PATH. Aplikasi Pamer Anak, Tempat, Hidangan?

IMG_0323

Iseng saya menggambar ilustrasi di atas di sela kesibukan meeting yang tiada henti. Maksud hati ingin sama-sama mengasingkan diri, adakan rapat di sebuah tempat nun jauh dari kantor, tapi apa daya. Lokasi boleh jauh dari mana-mana, namun tingkat mengakses media sosial malah meningkat tajam.

Bukankah kita semua memang  begitu?

Bangun tidur, yang dicari pertama kali adalah hape. Dahulu ada masanya aplikasi pertama yang dibuka adalah sms. berharap ada balasan sms (sisa mengobrol semalam). Lalu ketika facebook menguasai dunia persilatan, apapun yang kita temui akan diposting dalam wall atau apalah namanya di akun kita. Kemudian disusul dengan twitter. Aplikasi burung biru dengan segala drama dan romantikanya. Lantas muncul instagram. Layar dipenuhi gambar ciamik dari segala penjuru dunia. Termasuk barisan ‘sista-sista penjual onlen’ yang bisa bikin ngakak sendirian gara-gara membaca komentar numpang iklan mereka, baik di akun Maia maupun Mulan Jameela.

Sekarang, sebgaian besar teman-teman saya lebih aktif di aplikasi Path. Dimana bahkan pertemanan yang terbatas saja masih disediakan fitur inner circle. Lebih karib dari sekadar teman. Fitur di balik layar yang memberikan kemudahan bagi kita manakala akan memuat gambar atau tulisan yang menurut kita hanya layak disampaikan kepada orang-orang yang kita percayai.

Path, menjadi salah satu aplikasi paling diminati saat ini. Bukan karena sebagian kecil sahamnya dimiliki keluarga Bakrie. Bukan.

Path menawarkan privasi. Walau sebenarnya privasi semu karena terbuka kemungkinan apa yang disampaikan dalam path diteruskan ke media sosial lain seperti twitter, facebook, instagram dan aplikasi komunikasi semacam whatsapp dan telegram.

Dan selama fitur screen capture ada, maka tak ada yang rahasia di dunia maya.

Ini yang sebetulnya harus sama-sama diperhatikan. Secara psikologis kita merasa nyaman dengan teman-teman kita. Merasa aman dengan orang-orang yang kita kenal baik saja. Maka isi dari Path sifatnya relatif lebih personal. Intim.

Tapi namanya juga orang timur. Terkadang kita gatal untuk juga menambah hubungan pertemanan dalam path kepada orang yang sama sekali belum kita kenal. Entah maksudnya apa. Bisa jadi akan terulang masa-masa keemasan #TwitterCrush, dan berharap terjadi #PathCrush.

Saya bertaruh dengan teman saya bahwa Path pada akhirnya akan juga ditinggalkan pelan-pelan. ketika semua penghuninya sudah merasa jemu. Path menjadi ajang Pamer Anak, Tempat, (dan) Hidangan. Silakan kamu skrol layar hape. Berapa proporsi gambar anak bayi baru duduk di korsi anak kecil di restoran dengan tangan belepotan, atau anak bayi yang dipaksa pakai pinsil alis oleh ibunya. Juga pamer tempat. Entah itu hotel tempat menginap yang dibiayai negara, kunjungan ke tempat wisata acara kantor. Atau juga lokasi dimana kita jarang sekali bisa hadir disana. Misalnya saja. @LP Cipinang. @Rumah Tahanan KPK. @Istana Negara @Hati_nya.

Bagaimana dengan hidangan? Wah ini juaranya. Biasanya sepaket dengan tempat restorannya. Walau terkadang isinya hanya semangkok bakso. Segelas bir.

Ada juga yang menganggap huruf h pada Path adalah Harta. Hahahaha. Bisa jadi.

Karena Path, berapa kali kamu kecewa karena tak juga disetujui permohonan pertemanan? Karena path berapa dari kita yang akhirnya putus hubungan? Tapi saya yakin akan jauh lebih banyak yang lebih ikrip dan bahagia gemah ripah loh jinawi dengan berbagi keceriaan lewat postingan melalui Path.

Terlepas dari itu semua, pada akhirnya kita akan menemui hal baru. Path akan sepi. Akan muncul aplikasi lain yang jauh lebih intim, lebih bisa pamer, dan seakan-akan lebih akrab. Banyak cara orang ingin menghibur diri. Diciptakan, dikenalkan, dirayakan, lantas menyurut. Lalu mati.

Misalnya saja aplikasi yang dapat mengirim aroma dan bebauan. Saya yakin #petrichor, #bau_abab, #kentut_mantan_Vs_kentut_ayang bakalan jadi trend. Atau aplikasi yang dapat memindai secara otomatis retina mata dan mimik muka lawan bicara kita sehingga dapat dipastikan antara apa yang diketik dan suasana batin sesungguhnya sesuai atau tidak.

Dunia yang kita huni adalah dunia yang memiliki kecendrungan selalu berlawanan dalam segala hal. Ada siang ada malam. Ada terang ada gelap. Path, memiliki keduanya. Ada yang membuat intim dan personal tanpa banyak orang tahu, namun sekaligus memperluas cara dan gaya dalam memamerkan diri.

Begitulah kira-kira. Apakah  setuju? Apa arti Path bagi kamu?

 

26 thoughts on “PATH. Aplikasi Pamer Anak, Tempat, Hidangan? Leave a comment

  1. Path buat aku seperti scrap book yang bisa ditunjukin ke teman, tapi intinya buat diri sendiri, jadi mudah recall momen momen menyenangkan yang terjadi di masa lalu 🙂

    Menunggu juga Roy Sayur selfie tanpa wajahnya ditutup sticker.

  2. Klo saya ga pake Path, pun klo di suruh “nge-Path” saya milih ‘jaga lilin’ daripada ngiderin rumah orang Om….. wkwkwkwk 😆 😄

Leave a Reply