Ketika Apple dan U2 Bercumbu Rayu

Peluncuran iPhone 6 dan Apple Watch yang dikomandoi oleh Tim Cook, CEO dari Apple, itu begitu diantisipasi oleh para fanboys di seluruh dunia. Tapi ternyata tidak itu saja.  Tim Cook rupanya sudah menyiapkan kejutan lain bagi para pencinta Apple. Kejutan itu bukan iPhone 6/6s yang harganya selalu melambung jauh terbang tinggi bersama mimpi. Tidak ada kejutan berarti dari spesifikasi ataupun disain. Untuk pasar Indonesia dikabarkan mereka harus merogoh kocek belasan juta untuk mendapatkan iPhone 6/6s. Kejutan itu bukan pula Apple Watch. Indonesia sudah dulu punya produk tersebut dengan Mito sebagai pionirnya. Beberapa bulan lalu iklan produk tersebut sering kita lihat di beberapa sudut kota dengan Afgan sebagai bintang iklannya. Kejutan itu adalah Apple melalui iTunes Store meluncurkan album terbaru U2, Songs of Innocence, secara gratis ke 800 juta pengguna iTunes. Betul gratis. Pertanyaannya kenapa Apple melakukan ini? Kenapa U2?

Apple CEO Tim Cook stands with Irish rock band U2 as he speaks during an Apple event announcing the iPhone 6 and the Apple Watch at the Flint Center in Cupertino

Beberapa bulan yang lalu Beyonce pun sebetulnya telah melakukan kejutan dengan iTunes yaitu meluncurkan album terakhirnya tanpa promosi sama sekali, dan eksklusif hanya dirilis oleh iTunes (hal ini sempat diprotes oleh Amazon). Tapi tetap para penikmat iTunes tetap harus membayarnya untuk mendengarkan keseluruhan lagu dan musik video. Album tersebut tetap mendapat respon positif dan penjualannya pun termasuk memuaskan untuk ukuran saat ini. Afterall, she’s Queen B, right?

appleu2

Sebetulnya kerjasama Apple dan U2 ini bukan hal yang baru. Mereka sudah melakukan kerjasama sejak tahun 2004. Setelah dirilisnya album How To Dismantle An Atomic Bomb dengan lagu hitsnya Vertigo, Bono vokalis U2 merasa lagu itu sudah cukup bagus tapi dia merasa perlu melakukan promosi lagi agar album tersebut terjual lebih banyak. Bono sengaja melakukan pertemuan dengan Steve Jobs di kediamannya di Cupertino. Bono menawarkan agar lagu Vertigo masuk ke dalam iklan TV iPod. Bono bahkan menawarkannya dengan sukarela, alias gratis. Hal ini termasuk langka dimana biasanya perusahaan yang membujuk artis dan membayarnya agar bisa memakai lagunya di iklan sebuah produk. Tapi ini kebalikannya.  iPod pada saat itu adalah produk baru andalan Apple yang belum dikenal, indie kalo anak jaman kiwari bilang. Jobs dan Bono berada pada titik temu yang hasilnya menguntungkan keduanya.  

Sementara untuk peluncuran album U2 terbaru ini kejadiannya bertolak belakang dengan apa yang terjadi di tahun 2004. Dikabarkan Apple harus membayar 100 juta dollar ke Island Records agar bisa meluncurkan album tersebut secara gratis di iTunes Store dan eksklusif sampai bulan November(?). Kali ini U2 yang berada di atas angin. Kenapa Tim Cook melakukan hal ini?

chart_music.top

iTunes sekarang mengalami penurunan penjualan lagu/album setiap tahunnya. iTunes Radio pun sepertinya berjalan di tempat. Beberapa bulan sebelumnya mereka membeli Beats Audio,  produsen piranti keras headphone dari legenda hidup musik hip hop, Dr. Dre. Beats Audio juga mempunya layanan music streaming. Mereka melihat adanya ancaman dari aplikasi music streaming yang mulai populer seperti Spotify, Pandora, Rdio dan banyak lagi. Tidak harus mengunduh albumnya untuk mendengarkannya. Hanya membayar sekian dollar setiap bulannya maka sudah bisa mendengarkan lagu yang anda inginkan. Tanpa iklan. Atau gratis sama sekali tapi dengan iklan seperti yang dimiliki Spotify.

Apple sudah memiliki 500 juta lebih penikmat iTunes sekaligus juga data kartu kredit penggunanya. Dengan meluncurnya album terbaru U2, Songs of Innocence, dan juga dirilisnya Apple Pay (dugaan saya menyerupai Google Wallet) tentunya Apple sedang melakukan cek ombak dengan para pelanggannya. Karena dengan mempunyai akun di iTunes maka otomatis semua lagu di album U2 terbaru masuk ke iTunes library. Mau tidak mau. Suka atau tidak suka. Automatically downloaded. Hal ini sempat menimbulkan pertanyaan, kaget karena tiba-tiba mereka mempunyai album U2 terbaru tanpa diminta. Sampai ada yang niat memuat kekesalan mereka di tumblr. Apple pun mengalah dan meluncurkan website cara menghapus album U2 di iTunes library.

