Baru Tahu Rasanya Sekarang …

Akhir pekan lalu, seorang teman lama mengajak saya pergi keluar untuk curhat. Kebetulan sudah lama kami tak berjumpa. Setelah disepakati waktu dan tempatnya, kami bertemu di sebuah kedai kopi di sore hari.

Meskipun cuma berdua, pembicaraan kami riuh rendah. Banyak hal yang membuat kami tertawa saat catching up dengan update seputar kehidupan pribadi masing-masing. Sampai saatnya kami mengobrol seputar kehidupan percintaan masing-masing.

“Elo lagi seeing anyone?”

“Gak ada.”

“Yang bener?”

“Iya. Udah lama nggak ada.”

“Kenapa?”

“Ya nggak kenapa-kenapa. Emang gak ada.”

Okay.”

“Elo sendiri?”

“Baru kelar.”

“Oh. Baru putus?”

Well, if you say so.”

Sorry to hear that.”

“Gak usah. Gak ada yang perlu dibikin sorry. Malah justru gue lega.”

“Eh, gimana, gimana? Was it a bad relationship?”

It was hardly a relationship, bok. He loves me, but I realize I don’t love him.”

“Oalah …”

“Tapi itu yang bikin gue kaget sama diri sendiri. Remember my big break-up the last time?”

“Yaolo, masih mau dibahas nih? Masih belum move on?”

“Yeee … Kagak. Bukan gitu. Inget kan, how messy it was, the big break-up, dan gue terus mempertanyakan, kenapa, why he dumped me all of a sudden. Lalu gue sadar, he was unsure of his feeling. Maybe he never loved me in the first place, but he felt he is stuck with me. He did not know what to do, then suddenly it was an outburst, at never the right time, that he wanted to get out of it. It being whatever happened between me and him. He just needed to get out of it, because that’s what he needed the most. Gue tahu rasanya, kenapa? Karena sekarang gue ada di posisi dia. Or, not now, but the last one. I was him, for a while. And once I realize, I had to get out. Now I know how it feels.

(Courtesy of parents.com)
(Courtesy of parents.com)

Saya mengangguk sambil terdiam. Cangkir kopi yang sudah mulai dingin tetap saya hirup perlahan-lahan.

Saya pernah membaca, lupa dari mana sumbernya, bahwa tantangan terbesar waktu kita beranjak dewasa adalah jujur pada diri sendiri. Jujur dengan apa yang kita mau, dan apa yang kita tidak mau. Berat untuk jujur ini biasanya kita ganti dengan bentuk lain.

Tapi bukan ini yang ingin saya bicarakan kali ini.

Saya bertanya ke teman saya.

So, how do you feel now?

“Biasa aja. Ya kalau dibilang lega, ya lega, tapi gak sampe lega macem pose orang lari-lari di taman terus tangannya membentang kayak sayap burung gitu, ya enggak lah.”

“Hahaha …”

“Tapi ya jadi gak ada beban. I don’t need to force myself saying “I love you, too”, while I don’t.

That’s good to know.

But isn’t it funny, that it takes another relationship, or “relationship”, to finally realize and understand your previous relationship? Inget nggak, dulu elo terus bilang ke gue kalo “give it time …””

“… time to heal, iya gue inget.”

“Ya ternyata, the time is now. Or so I think. Lucu aja sih. It’s funny how time works. It’s funny how it takes a new connection to realize what’s wrong with your previous one. Or ones.

Saya tersenyum. Kopi sudah mulai habis. Senja sudah turun, malam mulai datang. Kedai kopi semakin ramai. Kami masih belum beranjak.
Kami masih duduk. Berbicara apa saja yang bisa dibicarakan. Tanpa ada agenda, tanpa ada rencana.

Seperti kami tidak pernah bisa berencana, pada siapa kami akan jatuh cinta.

We cannot choose who we fall in love with.
But we can always choose how to deal with it.

(Courtesy of twobruteyogis.wordpress.com)
(Courtesy of twobruteyogis.wordpress.com)
Iklan

6 thoughts on “Baru Tahu Rasanya Sekarang …

  1. jujur baca artikel ini rasanya kampret banget. seriusan baru aja ngerasain hal yang sama, sejak baca judul ini udah mikir “plis jangan”, begitu dibaca semakin ngerasa “plis artikel ini lagi ga bahas hal ini kan?” dan kemudian sampai di akhir. well. cuma bisa hela napas. ah sudahlah.

    Suka

    1. Tadi siang juga sempat terpikir Sex and the City waktu naik ojek, sebelum komen ini datang. Tapi gak mungkin kan ya Carrie Bradshaw pake helm ojek? Eh tau2 ada komen masuk, ngomongin SATC juga. Gak ada hubungannya sih. But … well …

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s