Caper Baper Kuper 

Sudah banyak barista yang pandai menyeduh kopi. Tapi jauh lebih banyak baperista, yang sering menyedih. 

Ada yang bilang jika anak kelahiran 70-80’an jago soal caper dan anak kelahiran 90’an lebih jago soal baper. 

Ketika informasi sedemikian mudah didapat maka ada baiknya yang kita lakukan adalah memilah dan memilih. Oleh karena itulah linimasa cukup memberikan satu tulisan baru setiap hari. Tidak perlu dua. 

Hingar bingar informasi membuat kita terlalu sibuk untuk banyak mengunyah sesuatu tanpa sempat memastikan apakah kita memang perlu. Datang silih berganti di layar televisi, radio, dan saat ini, gawai kita sendiri. 

Sebelum huruf X’ terucap atas respon informasi X, mata dan telinga kita sudah dijejali informasi A sampai Z. Lalu kita terlanjur bangga atas banyaknya info yang diterima. 

Padahal informasi sama seperti udara. Ada yang kualitasnya baik, dan nyaman dihirup, namun jauh lebih banyak yang mengandung polusi bahkan bersifat racun. Bahkan ketika kita pilih informasi sesuai minat saja pun variannya banyak. Padahal kita semua tahu, yang berlebihan itu cenderung ndak baik. 

Perlukah kita “puasa informasi”?

Puasa itu semacam detokfikasi. Meluruhkan racun tubuh. Menguras residu yang tak perlu. Ndak cuma makan dan minum. Puasa informasi di zaman sekarang itu semakin perlu. Cukup disantap saat pagi. Lalu saat akan istirahat malam. 

Mengapa? 

Karena saat ini menjernihkan pikiran, merawat akal budi, dan menjaga mood adalah cara penting dan sekaligus cara paling mudah untuk terus menghadapi ujian setiap hari.  Dengan cara apa? Salah satunya adalah lebih banyak waktu untuk bicara dengan diri sendiri. Bercakap-cakap untuk mengevaluasi apa-apa saja yang telah, sedang dan akan kita perbuat. Jika sudah cukup, barulah berdiskusi dengan pasangan atau sahabat kita. 

Siapa bilang jika mood itu mudah dirawat. Siapa bilang ego kita tak perlu digunakan. Siapa bilang emosi itu tak terpuji. Semua wajar dan manusiawi. Tapi kunci utamanya adalah pengendalian diri.

Kita seperti sedang bermain gim konsol. Ada remot di genggaman kita. Semua terserah kita hendak menekan tombol yang mana. 


Soal menjaga perasaan orang lain dan menghormati pilihan dan jalan pikir lawan bicara dapat lebih leluasa jika kita telah paham dan menguasai kemauan diri sendiri. Terlebih menguasai ego dan emosi diri.

Mempersiapkan diri menjadi pribadi tangguh. Sebelum melebur dengan kehidupan sosial, yang sehat dan saling menjaga privasi. 

Mau caper atau baper, setidaknya informasi yang kita kunyah setiap hari mencegah kita dari kuper. 

Karena, sebaik-baiknya informasi adalah yang dapat membuat kita makin mudah dalam beradaptasi tanpa meninggalkan jati diri.
Salam anget di tanggal muda,
Roy

Iklan

2 thoughts on “Caper Baper Kuper 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s