Sisi Lain Korea yang Bukan Utara

Setiap kali menyebut kalau saya suka film Korea, hampir semua akan bertanya kembali “drama Korea?” dan menyebutkan beberapa nama bintang film Korea yang saya tentunya boro-boro hapal, wajahnya seperti apa saja saya tak terbayang. Tapi bukan, itu bukan maksud saya.

Untuk yang sudah beberapa kali membaca tulisan saya, mungkin sudah terbayang kalau saya suka film horor. Kalau ketika mendengar kata film horor Anda hanya terbayang perempuan berwajah seram, mengenakan gaun putih dan tidak menapak ke tanah, sepertinya konsep horor kita berbeda. Buat saya film horor adalah film yang menimbulkan rasa takut, baik itu akibat makhluk paranormal maupun manusia yang bersenjatakan pisau, gergaji, atau yang lain, juga monster. Bisa jadi horor itu juga tidak ada ‘penjahat’nya, tetapi hanya di pikiran karakter di film itu tersebut. Karena alasan ini saya jatuh cinta pada film-film horor Korea, yang menurut saya sangat kalah pamor dibandingkan drama Korea, dan, walaupun sudah banyak yang populer (seperti Old Boy, yang justru saya tidak terlalu suka), tetap masih kurang banyak penontonnya.

Kelebihan film horor Korea, selain dari durasinya yang umumnya lebih panjang dari film pada umumnya (paling tidak dua setengah jam), kita disuguhkan dengan kengerian-kengerian yang cukup ekstrim, tetapi tetap diingatkan pada tragisnya dan sedihnya kejadian itu ketika terjadi ke suatu orang, keluarga, ibu, bapak dan lainnya. Oh ya, mereka juga agak tidak peduli dengan batasan “pantas” menurut awam. Sepertinya ini sih, yang paling menarik untuk saya. Memang industri film Korea belum terlalu produktif menghasilkan film-film seperti ini, baru beberapa tahun sekali rilisnya. Tahun ini ada The Wailing, yang membuat penggemar film horor Korea berisik. Tentunya saya sudah tak sabar melihatnya.

Boleh ya, saya beri daftar pendek film Korea yang menurut saya bagus sekali dan mungkin Anda belum lihat?

I Saw the Devil
tumblr_mtj8m36p3s1rimmx0o1_500
Masih kukuh selalu berada di 5 film yang paling disukai sepanjang masa. Mungkin untuk sebagian besar orang adalah The Shawhsank Redemption. Sungguh kombinasi pas pembunuhan yang sadis, balas dendam dan kesedihan tak terperi. Scene penutupnya tak terlupakan.

Mother
mother-2009-madeo-1024x683
Tidak sengaja menemukan film ini dan menontonnya, ternyata salah satu yang terbaik yang saya pernah tonton. Untuk yang perlu alasan lebih untuk menonton, salah satu yang berperan di sini adalah Bong Joon Ho. Ceritanya tragis, lucu dan masih banyak lagi.

The Chaser
the-chaser-2008-14-21-15
Penuh dengan adegan yang tidak terlupakan. Jika Anda suka dengan Old Boy, ini lebih ekstrim dan lebih mengerikan sekaligus menyenangkan.

The Host
200_s
Film monster yang menjadi salah satu alasan kenapa saya memerhatikan film Korea. Ketika menonton film ini juga saya baru sadar, kalau untuk special effect, they’re like, waaay ahead of us. Tapi saya belum menonton Bangkit sih. Eh.

A Tale of Two Sisters
a-tale-of-two-sisters1
Film satunya lagi yang membuat saya nyaris tak pernah melewatkan rilis horror/ thriller Korea. Sinematografi yang stylish, cerita yang mencekam dan penuh lika liku menjadikan film ini cult classic. Saya setengah yakin Anda sudah pernah menonton sih, tetapi kalau belum, TOLONG YA, SEGERA! Jangan tonton remake Hollywood-nya. Walau tidak jelek juga, it’s still paled in comparison.

Iklan

One thought on “Sisi Lain Korea yang Bukan Utara

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s