Ramalan Oscar Egois

Another year, another Oscar. Karena sudah seperti tradisi tahunan, entah mengapa kok sepertinya kurang sreg kalau saya tidak menulis soal prediksi pemenang Oscar, terutama pada kategori-kategori utama. Seperti juga yang pernah saya lakukan, saya memberikan pilihan yang paling obvious sebagai pemenang, kemudian yang bisa menang (jika para dewan juri merasa lebih adventurous) dan yang saya merasa harusnya menang dalam penilaian (peringatan: sangat subjektif).

Tahun ini terasa sedikit istimewa, hanya karena Mad Max: Fury Road dinominasikan tidak hanya pada kategori teknis, tetapi juga kategori utama seperti The Best Picture, Directing dan delapan nominasi lainnya. Kenapa istimewa? Untuk film dengan genre action/ adventure/ scifi memang seperti anak tiri untuk masuk nominasi Oscar, terutama film-film scifi. Cukup sering terlihat semenjak nominasi The Best Picture menjadi 10 film; lalu District 9, Avatar, dan Inception masuk dalam daftar. Kebetulan saya suka sekali dengan film ini dan berharap George Miller dan tim akan membawa banyak piala.

Kategori: The Best Picture
Kemungkinan besar menang: Revenant
Bisa menang: Spotlight
Yang saya jagokan: Mad Max: Fury Road

guitarguy
Doof Warrior: the coolest character

Seperti tahun tahun lalu, genre di daftar ini dipenuhi dengan drama. Biopik tidak banjir seperti tahun lalu, tetapi film adaptasi novel malah yang lebih banyak. Pilihan aman memang Revenant, tetapi masa sih, juri membiarkan Iňárritu kembali naik ke panggung dan pidato latino rules lagi? (Maaf bukan rasis, hanya bukan fan si Mas Alejandro). Alangkah menyegarkannya kalau sebuah film fiksi ilmiah dan distopia yang hebat bisa menang. Ya nggak, sih?

Kategori: Actor in a Leading Role
Kemungkinan besar menang: Leonardo DiCaprio, Revenant
Bisa menang: Bryan Cranston, Trumbo
Yang saya jagokan: Michael Keaton, Spotlight

2015-07-30-09_46_02-spotlight-trailer-1-2015-mark-ruffalo-michael-keaton-movie-hd-youtube
Michael Keaton di Spotlight

Maaf kalau yang saya jagokan dinominasikan saja tidak. Menurut saya Keaton got snubbed, big time. Tetapi kalau Leo yang dimenangkan, rela juga sih. Memang sudah waktunya. Dan kalau para juri mau jahat dan tetapi tidak memenangkan Leo, menurut saya akting kuat berikutnya adalah Bryan Cranston. Saya menikmati sekali peran dia di Trumbo.

Kategori: Actress in a Leading Role

Kemungkinan besar menang: Cate Blanchett, Carol
Bisa menang: Brie Larson, Room
Yang saya jagokan: Brie Larson, Room

room
Brie Larson di Room

Sebelumnya terkenal dari film-film teen dan independent, sungguh menyenangkan melihat Brie Larson menunjukkan begitu banyak dimensi di Room. Juga, nanti rak Cate Blanchett jangan-jangan sudah penuh dengan dua Oscar yang dimenangkan sebelumnya.

Kategori: Actor in a Supporting Role
Kemungkinan besar menang: Sylvester Stallone, Creed
Bisa menang: Mark Ruffalo, Spotlight
Yang saya jagokan: Tom Hardy, Revenant

tom_hardy_91447
Tom Hardy di Revenant. Atau John Fitzgerald?

Tom Hardy begitu mencuri perhatian di Revenant, bisa jadi dia adalah alasan (kalau) Leo tidak menang. Mungkin dia memang bukan aktor yang sangat simpatik (kabarnya), tetapi seperti satu lagi aktor yang memiliki reputasi sama, Russel Crowe, dia bisa menghilang di satu peran, sehingga saya lupa, where Hardy ends and Fitzgerald begins. But my suspicion is, out of R.E.S.P.E.C.T and fellow white old man empathy, the jury will pick Sylvester Stallone. Yang sebenarnya sama sekali bukan pilihan yang buruk juga.

