Kenyamanan Hati

PERASAAN atau suasana batin yang satu ini memang tidak ternilai harganya. Kita tahu, tetapi tidak benar-benar tahu, hingga akhirnya sadar dan menjadi tahu. Terlampau misterius untuk dikenali, tetapi terasa amat sederhana untuk terlampau disakralkan. Ada yang merasakan kenyamanan hati setelah berbuat baik kepada orang lain; berusaha membahagiakan, membantu mereka yang membutuhkan, dan bersikap welas asih… Read More

Selesai Karantina

MUDAH-MUDAHAN ini hanya pengalaman sekali dalam seumur hidup; menjalani karantina wajib selama 14 hari setelah tiba di luar negeri. Selain menguras sumber daya, saya membayangkan situasi ini bisa sedemikian menyiksa orang-orang ekstrover, orang-orang yang memerlukan ruang gerak relatif luas, dan tidak nyaman dengan kesendirian maupun rasa kesepian (kecuali kalau karantina berdua, atau sekeluarga). Belum lagi… Read More

“Bolehkah Saya…”

DI KANTOR, kita kian sering mendengar; Lebih baik minta maaf daripada minta izin,yang penting jalan dulu. Ungkapan ini disampaikan dengan penuh percaya diri dalam internal tim, serta keyakinan yang tinggi bahwa rencana atau project yang akan digulirkan bisa berbuah keberhasilan, meskipun bisa saja tetap mengundang kontroversi, pertanyaan, maupun keraguan dari tim-tim lainnya. Rasanya, seolah-olah ingin… Read More

Bahagia dalam Pencapaian-pencapaian Kecil

PERIHAL rasa gembira dan hal-hal yang bisa membuat kita gembira, kita tampaknya adalah makhluk-makhluk yang hatinya gampang kebas. Kejadian yang terulang tidak akan seberkesan saat pertama kalinya. Kegembiraan perlahan kehilangan rasanya; dari euforia menjadi sesuatu yang biasa-biasa saja. Fenomena ini wajar, dan justru bermanfaat mendorong agar manusia terus bereksplorasi dalam kehidupannya; memperluas pengalaman dan wawasan,… Read More

Terima Kasih Pak Suhadi…

… YANG sudah menunjukkan bahwa umat Buddha Indonesia–atau setidaknya yang disebut tokoh umat Buddha Indonesia–masih jarang ngobrol satu sama lainnya. Kalau pakai bahasa yang ndakik-ndakik-nya, kurang konsolidasi. Jadi, jangankan perbedaan dengan pihak eksternal yang jelas-jelaa bisa terjadi di republik ini, lha wong sesama umat Buddha, maupun antara tokoh dan umat Buddha di Indonesia saja masih… Read More

Siapa Salah? Salah Siapa?

APA gunanya menyimpan banyak pulpen dan kertas, kalau jarang menulis … atau setidaknya corat-coret sekenanya saat melamun dan berkhayal. Corat-coret sekenanya; bisa berupa gambar, bisa pula berupa kata-kata. Nama entah siapa, umpatan dan makian tak jelas juntrungannya, kata dan frase yang selintas lewat dalam benak kita. Bisa juga kita menulis panjang lebar kegundahan dan kegalauan… Read More

Pemberian yang Pantas (2)

SAYA mengawali tahun baru dengan sesuatu yang kurang mengenakkan, secara harfiah maupun kiasan. Tepat di tanggal 1 Januari, saya terpaksa membuang tiga perempat isi botol kopi susu literan yang didapat dua malam sebelumnya … dalam sepaket bingkisan Natal pemberian partner kantor. Éman memang. Membuang sesuatu yang tadinya masih enak dan menyegarkan, dengan kuantitas yang masih… Read More

Teh Mondo: Catatan Akhir Tahun 2020

SAYA baru kembali dari Solo kemarin malam, makanya tulisan Linimasa hari ini baru naik sekarang. Terdengar bodoh, memang. Sudah tahu wabah COVID-19 masih–makin–merajalela di Indonesia, kok berani-beraninya saya bepergian ke luar kota. Ya … yang namanya maut memang selalu datang tiba-tiba. Urusan maut juga yang menjadi alasan saya (nekat) pergi ke luar kota, dan mesti… Read More

