Universe Bernama Jakarta

“Ngomong-ngomong, gue gak pernah papasan lho sama mantan gue yang dulu, yang putus lebih dari lima tahun lalu,” ujar saya out of the blue di suatu sore di kedai kopi saat mudik Lebaran beberapa hari lalu. Lontaran ini saya sampaikan ke beberapa teman yang kebetulan mudik ke kota yang sama, dan kami memang sengaja bertemu,… Read More

Advertisements

Jenama Agama dan Strategi MarComm-nya

MERUPAKAN salah satu topik yang paling sensitif sepanjang masa, setiap orang memiliki kadar kenyamanan berbeda-beda saat membicarakan tentang agama. Ada yang saking santainya, bisa mengutarakan sesuatu tentang agama seringan obrolan sambil ngopi dan ngudap pisang goreng. Sambil tertawa-tawa. Namun, tampaknya ada lebih banyak orang yang menganut prinsip “Agama jangan dibecandain…” meski ada yang pakai embel-embel… Read More

Menutup dan Mengakhiri

Bukan, hari ini saya belum memutuskan untuk menutup dan mengakhiri rangkaian tulisan saya di Linimasa selama hampir 5 tahun ini. (Nggak tau ya, kalau minggu depan tiba-tiba … Pokoknya, tunggu saja waktunya.) Yang saya ingin bagi hari ini adalah beberapa cerita soal pengakhiran (aneh ya bahasanya?), atau closure (nah, ini lebih pas!) dari sebuah hubungan… Read More

Menjual Agama Lewat Rasa Takut dan Keinginan-keinginan

TERDAPAT sebuah model pemasaran yang memanfaatkan sisi lemah dan rapuh psikologi manusia: Emosi atau perasaan. Model ini dinamakan BJ FOGG Behavioral Model atau cukup populer dengan sebutan B=MAT, yang kurang lebih demikian. Secara sederhana, model ini menggambarkan bahwa setiap orang berpotensi menjadi konsumen, asal terpapar dengan pendekatan yang sesuai. Penjual pun tak sekadar menjadi pemenuh… Read More

Bacot

“Aku mau jadi orang kaya dengan cara elegan“, Boo berkata kepada Sully, suatu ketika. “Aku ingin masuk PTN terbaik negeri ini, lulus selekasnya, lalu kerja sebentar, dan melamar beasiswa LPDP, atau Chevening dan terbang ke Inggris.” Sully sudah lama mengenal Boo. Jika dihitung dengan jari maka ini adalah minggu ketiganya mengenal Boo. Dunia sudah begitu… Read More

14

(cerita sebelumnya bisa dibaca di sini dan juga di sini) “Why not?” Kami berdua berdiri, beranjak dari rumput di pinggir kolam hotel. Sesekali kami mencuri pandang ke arah satu sama lain, lalu tersenyum dan tertawa kecil. Satpam petugas jaga hotel membuka pintu menuju ke arah lift sambil mengucapkan selamat malam dan tersenyum ke kami. Kami… Read More

Menertawakan (Hidup)

SAMA seperti menguap‒ketika kita tak kuasa menahan dorongan untuk membuka mulut lebar-lebar, menghirup udara sebanyak-banyaknya‒tertawa itu menular, secara besar-besaran pula. Apalagi kalau suara tawanya begitu renyah, bebas, lepas, atau terdengar lucu dan menggemaskan, selucu dan semenggemaskan balita yang melakukannya, yang tanpa sadar membuat hati kecil kita agak iri: “Aku mau dong bisa segembira itu juga…”… Read More

Semesta, Hindari Aku dari Kekeminteran

Pernah, enggak sih, baca tulisan sendiri beberapa tahun yang lalu, kemudian mengerenyit malu? Kok keminter sekali diriku dulu? Saya lumayan sering mengalaminya, terutama ketika masih baru mulai baca dan praktik soal olahraga dan makan sehat. Luar biasa sering menghakimi dan sotoy, walaupun untungnya jarang memaksakan pendapat dan kehendak ke orang lain. Semakin lama menjalani hidup… Read More

#RekomendasiStreaming – Pilihan Tontonan Lebaran 2019

Kita sudah mahfum bahwa yang namanya Lebaran itu berarti liburan. Mau merayakan atau tidak, nyatanya hampir seluruh aktifitas kehidupan di sebagian besar wilayah Indonesia akan melambat atau berhenti sejenak selama Lebaran. Bisa seminggu, atau dua minggu. It’s great, though. Semacam ada tombol pause untuk menghentikan rutinitas sejenak. Namanya juga sedang santai beristirahat tanpa melakukan kegiatan… Read More

Mensyukuri dan Menikmati Penderitaan Orang Lain

SAAT berjalan kaki di trotoar dengan paving block bolong-bolong, tiba-tiba ada motor berknalpot bising yang ngebut serampangan. Menyisakan asap putih tebal berbau sisa pembakaran bensin yang khas. Penumpangnya ada tiga, remaja semua, tanpa helm, dan berteriak sambil tertawa-tawa. Tanpa peduli pengendara lain maupun para penyeberang jalan, mereka selalu ngegas dan ugal-ugalan. Bising, serampangan, dan memusingkan. Selewatnya mereka, kita… Read More