Mari Jatuh Cinta

Sebelum bilang iya. Kita kembali dulu ke pertanyaan: Apa itu cinta? Pertanyaan yang entah berapa juta kali muncul dengan jutaan jawaban dari banyak bidang ilmu. Termasuk ilmu hitam.

Ndak. Kita ndak akan belajar mantra pengasihan. Tapi biokimia. Satu-satunya cabang ilmu yang menjawab pertanyaan diatas dengan lugas tanpa keterlibatan puasa dan doa-doa. Menurut biokimia, Cinta adalah cara alam agar manusia ndak punah. Pemicu prokreasi. Ya kapan sih alam basa-basi?

Ilmuan Helen Fisher dari Universitas Rutgers punya teori 3 tahap, 7 hormon.

image

Tahap Pertama: GAIRAH
Ini adalah tahap pertama dari cinta. Didorong oleh hormon seks, testosteron dan estrogen; baik pada pria maupun wanita. Awalnya, semata-mata nafsu. Hanya perlu 2 menit bagi tubuh untuk melepaskan hormon seksual. Lalu, apa yang memicu gairah?

Penelitian Psikologi meyakinkan bahwa 55% gairah dipicu oleh penampilan, gerak tubuh, dan preferensi. Tiga kriteria ini kemudian diatur lagi oleh kromosom warisan kedua orangtua. 38% dipancing oleh nada dan kecepatan berbicara. Lalu 7% sisanya oleh apa yang dikatakan seseorang.

Doa-doa dan kemampuan merayu seseorang menguasai 45% kemungkinan timbulnya gairah. berat badan, penampilan, harta, preferensi seksual, dan ilmu hitam menguasai hingga 55% kemungkinannya. Ndak salah kalau ustadz ganteng yang pandai bicara mudah sekali dicintai banyak orang.

image

Tahap Kedua: KETERTARIKAN
Ini adalah tahap menakjubkan dimana kita betul-betul jatuh hati. Semua hal adalah soal orang yang kita sukai. Sampai susah mikir yang lain. Tiga neurotransmitters yang terlibat di tahapan ini terdiri dari: Adrenalin, Dopamin dan Serotonin. Ketiga substansi ini bisa diproduksi 20 hingga 40 menit sejak kita merasakan pemicunya.

Ketertarikan akan mengaktifkan respon stress manusia. Meningkatkan kadar adrenalin dan kortisol dalam darah. Alhasil, efek kupu-kupu di perut, deg-degan, berkeringat dan mulut cenderung kering. Peningkatan dopamin menimbulkan efek kepuasan yang memuncak. Efek yang sama saat menggunakan kokain. Efek ini berakibat meningkatnya pelepasan energi, berkurangnya nafsu makan dan tidur, pikiran lebih fokus pada hal-hal kecil terutama yang menyangkut orang yang kita sukai. Lalu serotonin. Ini adalah zat yang bertanggung jawab pada munculnya “si dia” secara terus-menerus dalam pikiran.

Dalam tahap ini juga muncul “cinta buta.” Dopamin dan Serotonin mampui mengelabui nalar. Mengubah citra dan persepsi. Mengaburkan logika, seperti orang dalam pengaruh obat-obatan psikotropika atau ramuan mantra pengasihan. Yang tadinya ndak suka. Jadi suka. Meskipun udah dikasih tau, dia suami orang!

image

Tahap Ketiga: KETERIKATAN
Sepasang kekasih butuh waktu cukup panjang untuk menginisasi tahap ini. Sementara dua tahap di atas bisa timbul dalam waktu kurang dari 45 menit saja! yang menjelaskan “Cinta pada pandangan pertama.”

Dua hormon utama pada tahap ini: Oksitosin dan Vasopresin. Dalam konsentrasi akumulatif yang meningkat sejalan dengan berapa banyak hubungan sex yang telah dilakukan bersama. Selama pacaran, kedua hormon inilah yang ditimbun dalam tubuh. Mereka berperan ketika menentukan komitmen sepasang kekasih. Dalam kasus Ta’aruf, atau pendekatan tanpa sex, kedua hormon akan menyelamatkan pernikahan setelah berkomitmen. Serunya, tahap gariah dan ketertarikan mungkin terjadi setelah tahap keterikatan. Dan bisa mengulur waktu sexual fatigue (kebosanan).

Oksitosin, atau hormon pelukan. Adalah hormon yang sangat kuat yang dilepaskan selama orgasme. Sepasang kekasih akan merasakan lebih dekat dan terikat sesaat setelah berhubuungan sex. Hormon ini juga dilepaskan dalam jumlah besar saat melahirkan anak dan selama menyusui. Maka terciptalah hubungan keterikatan yang kuat antara ibu dan si bayi. Proses ini menguatkan perlunya menyusui anak (dan suami?). Sayangnya, sintesa oksitosin lebih tinggi dalam tubuh perempuan. Karena pria ndak melahiran, maka ia bergantung pada hubungan sex dan menyusui (masih dalam tahap penelitian apakah menghisap puting pria, berefek sama dengan wanita). Ini membuktikan kenapa laki-laki lebih mudah selingkuh ketimbang perempuan.

Vasopresin dikeluarkan sesaat setelah orgasme. Bersama oksitosin ia menimbulkan rasa hangat dan nyaman. Beberapa ilmuan mengasosiasikannya dengan perasaan terlindungi. Ia juga berefek diuretik, yang mampu mengontrol pelepasan urin, menekan rasa haus, sekaligus mengantuk di waktu bersamaan.

Setelah kita paham anatomi Cinta, sekarang mari jatuh cinta. Caranya: Temui seseorang. Siapa aja, terserah. Saling curhat selama 30 menit. Lalu saling menatap dalam tanpa bicara selama 4 menit.

Profesor Psikologi, Arthur Arun melakukan penelitian tiga langkah diatas pada sejumlah pasangan yang betul-betul asing satu sama lain. Mereka mengakui saling tertarik setelah 34 menit. Bahkan dua pasang diantara subjek penelitian Profesor Arun, menikah!!

Iklan

8 thoughts on “Mari Jatuh Cinta

  1. Just for your information, kalian telah menemani masa transisi dari 18, ke 19, lalu sekarang menuju ke 20. Dan tulisan ini.. Ah. You don’t know. This means so much. Thanks. I wish I could meet you all and talk about everything, like, every goddamn things.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s