Jay-Z pun sudah melakukannya dengan Samsung Phone dengan album Magna Carta Holy Grail. Diluncurkan pas dengan digelarnya NBA Finals beberapa bulan yang lalu. Tapi ada mereka diberikan pilihan apakah akan mengunduh album tersebut atau tidak, dan tidak eksklusif. Di dalam negeri? Slank lebih dulu melakukannya dengan Nexian Phone. Gratis juga. Sama.

“Perjudian” ini harus dilakukan oleh Apple. Musik itu adalah salah satu elemen terpenting untuk Apple. Strategi pemasaran yang dilakukan oleh Tim Cook ini hanya waktu yang bisa menjawabnya. Entah berhasil atau tidak. Tapi yang pasti U2 akan menggelar konser ke seluruh dunia. Tiketnya akan terjual habis (terima kasih Apple sudah mempromosikan album barunya). Terlepas dari album ini gratis atau tidak, album ini bagus atau tidak. U2 akan tetap menjadi salah satu band/musisi terkaya yang menuai penghasilan dari konser di seluruh dunia.

Sampai saat ini U2 adalah pemenangnya karena Bono dan kawan kawan ada selangkah di depan. Mungkin sekarang mereka sedang memainkan lagu untuk Tim Cook. Berikut penggalan liriknya:

“I’m a man
I’m not a child
A man who sees
The shadow behind your eyes”

Lagu apa coba? Tau kan ya.

4 thoughts on “Ketika Apple dan U2 Bercumbu Rayu Leave a comment

  1. U2 itu identik dengan inovasi. Dinamika Musik U2 dari tahun ke tahun selalu berubah sesuai jaman menunjukkan hal tersebut. Dari mulai booming new wave yang dipadupadankan dengan sound rock/punk rock pada awal mereka terbentuk di akhir tahun 70an sampai ke sound techno disko, grunge dan industrial pada jaman musik yg dilewati saat mereka meluncurkan album menunjukkan bahwa U2 selalu berinovasi sesuai dengan jaman. Dan dengan peluncuran album songs of innocence yang bekerja sama dengan perusahaan raksasa Apple, U2 kembali menggebrak dengan memasarkan album baru mereka sesuai pasar yang dimana sekarang dunia dikuasai internet digital. Hal ini menunjukkan U2 selalu memberikan aspek-aspek baru dan selalu berinovasi. Thank you U2 and Thank you Apple! Keep on Rockin!!!

  2. Betul, Mas. Bono jeli melihat peluang bisnis dan bagaimana cara memutarkan uangnya dengan baik. Dia juga tercatat sebagai pemegang saham Forbes http://www.thewire.com/business/2013/11/bono-stands-make-fortune-forbes-sale/71680/.. U2/Universal Records juga jelas dibayar oleh Apple agar album barunya bisa didengarkan gratis di iTunes. http://www.techtimes.com/articles/15528/20140913/no-pro-bono-apple-spent-100-million-for-free-u2-album.htm

    Jadi yang Apple lebih membutuhkan U2?

  3. Menurut aku sih, ini karena faktor Bono, si hipster segala zaman. Mei 2012 ketika Facebook menjual sahamnya kepada pasar terbuka, dia lebih kaya 1,5 milyar dollar AS. Kenapa? Lebih dari 2% saham kepemilikan Facebook dia miliki dan termasuk individu awal yang memilikinya.

    Jadi sosok Bono memang menyukai “hal-hal baru” seiring roda zaman. Lewat elevation partners, Bono beli bagian kepemilikan facebook saat fb sendiri belum tahu bagaimana caranya menghasilkan uang. http://www.forbes.com/sites/erikkain/2012/02/01/the-real-facebook-ipo-winners-sean-parker-and-bono/

    Tindakan spekulatif? Sepertinya tidak. Bisa jadi di awal fb berdiri, Bono cuma mau bantu sebuah perusahaan cilik untuk terus tumbuh namun memiliki potensi.

    Banyak aktivitas yang dia lakukan dan dikategorikan kegiatan filantropi. http://en.m.wikipedia.org/wiki/Bono
    Bisa jadi ia tergila-gila dengan “hal baru”.

    jadi, jika saat iTunes luncurkan album gratis ada Bono dan U2 di dalamnya, maka itu adalah salah satu impian dia mengajak semua orang menyukai dirinya.
    anak anak muda yang “pro bono”.
    melakukan kerja sosial tanpa pamrih.

    benarkah? entah. namanya juga komentar, bukan dakwah.

Leave a Reply