sesuai dengan level mereka.

Bayangkan.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s