Tebak-tebak Buah Manggis si Emmy

Lagi-lagi soal televisi.

Maklum, sebagai penonton serial televisi, saya benar-benar terbuai dengan banyaknya serial televisi berkualitas, terutama dari Amerika Serikat dan Inggris. Kepuasan menonton serial televisi ini sudah sering kali saya tulis, baik di Linimasa maupun blog pribadi. Tapi memang nyatanya, rasa senang ini masih bertahan sampai sekarang. Puas rasanya menonton tayangan televisi yang bisa membuat saya terpaku dan kagum dengan jalan cerita yang disajikan. Malah sekarang kalau tidak ada film yang menarik di bioskop, saya memilih untuk menonton serial televisi. Lebih terhibur, dan lebih memberi asupan untuk otak dan hati. Apalagi media menontonnya makin banyak, dengan banyaknya pilihan aplikasi streaming yang ada.

Veep
Veep

Makanya, paling tidak buat saya, perhelatan Emmy Awards, ajang penghargaaan tertinggi untuk dunia pertelevisian di Amerika, menjadi sama menariknya untuk diikuti seperti Academy Awards buat penggemar film. Berhubung saat ini kita sedang berada dalam masa “Golden Age of (scripted program in) television”, atau banyak orang menyingkatnya dengan “peak TV”, maka persaingan Emmy Awards jauh lebih ketat dan selektif daripada Oscar.

Kalau dari segi angka, memang sepertinya jauh lebih susah untuk dinominasikan di Emmy Awards.
Kurang lebih perbandingannya seperti ini:
– saat ini ditaksir ada 400 serial televisi di Amerika setiap tahunnya. Empat ratus serial, katakanlah rata-rata per serial ada 10 episode, berarti setahun ada lebih dari 4.000 episode serial televisi. Ini baru serial televisi, belum termasuk dokumenter, reality show, dan lain-lain.
– sementara setiap tahun sekitar 300 film panjang yang masuk shortlist untuk Academy Awards.
– nominasi dan pemenang Emmy Awards dipilih oleh anggota Television Academy yang totalnya berjumlah lebih dari 20.000 anggota.
– nominasi dan pemenang Academy Awards dipilih oleh anggota Academy of Motion Picture Arts and Sciences (AMPAS) yang totalnya berjumlah lebih dari 6.000 orang.

The Americans
The Americans

Meskipun begitu, Emmy Awards sendiri cukup sering dikritik. Ada kecenderungan menominasikan serial dan aktor/aktris yang sama setiap tahunnya. Mungkinkah karena terlalu banyak serial televisi yang harus ditonton para voters untuk dipilih? Bisa jadi. Dan sejatinya memang serial televisi bisa menjadi tontonan yang familiar buat kita setelah kita terbiasa menontonnnya dalam waktu lama, setelah beberapa episode. Alhasil, sense of familiarity juga lah yang menentukan apakah serial tersebut bisa masuk nominasinya?

Solusinya? Tentu saja campaign. Segala macam publisitas dan promosi dikerahkan untuk mendorong serial-serial ini mendapat perhatian. Apresiasi positif dan critical reaction menjadi senjata penting. Apalagi sekarang situs-situs seperti Rotten Tomatoes dan media-media prestisius semacam The New York Times juga memberikan ruang khusus untuk kritik program televisi.

The People VS OJ Simpson
The People VS OJ Simpson

Dan dengan banyaknya program serial televisi, akhirnya penilaian terhadap “program terbaik/aktor terbaik/aktris terbaik” pun berbeda-beda. Penilaian satu ajang penghargaan dengan ajang penghargaan lain terhadap kategori “the best in TV” pun berbeda. Selain wajar, ini juga memperkaya pilihan, dan lagi-lagi, membuktikan bahwa memang we are living at the age of too much good TV.

Berhubung yang paling dekat dari semua ajang penghargaan televisi itu adalah Primetime Emmy Awards yang digelar Minggu, 18 September (di sini disiarkan langsung oleh StarWorld hari Senin pagi, 19 September), maka berikut ini tebak-tebakan saya siapa yang akan menang. Daftar lengkap yang panjang dari nominasi Primetime Emmy Awards bisa dilihat di sini ya:

Master of None
Master of None
  • Best Comedy Series: Veep
  • Best Lead Actor, Comedy: Aziz Ansari – Master of None
  • Best Lead Actress, Comedy: Julia Louis-Dreyfus – Veep
  • Best Supporting Actor, Comedy: Tituss Burgess – Unbreakable Kimmy Schmidt
  • Best Supporting Actress, Comedy: Anna Chlumsky – Veep
  • Best Drama Series: (aduh, ini berat banget, karena banyak yang saya suka. Tapi, mau tidak mau, harus the most personal favorite kalau memiih. Jadi pilihan saya …) The Americans

  • Best Lead Actor, Drama: Rami Malek – Mr. Robot
  • Best Lead Actress, Drama: Robin Wright – House of Cards
  • Best Supporting Actor, Drama: Kit Harrington – Game of Thrones
  • Best Supporting Actress, Drama: Constance Zimmer – UnReal

  • Best Limited Series: The People vs OJ Simpson

  • Best TV Movie: (sebenarnya nggak ada yang terlalu suka, jadi ini pilihan yang sifatnya menebak pilihan voters, yaitu …) All the Way
  • Best Lead Actor, Limited Series or TV Movie: Courtney B. Vance – The People vs OJ Simpson
  • Best Lead Actress, Limited Series or TV Movie: Sarah Paulson – The People vs OJ Simpson
  • Best Supporting Actor, Limited Series or TV Movie: Hugh Laurie – The Night Manager
  • Best Supporting Actress, Limited Series or TV Movie: Jean Smart – Fargo season 2
House of Cards
House of Cards

Apakah saya menonton semua pilihan saya ini? Jawabannya: 85%.
Kenapa cuma segitu? Ya lihat saja video ini.

Ingat: too much of a good thing is not good after all.

😉

The Night Manager
The Night Manager
Iklan

5 thoughts on “Tebak-tebak Buah Manggis si Emmy

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s