Tebak-tebak Buah Manggis si Emmy Vol. 2

Selayaknya sekuel, maka tulisan ini adalah sekuel dari tulisan berjudul sama tahun lalu. Dan kalau memang Linimasa masih berjalan di masa depan, dengan saya masih menjadi salah satu penulisnya, maka bisa diharapkan tulisan ini masih akan ada, sampai perhelatan yang menjadi subyek tulisannya sudah tiada.

Bahkan tidak ada yang protes kalau acara penghargaan atau awards yang bergulir tiap tahun itu adalah sekuel on its own. Come to think of it, semua tradisi adalah sekuel. Ya ‘kan?

Malah kalau Emmy Awards ini, tidak seperti jenis penghargaan yang lain, punya kecenderungan untuk mengisi daftar nominasinya dengan “yang itu-itu saja”. Terutama untuk kategori serial televisi. Alasannya, kalau memang sebuah serial dengan mutu yang baik bisa mempertahankan kualitasnya setiap tahun, kenapa tidak dinominasikan lagi dan lagi? Makanya, serial “The Sopranos” dan “Mad Men” selalu dinominasikan setiap tahun mereka tayang di televisi. Yang sekarang, ada “Modern Family”, lalu juga “Veep”.

Memang contoh yang disebutkan itu adalah contoh-contoh serial televisi dengan kualitas penulisan cerita yang baik. Sangat baik, malah.
Namun ada juga tuduhan bahwa voters cenderung memilih nama atau program televisi yang sudah familiar di benak mereka. Atau yang pernah mereka dengar. Atau yang sudah pernah dinominasikan sebelumnya.

Tidak mudah memang menjangkau perhatian 22 ribu (!!!) anggota Academy of Television and Arts Sciences (ATAS) yang bertugas untuk menentukan nominasi dan pemenang Emmy Awards ini. Apalagi menurut catatan ATAS di rilis resmi mereka, tahun ini jumlah tayangan program yang didaftarkan untuk Emmy Awards naik 15% dari tahun sebelumnya. Daftar lengkap nominasi Primetime Emmy Awards tahun ini bisa dilihat di sini.

Ini menjadi tugas stasiun televisi, atau digital platform atau media apapun yang menayangkan program televisi untuk menggeber kampanye, promosi dan publisitas terhadap program unggulan mereka. Tidak cukup mengandalkan jumlah penonton selama satu musim program itu ditayangkan, atau ulasan dari kritikus. Selama masa kampanye, yang bisa dimulai 3-4 bulan sebelum nominasi diumumkan, maka publisis berlomba-lomba untuk menciptakan events atau gimmick yang bisa menarik perhatian para pemilih.

Yang sempat menarik perhatian saya adalah kampanye serial “The Handmaid’s Tale”, yang melibatkan sejumlah perempuan berjalan dengan kostum dari serial tersebut.

Women parading in The Handmaid’s Tale dress. (source: The Hollywood Reporter)

Atau Netflix, yang all-out dengan membuat lounge khusus yang disesuaikan dengan tema program televisi yang mereka unggulkan.

Netflix displaying Stranger Things installation for Emmy campaign. (source: The New York Times)

Tentu saja, iklan “For Your Consideration” yang bertebaran di billboard, media cetak, media online pun masih dilakukan.

Billboard campaign for Unbreakable Kimmy Schmidt (source: dailybillboardblog.com)

Semua ini dilakukan agar bisa meraih Emmy Awards, yang prosesnya diceritakan dengan ringkas di infografis yang bisa dilihat di sini.

Dan akhirnya, kita sebagai penonton televisi, yang sudah meluangkan waktu untuk menonton acara-acara ini, yang berarti mengundang masuk karakter-karakter asing ke ruang tamu kita selama bertahun-tahun untuk melihat cerita mereka, yang akan memutuskan mana program televisi yang “terbaik” versi kita sendiri.

Kalau versi saya yang paling personal?
Ini dia!

• Best Comedy Series: Master of None
• Best Lead Actor, Comedy Series: Donald Glover – Atlanta
• Best Lead Actress, Comedy Series: Julia Louis-Dreyfus – Veep
• Best Supporting Actor, Comedy Series: Alec Baldwin – Saturday Night Live
• Best Supporting Actress, Comedy Series: Kate McKinnon – Saturday Night Live

Alec Baldwin as Trump and Kate McKinnon as Clinton in Saturday Night Live (source: towleroad.com)

• Best Drama Series: (jagoan saya ada tiga, tapi berat harus milih salah satu, jadi …) Stranger Things
• Best Lead Actor, Drama Series: Sterling K. Brown – This is Us
• Best Lead Actress, Drama Series: Elisabeth Moss – The Handmaid’s Tale
• Best Supporting Actor, Drama Series: John Lithgow – The Crown
• Best Supporting Actress, Drama Series: Thandie Newton – Westworld

Thandie Newton in Westworld (source: Vox.com)

• Best Limited Series: The Night Of
• Best TV Movie: Black Mirror – San Junipero
• Best Lead Actor, Limited Series or TV Movie: Riz Ahmed – The Night Of
• Best Lead Actress, Limited Series or TV Movie: Nicole Kidman – Big Little Lies
• Best Supporting Actor, Limited Series or TV Movie: David Thewlis – Fargo
• Best Supporting Actress, Limited Series or TV Movie: Michelle Pfeiffer – The Wizard of Lies

Nicole Kidman in Big Little Lies (source: rolereboot.org)

Rencananya sih, Emmy Awards ini akan ditayangkan langsung di stasiun televisi kabel StarWorld pada hari Senin 18 September mulai jam 8 pagi.
Toh kalau tidak bisa menonton, bisa memantau informasi paling up-to-date lewat Twitter.

Dan ingat, jangan terlalu banyak menonton televisi ya! Jangan lupa olahraga.

😉

Iklan

3 thoughts on “Tebak-tebak Buah Manggis si Emmy Vol. 2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s