Merindukan Komik Dalam Koran

Aku kira, perubahan zaman akan membuat perubahan perilaku.Termasuk di dalamnya, cara kita mengonsumsi informasi di media saat ini.

Sejujurnya, aku rindu masa-masa saat zaman tak banjir informasi seperti sekarang. Aku kangen pagi-pagi ke teras rumah, membuka koran dan mencium bau koran. Lalu membaca apa yang terjadi hari itu sambil membawa roti atau nasi goreng dari dapur.

Juga, aku merindukan membaca komik dalam koran.

Aku rindu membaca Kompas untuk mencari komik Benny dan Mice. Sayangnya, terakhir aku ketahui, Benny tak bersama Mice lagi. Rasanya sayang betul mereka tak bersama lagi. Kedua orang itu adalah komikus dalam negeri pertama yang kukenal.

Bagaimana cara mereka menggunakan ilustrasi yang jenaka, dan sesuai dengan isu yang dibahas koran, membuatku sangat suka membaca Kompas.

1076-benny-mice-fanatik-partai.jpg

Selain Kompas, koran yang aku ketahui juga ada komiknya, adalah Bola. Beda dengan Kompas, komik Bola cenderung meminimalisir dialog. Aku pikir, Bola adalah tahilalats pada masanya. Ia akan memberikan komedi-komedi mind-blown dalam urusan khusus olahraga.

Gambar-Kartun-Lucu-Sepakbola-2

Ya, sisi baiknya, aku masih punya beberapa koleksi tentang edisi khusus dari dua komik ini. Ya, lumayanlah buat mengenang yang telah lalu dan cerita kepada anak cucuku nanti. Kalau mereka tanya apa enaknya baca koran, ya akan aku berikan koleksi-koleksiku itu.

Advertisements

Leave a Reply