“Homoseksualitas Bisa Disembuhkan dengan Hipnoterapi”


APAKAH kalimat judul di atas benar adanya? Ya manalah saya tahu! Lha wong saya bukan seorang hipnoterapis (apalagi yang sudah tersertifikasi klinis), pun bukan seorang gay dengan perspektif orang pertama, yang sedang mengalaminya. Namun secara pribadi, kalimat judul di atas terdengar kurang sreg bagi saya. Hanya penyakit yang berpeluang/bisa disembuhkan, bukan preferensi seksual yang sebenarnya sama… Baca Selengkapnya

Dari “Waktu Tengah Hari” Sampai Coventry


SEMAKIN banyak saya belajar, semakin sadar betapa tidak tahunya saya. Ini terjadi dalam banyak hal, termasuk kehidupan spiritual. Sampai mikirnya seberapa jauh ingin terus belajar, dan berbesar hati mengkoreksi apa yang sebelumnya sudah telanjur dianggap sebagai kebenaran. Berikut adalah salah satu contohnya. Sebagai seseorang yang sedang berusaha mempelajari, mengkritisi, memahami, dan menjalani Buddhisme mazhab Theravada… Baca Selengkapnya

Makan bakso aja kok ribet amat?!


“OH, jadi begini ya caranya kamu kalau makan bakso.” Menunya boleh sama, berupa kuah kaldu rebusan tulang sapi yang dicemplungi bulatan daging giling, mi, sohun, potongan sawi, dan taburan bawang goreng—kalau di Jakarta ditambahi kecambah atau taoge berukuran kecil, mi atau sohunnya juga bisa diganti dengan kwetiau—tetapi ada beragam gaya ketika menyantapnya. Termasuk yang saya… Baca Selengkapnya

Bir Hitam dan Pandangan Sosial yang Bias


SAMPAI sehari sebelum pindah ke Jakarta, April tahun lalu, almamater lumayan sering mengundang saya mengisi kelas-kelas di kampus. Bukan sebagai dosen tamu, sesi-sesi kala itu lebih berupa sharing. Berbagi informasi dan perspektif sebagai alumnus maupun praktisi pers mengenai topik-topik terkait mata kuliah. ~~~ Semoga pertemuan dan diskusi tersebut bermanfaat bagi para mahasiswa, meskipun tidak berpengaruh… Baca Selengkapnya

Harap Maklum dan Terima Kasih


BUAT kamu yang senang, terlalu sering, atau barangkali memang hobi mengeluhkan banyak hal dalam hidup, apa enggak berasa capek ya? Pertanyaannya, apa sih yang memicu atau menyebabkanmu mengeluh, dan mengapa kamu harus mengeluhkan hal tersebut, apalagi kalau terlampau sering? Apakah kehidupanmu memang sebegitu tidak nyaman? Apakah sekadar refleks emosional dan memerlukan pelampiasan? Apakah keluhan yang… Baca Selengkapnya

Dari Kolom Komentar


SALAH satu sumber kebahagiaan kami di Linimasa adalah komentar para pembaca. Ucapan terima kasih atau apresiasi, cerita yang turut dibagi, pernyataan tidak setuju sampai luapan emosi, atau sekadar sapaan yang kemudian berubah menjadi percakapan. Semua itu menunjukkan perhatian, kedekatan, bahkan keakraban. Batas atau label penulis dan pembaca menjadi luntur. Aku dan kami berubah menjadi kita.… Baca Selengkapnya

Jangan Paksa Aku Jadi Dermawan


“MEKKAH saja banjir, apalagi Balikpapan.” Kalimat ini dilontarkan Abdulloh, Ketua DPRD Kota Balikpapan pekan lalu. Sekilas, tak ada yang salah dari pernyataan tersebut. Namun kemudian menjadi terdengar keliru dan tidak simpatik karena disampaikannya ketika kota di Kalimantan Timur yang pernah meraih predikat “The World’s Most Lovable City” dari WWF, dan “Indonesian Most Livable City” itu… Baca Selengkapnya

Ego Trap: Kita Menjadi Apa yang Kita Hina, Cela, dan Benci


JANGANKAN berlaku adil kepada orang lain, kita saja kerap abai dan bersikap tidak konsisten terhadap diri sendiri. Harus selalu tegas bila menyangkut orang lain, meski untuk persoalan sesepele apa pun. Namun kita selalu meminta keringanan dan pertimbangan kembali atas nama kemanusiaan serta belas kasihan untuk diri sendiri, walaupun sebenarnya telah melakukan kesalahan besar. Kita seringkali… Baca Selengkapnya