Mungkinkah Kita Lelah Belajar?

Belajar itu proses, bukan sekadar hasil akhir. Ketidaktahuan pun merupakan hasil dari pembelajaran. Read More

Soal Uang: Jadi Tahu Ini karena Pandemi

KEGIATAN tabung-menabung dan berinvestasi tak pernah terasa sepenting sekarang. Bukan kegiatannya per se, tetapi dampak yang dihasilkan; buah yang tersedia untuk dipetik dari bibit yang ditabur-tanam sedikit demi sedikit sejak belasan atau puluhan tahun lalu. Terlebih di masa pandemi, manakala keleluasaan hidup menjadi jauh lebih sulit didapatkan daripada sebelumnya.  Situasi ini sesuai dengan ungkapan yang… Read More

Ngomongin blog orang lain…

SAYA masih ingat rasanya, menjadi satu-satunya wartawan yang Tionghoa di Samarinda sampai beberapa tahun lalu. Jangan bayangkan Samarinda seperti Pontianak atau Singkawang. Karena meskipun sama-sama berada di pulau Kalimantan, orang Tionghoa Samarinda tidak terlalu banyak. Komunitasnya kecil dan rapat, kecenderungan perilakunya relatif mudah terbaca, serta beberapa preferensinya terbatas; sedikit saja perbedaan atau ketidaklaziman akan sangat… Read More

Kepingin

KEMARIN, di tulisan terakhir sebelum ini, Mas Roy menulis tentang “hampa”. Dijelaskannya dengan cukup panjang lebar dan kaya referensi; mulai dari memakai perspektif penulis populer Tanah Air, musisi-musisi lagu cinta era puluhan tahun lalu, sampai sedikit menyenggol ranah metafisika. Entah apa alasan Mas Roy menulis tentang “hampa” tempo hari. Barangkali hanya kepingin … tapi kayaknya… Read More

“Emangnya aku dapat apa?”

DAPAT…Dapat…Dapat… Pemikiran ini yang selalu bergelayut dalam benak kita untuk–hampir–segala hal. Kita dilumpuhkan oleh penilaian dalam bentuknya yang paling kasar; perhitungan untung-rugi. Kita cenderung mau, dan baru akan mau melakukan sesuatu bila jelas hasil akhirnya, atau setidaknya, bila kita merasa yakin atas hasil akhirnya (meskipun belum tentu demikian). “Emangnya aku dapat apa?“ Kita cenderung mau,… Read More

Malu & Takut

DARI yang awalnya hanya berupa perasaan; “rasa malu” dan “rasa takut”, tak ada yang terlampau istimewa dari kedua sikap mental ini. Semua orang bisa memilikinya, semua orang bisa pula merawat dan mempertahankannya selama masih memiliki kesadaran. Meski demikian, malu dan takut telanjur dianggap buruk. Thanks to para motivator, inspirator, komunikator, dan …tor-…tor lainnya, malu dan takut dinilai… Read More

Adakah Kebenaran dalam Echo Chamber?

APAKAH ini? Kita barangkali akan langsung menyebutnya sebagai semangkuk “air putih”, bahkan tanpa keraguan sama sekali. Mengapa kita bisa menjawab demikian? Umumnya karena berdasarkan pengalaman, pengamatan, dan pengetahuan yang ada sejauh ini, bahwa; Isi mangkuk bisa terlihat dari luar, Isi mangkuk terlihat seperti cairan, Cairan tersebut tanpa warna, transparan, Cairan tanpa warna biasanya adalah air.… Read More

Berani untuk Berharap, Berani untuk Kecewa

TAPI, mumpung masih muda dan masih sangat bertenaga (fisik, pikiran, dan perhatian), ya tidak apa-apa, lakukan saja. Teruslah berteriak, mengomel, dan berdebat. Toh seiring berjalannya waktu dan bertambahnya pengalaman hidup, kita pun perlahan-lahan mampu mengelola perasaan–dan kehidupan kita secara umum–dengan lebih baik lagi; Perlukah kita bersikap sangat antusias, bahkan sampai meledak-ledak? Seberapa besar antusiasme yang… Read More

