Tontonan Gratis di Masa Kampanye

Masa yang dinantikan dan mungkin dikhawatirkan oleh banyak orang dalam hitungan hari akan tiba. Masa kampanye pemilihan Presiden akan dimulai 23 September 2018. Bisa dipastikan, media sosial akan ramai. Setiap hari bisa ada 2 sampai 3 berita atau bahan perbincangan baru. Seru? Pastinya.

Gue menyambut dengan gembira masa kampanye karena bisa dipastikan banyak akun yang akan bersuara dan berpendapat. Gue termasuk orang yang suka mendengarkan pendapat orang. Tak berhenti di situ, kalau ada pertentangan, maka setiap kubu akan mencari pembenarannya masing-masing. Ada yang rasional lengkap dengan data, banyak pula yang mengandalkan perasaan. Apa pun, sah aja karena menjadi tontonan yang tak hanya menghibur tapi juga memberi ilmu.

Di masa ini pula banyak berita atau meme hoax yang bertebaran di berbagai penjuru group chat. Lengkap dengan imbuhan-imbuhan yang mendukung atau mencela. “Orang Gila” sepertinya akan menjadi umpatan terhalus, sampai taraf terkasar. Gue suka juga membacanya. Karena bisa membuka sisi lain seseorang yang mungkin selama ini belum gue lihat. Sangat menghibur seperti menonton orang tawuran dari menara gading.

Menjadi yang pertama, bisa dibilang adalah hasrat terbesar manusia. Di masa kampanye ini akan kita temui banyak manusia yang ingin jadi yang pertama menyebarkan berita. Semacam ada perasaan bangga di jempolnya, saat dia bisa jadi yang pertama menyebarkan berita. Sumbernya dari mana, benar atau tidak, relevan atau tidak, tak masalah. Yang penting share duluan! Ini tontonan seru, apalagi kalau pelaku mendapat perlawanan dari member group yang lain.

Pendukung kedua calon Presiden pun dipastikan akan menyadikan pertunjukkan yang spektakuler. Lebih spekta ketimbang kembang api di Asian Games 2018. Beragam bentuk kreativitas akan muncul ke permukaan. Teman-teman ilustrator pasti banyak yang sudah mempersiapkan aneka bentuk ekspresi mendukung capresnya. Nantikan di feed Instagram terdekat di jempol Anda. Kalau suka, jangan segan-segan untuk melike atau bahkan ikut menyebarkannya.

Belum lagi timses dan kaum intelek seperti RoySayur yang akan menyampaikan pendapatnya atau sanggahannya secara gratis dalam bentuk cuitan, sindiran atau tulisan. Kapan lagi coba bisa membaca pikiran orang intelek? Karena bisa jadi sesudah masa kampanye mereka akan mulai sibuk jadi staff ahli Presiden baru nanti. Yang penting, selama masa kampanye, kita, penonton, sudah bisa mendapatkan pengetahuan tambahan.

Aneka hidangan tarian, nyanyian, bahkan puisi akan banyak muncul di masa kampanye. Di sinilah kita bisa menonton kreativitas tanpa batas yang  tak jarang bisa mengocok perut dan logika kita. Walau tak menutup kemungkinan sajian yang menyeramkan seolah mengancam kehidupan bernegara kita. Tak perlu dianggap serius, anggaplah tontonan horor.

Banjir salah penulisan kata dalam bahasa Indonesia, bisa dipastikan juga akan membanjiri linimasa media sosial kita. Kata “silahkan” sepertinya jadi kata yang paling sering digunakan. Kalau iseng, silakan koreksi. Reaksi yang diberikan karena dikoreksi sering bisa jadi tontonan tersendiri.

Tak ingin jadi penonton, ingin berpartisipasi? Silakan saja. Akan ada banyak ajakan untuk bergabung. Bisa dimulai dari lingkungan terdekat menjaga keamanan kompleks selama masa kampanye, sampai masuk ke dalam jajaran dekat dan semakin dekat dengan sumbunya. Perubahan dari penonton yang kemudian menjadi pemain pun akan menjadi tontonan yang seru karena biasanya diiringi dengan perubahan sikap dan cuitan di sosial media.

Sebagai penonton, tentunya kita ingin menjadi penonton yang baik. Seperti apa? Ini gue bikin daftarnya dan silakan tambahkan di kolom komen kalau ada yang ketinggalan.

  1. JANGAN SEBARKAN HOAX Biarkan orang lain saja yang menyebarkan. Kita jangan. Biar orang lain yang diomelin dan makan hasil perbuatannya sendiri. Kita jangan. Cara mengetahui berita hoax atau bukan bisa dengan melacak asal berita dimulai, dan kalau tidak yakin kebenarannya, anggap saja hoax!
  2. GAK USAH PAKE URAT Yang namanya politik semua bisa berubah dalam hitungan detik. Dinamis katanya. Makanya kalo membela apa pun dan siapa pun, pastikan dalam taraf wajar. Kenapa? Karena kalo kita mempertontonkan emosi, artinya kita sudah jadi pemain, bukan lagi penonton.
  3. TAK ADA SATU KEBENARAN Apa sih yang bikin semua cerita di dunia ini menarik? Saat tak ada yang absolut benar atau salah. Yang benar ada salahnya, yang salah ada benarnya. Demikian pula dalam masa ini. Yakinlah semua yang tampak benar, sesungguhnya ada celanya. Demikian pula sebaliknya. Menyaksikan orang ngotot membela kebenaran dan dilawan dengan kebenaran yang lain semasa masa kampanye, tentu akan sangat mengasikkan.
  4. PILIHAN BAIK & BENAR Seorang ayah sedang menggendong anaknya yang masih balita, kaos ayah itu bertuliskan: If you have to choose between being kind or being right, choose being kind and you are always be right. OK, mari kita aplikasikan ke masa kampanye ini. Tak ada salahnya untuk disalahkan demi menjaga perdamaian dan kebaikan semua. Kenapa? Satu keributan bisa berakibat perpecahan yang bersifat selamanya. Sementara masa kampanye akan selesai dan Presiden baru akan dilantik. Hidup akan terus berjalan.
  5. SIBUKKAN DIRI Iya bener. Salah satu penyebab perpecahan di media sosial karena terlalu banyak orang menganggur yang hidupnya terlalu menempel dengan media sosial. Tanpa disadari, segala yang dibacanya dianggap kebenaran yang hqq. Padahal? Jadi supaya tak terpeleset, sibukkan diri. Ambil kursus, belajar memasak, meluangkan waktu lebih untuk yang tersayang, mulai berolahraga dan banyak aktivitas lainnya.

Selamat menyambut masa kampanye pemilihan umum Presiden Republik Indonesia 2018.

Advertisements

Leave a Reply