Life Boldly. Push Yourself. Don’t Settle.

Kemarin sore @agunsux hubungi saya lewat whatsapp dan bilang sedang banyak aktivitas sehingga tak sempat menulis. Kebetulan lumbung persediaan tulisan juga sedang kering, jadi disepakati kami bertukar jadwal. Demikian. Dan agar tradisi Selasa bicara musik, seperti apa yang selalu ditulis Agun, maka saya akan bicara sedikit tentang musik yang saat ini sedang saya nikmati.

2011_03_27_redhot094-1

Ketika Zach Condon menggetarkan hati saya lewat lagunya Postcards From Italy, yang dirilis tahun 2006, dirinya masih berusia 20 tahun. Setiap hari lagunya saya putar. Pasalnya sederhana, lagu yang dia bawakan hanya dengan perkakas musik ala kadarnya, ukulele dan genjrengan secukupnya, tapi efek yang ditimbulkan Zach pada Sayur begitu menjalar ke seluruh raga dan rasa. Jika ndak salah ingat lagu ini juga disukai @fadompas.

Atas lagunya ini Zach keliling dunia. Ngamen sana-sini di usianya yang belia. Bersama grup musik yang ia bentuk, Beirut.

kygoo

Sekarang, saya melihat hal yang sama pada diri Kygo. Bedanya, dia anak zaman sekarang. Anak seumuran Young Lex dan Awkarin. Bedanya, Kygo lahir di Singapura dan jadi warga dunia. Sedangkan dua artis yang saya sebut sebelumnya lahir dan besar di Indonesia.  Video mereka di youtube sama-sama sudah ditonton jutaan. Bedanya, Young Lex belasan juta sedangkan Kygo 360-an juta saja.

Kygo juga masih muda. Pria berambut pirang ini kelahiran 1991. Lagu kesukaan saya justru bukan Firestone, yang melambungkan namanya setelah diunggah di soundcloud dan youtube. Saya lebih menyukai lagu For What It’s Worth.

I tell you boy I pay my way and go

I ain’t the best at times, I’m told
I’m a dog when I’m on the drink
I question the fabric of everything

And not even all the world’s diamond rings
Can put the girl to sleep to dream
We wanted everything
When we were young

We were kids, try’na make it up
As we go along, as we go along
We were kids, try’na make it up
As we go along, as we go along
For what it’s worth
I was only try’na wake you up
For what it’s worth
I was only try’na wake you up (try’na wake it up)
For what it’s worth
I was only try’na wake you up
For what it’s worth I was only try’na
We were kids, try’na make it up
As we go along, as we go along
We were kids, try’na make it up
As we go along, as we go along
We were just kids making it up
We got by even when we fucked it up
Nobody ever told us it was wrong
Nobody ever seemed to care it was gone
For what it’s worth
I was only try’na wake you up
For what it’s worth
I was only try’na wake you up (try’na wake it up)
For what it’s worth
I was only try’na wake you up
For what it’s worth
I was only try’na

sub-buzz-12768-1464896688-1

Kygo berbeda dengan Zach Condon. Dia lahir setelah era keemasan Daft Punk (bermusik di usia 17-18 th),  Calvin Harris (23 th), atau Dhani Dewa (20th). Untuk nama terakhir, sekadar iseng aja. Hehe.

Dalam perlombaan cabang dunia tertentu, masa muda adalah kesempatan untuk menjadi pemuncak. Kedekatan alam pikiran bersama penggemar adalah sesuatu yang tak terbeli. Dekat karena sezaman. Mumpung masih muda, segeralah sukses.

Cukup sahih. Karena Dave Grohl saat tenar bersama Nirvana pun masih berusia 22 tahun.

 

salam anget,

Roy-Manuel de Homem-Christo (18th)

Iklan

3 thoughts on “Life Boldly. Push Yourself. Don’t Settle.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s