Sekolah

“KAMU mendingan sekolah lagi aja…” Sekilas, itu yang sempat saya dengar di warung Pecel Lele langganan tak jauh dari rumah beberapa malam lalu. Ucapan tersebut disampaikan pelan dan santai oleh sang empunya warung kepada pegawai baru (karena tidak pernah kelihatan sebelumnya), sambil sesekali membalik lauk yang tengah digoreng, kemudian disambi membungkus nasi, lalapan, dan sambal… Read More

Berhentilah Merasa Menjadi yang Lebih Baik

DALAM cerita Harry Potter, semuanya berperang melawan Voldemort bersama gerombolan Pelahap Maut (Death Eaters). Sebagai pihak yang jahat, mereka gemar memburu dan menyiksa para warga Darah Lumpur (Mudbloods) karena dianggap sebagai penghinaan atas kemuliaan dunia sihir yang semestinya hanya menjadi milik para warga Darah Murni (Purebloods). Begitu pula terhadap orang-orang biasa (Muggles) untuk alasan yang… Read More

Bahagia Tanpa Banyak Alasan

“BAHAGIA itu sederhana, yang ribet itu kamunya.” Kalimat teguran ini sangat mudah dipahami, tetapi amat sulit dijalani. Sehingga kita cenderung menjauhkan diri kita sendiri dari rasa bahagia secara sengaja, lewat berbagai kondisi dan alasan. Kita adalah insan, subjek, yang ingin merasakan bahagia. Ada hal-hal penyebab munculnya rasa bahagia, baik (1) yang mesti kita kejar dan dapatkan,… Read More

Orang-orang kok pada tersinggungan, ya?

BOCAH laki-laki itu baru selesai dimandikan ibunya. Seperti biasa, perut, punggung, dan kakinya dibalur minyak kayu putih yang aromanya khas serta menghangatkan. Sang bocah lalu dipakaikan piyama; kaus berlengan panjang lengkap dengan celana panjangnya. Terakhir, wajah dan leher sang bocah diberi bedak bayi. Wangi, meskipun berlepotan sekenanya. “Biar enggak diculik genderuwo,” dalihnya. Padahal, mungkin memang… Read More

Bahagia Dicintai | Bahagia Mencintai

LENGKAPNYA, judul tulisan ini ialah: “Bahagia karena Merasa Dicintai | Bahagia karena Mampu Mencintai“ Relatif cuma sekutil perbedaannya, tetapi besar dampaknya. Sebab, banyak yang menganggap bahwa pemberian (setelah memberi) akan, pasti, bahkan mesti diikuti penerimaan (dengan menerima), dan begitu seterusnya menjadi semacam siklus. Terlebih dalam urusan cinta, yang sudah misterius semenjak tercipta. Cinta, katanya, bisa… Read More

Menjadi Terlupakan

BEBERAPA hari lalu, saya terpapar dengan syair berikut: “Kebahagiaan berasal dari niat untuk membahagiakan orang lain,penderitaan berasal dari niat untuk memenuhi keinginan diri sendiri saja.” Tanpa melihatnya sebagai sebuah pemikiran yang terlampau disederhanakan (oversimplification) dan rawan diselewengkan, saya cenderung setuju dua kalimat tersebut. Manakala dengan berpikir serta menumbuhkan niat untuk bisa membahagiakan orang lain saja,… Read More

Gara-gara Minggu Lalu

ADA beberapa pemikiran yang kembali mencuat sepekan terakhir. Bukan sesuatu yang benar-benar baru, atau belum pernah terpikirkan sebelumnya, tetapi kembali muncul dan sempat menyita perhatian dalam beberapa saat. Salah satunya, atau mungkin pemicu utama, yaitu gagal menikah dan terpaksa memundurkan waktu penyelenggaraannya. Selain menjadi saluran emosi, tulisan pekan lalu pada dasarnya juga menjadi semacam pemberitahuan… Read More