Agama yang Menghibur

SEBUAH pertanyaan sederhana: “Apakah yang serius-serius itu tidak akan bisa menghibur?“ yang selanjutnya akan memunculkan pertanyaan baru: “Apakah sesuatu yang menghibur itu pasti tidak serius?“ Manakala jawaban untuk dua pertanyaan di atas adalah “belum tentu“, iseng saya ingin membahasnya dengan agama sebagai objeknya. Yang selama ini–sepanjang peradaban manusia–agama pasti diatribusikan sebagai sesuatu maha serius, bukan… Read More

Mampu Bertanggung Jawab Itu Privilese

ADA perbedaan mendasar antara mau bertanggung jawab, dan mampu bertanggung jawab yang kerap luput dari perhatian. Mau bertanggung jawab, belum tentu mampu. Dengan segala keterbatasan dan kekurangan, kemauan hanyalah kemauan. Belum tentu bisa dijalankan secara langsung, sebagaimana mestinya dalam situasi normal. Dalam hal ini, anything but the person is the determining factor. Jika ada sedikit… Read More

Hari Ini Libur

IYA. Hari ini libur, dijadikan tanggal merah sama pemerintah pusat biar orang-orang bisa melakukan pemungutan suara di kota, kabupaten, provinsinya masing-masing. Bagi yang tetap ingin ikut pemilu, semestinya sudah tadi siang. Bagi yang justru lebih mementingkan keselamatan diri dan keluarganya, tentu memilih berdiam di rumah saja. Sedangkan bagi yang sekadar ikut merasakan libur di tengah… Read More

Benarkah Benar-benar “Bahagia”?

BAHAGIA dengan tanda petik, lantaran setiap orang memiliki pemahaman yang berbeda-beda tentang tingkat kebahagiaan. Senang, gembira, suka, suasana hati yang nyaman, tenteram, girang, sukacita, atau sekadar ceria. Saya teringat dengan sebuah contoh ini. “Aku bahagia banget bisa makan itu lagi.“ Katakanlah makanan tersebut adalah menu favoritnya; sesuatu yang susah dijumpai; sesuatu yang mengingatkan pada masa… Read More

Percaya Diri dan Sadar Diri

BEBERAPA hari lalu, saya #barutahu ada kenalan yang lolos diterima berkuliah di salah satu universitas Ivy League lewat program beasiswa. Mengenalnya sebagai teman diskusi selama 1,5 tahun terakhir, keberhasilannya menembus lembaga pendidikan sekaliber itu terasa amat wajar. Dia memang pinter banget, artikulatif–mampu menyampaikan pandangan dengan jelas dan mudah dimengerti, serta bernas. “Hebat banget, ya…” Saya… Read More

Nikmat karena Cukup

SUDAH lebih dari tiga bulan, rasanya, tidak minum teh susu ala Taiwan alias boba–tanpa topping boba–hingga akhir pekan kemarin. Saking lamanya, saking kepinginnya, dan kebetulan ada diskon, dari yang biasanya memesan Roasted Milk Tea ukuran sedang tanpa topping, malah iseng pesan ukuran besar dengan tambahan isi coffee jelly. Sesuai yang dibayangkan sebelumnya, pada satu sampai… Read More

Mengenali Seseorang dari Bacaannya

KONON, kita bisa mengenali seseorang dari beberapa hal, seperti apa yang ia lakukan di waktu luang; bagaimana caranya menyikapi ketidaknyamanan (saat menunggu, saat bosan, saat terjebak macet, saat penyaji makanan melakukan kesalahan, dan sebagainya); termasuk lewat bahan bacaan yang ia nikmati. Untuk dua hal pertama, berkaitan dengan kebiasaan, pembawaan, dan kepribadian. Sementara soal bahan bacaan,… Read More