Kategori: Actress in a Supporting Role
Kemungkinan besar menang: Kate Winslet, Steve Jobs
Bisa menang: Jennifer Jason Leigh, The Hateful Eight
Yang saya jagokan: ermmm siapa ya?

article20lead20-20wide1002418115gktaz8image-related-articleleadwide-729x410-gktarn-png1446905993042-620x349
I want to be Daisy Domergue if it means I could stand between Kurt Russel and Tim Roth!

Terus terang saya tidak punya rasa keterikatan yang lebih besar terhadap salah satu maupun dua dari yang dinominasikan di kategori ini. Semua orang seperti terkagum-kagum oleh Jennifer Jason Leigh, tetapi menurut saya, sulit untuk tidak menjadi gila dalam memerankan seorang Daisy Domergue di sebuah film yang disutradarai oleh Quentin Tarantino. Siapapun aktris yang dipasang di situ akan berbuat kurang lebih sama. Karena karakternya memang sudah pada posisi yang dramatis. Sama seperti pikiran saya terhadap karakter Lupita Nyong’o di 12 Years A Slave. You can’t downplay a female slave being tortured relentlessly unless you’re a really really bad actor. Kate Winslet, on the other hand, menurut saya yang membawa Steve Jobs menjadi film yang (agak) istimewa.

Kategori: Directing
Kemungkinan besar menang: Revenant
Bisa menang: Mad Max: Fury Road
Yang saya jagokan: MAD MAX: FURY ROAD TENTU SAJA

madmax
There’s always room for another Hardy in my post <3

Kalau saya tidak salah tengarai, kategori ini biasanya dimenangkan oleh film yang banyak memberi tantangan kepada sutradaranya dalam hal mengarahkan. Jika Anda sudah menonton Revenant dan Mad Max, tentu bisa membayangkan betapa stresnya menyutradarai kedua film ini. Tetapi, seperti Birdman, saya sering curiga kalau stres yang dialami Iňárritu kebanyakan adalah self-inflicted karena dia begitu sok keren. “Gue mau bikin film yang seolah tak ada cut ah, satu continuous shot gitu” maka jadilah Birdman. “Gue mau bikin film yang hanya pakai natural light ah, nggak ada deh lampu lampu nggak alami gitu” maka jadilah Revenant. Jadi, semoga para juri ngeh betapa tidak kerennya sok keren itu dan memberikan piala ke George Miller. Karena tantangan yang lebih besar dari menyutradarai Mad Max: Fury Road adalah harus membuat Happy Feet dan Happy Feet 2 sebelumnya! Just kidding. Feel free to disagree with me on the comment below. Have a great Friday!

4 thoughts on “Ramalan Oscar Egois Leave a comment

  1. Antara Brie sama Cate Blanchett.. Bagus-bagus sih ini, ada Jen Law, Charlotte rampling, sama Saoirse. Tapi Brie kayanya..
    Kalau supporting actress, Vikander.
    Pengennya Eddie Redmayne buat best actor tapi kasian Leo nanti..

  2. Cate Blanchett gak terlalu banyak dijagokan orang di Oscar musim kali ini. She’s terrific, of course. But it’s a two-hander film: Carol could not work without both Cate Blanchett and Rooney Mara together. So this time, it’s Brie Larson, locked and locked.
    Best Supporting Actress, kayaknya Alicia Vikander. History shows that Best Supporting Actress tends to favor this kind of role, i.e. long suffering, neglected spouse. Remember Jennifer Connelly in A Beautiful Mind?

    1. Who could forget Jennifer Connelly in A Beautiful Mind? Yang satu-satunya belum gue tonton memang The Danish Girl si Pal, so I stand corrected hehehe

Leave a Reply