Penumpang 9D

​Lion Air JT-25 dialihkan jadi JT-27. Satu jam lebih lambat dari jadwal sebelumnya pukul 20:30 Denpasar. Lion Air sudah menghubungi penumpang lewat SMS, E-mail dan telepon sejak 4 hari sebelum hari terbang. Maskapai itu meminta maaf dan menjelaskan alasannya.

Bandara I Gusti Ngurah Rai lumayan sesak sejak pemeriksaan di pintu keberangkatan. Ada sejumlah tentara berbaju loreng dalam posko antara pintu keberangkatan dan kedatangan yang terpisah sekitar 80 meter.

Ruang kabin Lion Air

Penumpang 9D berlari kecil membawa satu tas roda, satu tas ransel dan dua plastik bungkusan. Saking banyaknya ia harus menyempatkan sekitar 8 menit di mesin sensor. Untuk memperpanjang waktu, ia ndak meletakkan ponselnya dalam baki. Petugas lalu memintanya kembali, meletakkan ponselnya dalam baki kuning dan melintas ulang gerbang sensor. Penumpang 9D kurang puas. Ia bertanya soal tentara di luar. Apakah dicurigai ada kejahatan di Bandara ini? Apakah ada kaitannya dengan pengalihan jadwal penerbangan dari JT-25 ke JT-27? Sekarang ia sudah menciptakan antrian lebih panjang dari dua mesin sensor lainnya milik Bandara.

Penumpang 9D berdiri 4 orang dari meja check-in. Ia membuka satu bungkusan plastik yang rupanya berisi Pie Susu Bali dan Aqua. Lumayan, ngemil sambil antri. Kalau penumpang lain butuh 1 hingga 7 menit waktu check-in, termasuk bagasi; Penumpang 9D harus membuat antrian di belakangnya pindah jalur. Ia belum memasukkan bungkusan dalam tas roda. Belum memindahkan air minum ke tas ransel. Belum menyiapkan KTP untuk 6 orang rombongannya. Dan tentu saja, ia mesti bertanya pada petugas check-in apa alasannya JT-25 dialihkan menjadi JT-27?

Penumpang 9D sekarang duduk persis di depan pintu 5 keberangkatan. Matanya jeli memperhatikan layar pengumuman. Mencari tahu kapan JT-27 diberangkatkan. Ia gelisah. Petugas pintu 5 hanya bisa mengonfirmasi bahwa waktu keberangkatan ndak berubah. 21:30. Masih 38 menit lagi. Tentu saja jawaban seperti itu ndak memuaskan Penumpang 9D. Ia mendatangi lagi petugas pintu 5 dan menanyakan kenapa JT-25 dialihkan menjadi JT-27?

Lima menit berselang, seluruh penumpang JT-27 diminta naik pesawat melalui pintu 5. Artinya, lebih cepat 30 menit dari jadwal boarding yang tertulis di tiap tiket. Penumpang 9D yang memang sudah berada di bibir pintu 5 berdiri paling depan. Matanya trengginas melihat ke belakang. Memastikan anggota rombongannya tahu ia berada di posisi perdana. Melambaikan tangan ke belakang memberi aba-aba, “let’s go!”

Penumpang 9D sudah duduk di kursinya. Tas ransel diletakkan di atas kepala. Bungkusan berisi pie susu dan Aqua ada di kantong kursi. Karena terlalu lancar untuk Penumpang 9D, ia berdiri dari kursinya dan bicara pada Pramugari terdekat.

“Tumben banget kok early boarding?”
“Iya Pak, semua udah check-in dan pesawat udah siap.”
“Kalo ada yang telat gimana?”
“Semua udah check-in kok Pak.”
“Untung saya di depan pintu tadi. Kalo enggak, bisa-bisa telat.”
“Ditungguin kok Pak, sesuai waktu keberangkatan.”
“Kapan berangkatnya sih?”
“Jam 9:30 Pak.”
“Sejam dong di dalem pesawat?!”
“…..”

Iklan

5 thoughts on “Penumpang 9D

  1. Ping-balik: LINIMASANdak Paham
      1. Nggak perlu bookmark lagi. Tulisannya Glen, Nauvalyazid, Dragonohalim dan Agun juga udah bikin jatuh cinta. Selanjutnya kak Lailasafira heheh…

        Maafkan aku yg pernah jadi pembaca yg pemilih 🙏

        Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s