Definisi Sehatmu

Setelah sempat (walau sebentar sekali) merasa mengerti banyak soal makanan sehat dan nutrisi, kemudian saya membaca semakin banyak, sehingga rasa itu hilang. Benar sekali kata kata bahwa, semakin kita mencari tau, semakin paham juga kita kalau kita tidak pernah cukup tau. Malah saya jadi semakin mengerti kalau tubuh manusia itu nyaris tidak ada yang sama. Begitu juga pemahaman mereka tentang apa itu ‘makanan sehat’. Bahkan saya yakin jika saya menanyakan ke lima orang saja, apa menurut mereka yang termasuk clean eating, saya yakin saya akan mendapat jawaban yang berbeda. Yang saya sering dengar adalah; makanan yang direbus atau dikukus, tanpa garam apalagi santan, dan minus makanan yang mengandung kolesterol tinggi. Sementara makanan ‘sehat’ saya justru sebaliknya.

Karena tubuh manusia tidak ada yang sama, karena itu diet juga tidak bisa dipatok one size fits all. Satu pola makan yang baik untuk satu orang belum tentu memiliki efek yang sama ke orang lainnya. “Dietku untukku, dietmu untukmu,” kata Mas Edy trainer bootcamp kami tersayang. Atau “lakum dietkum, waliyadiet” (lalu kesambar petir). Dari hobi membaca soal nutrisi dan kesinambungannya dengan kesehatan saya juga melihat kesamaan informasi, seperti; sebagian besar masalah kesehatan yang kita alami itu akibat peradangan, atau inflamasi. Peradangan adalah bagian dari sistem imun kita yang bereaksi terhadap cidera atau benda asing, tetapi peradangan yang berkepanjangan biasanya sangat berhubungan erat dengan apa yang kita konsumsi alias makanan. Sekali lagi, makanan apa yang buat kita bisa memperburuk peradangan, itu biasanya ada perbedaan antara satu manusia dan manusia lainnya. Tetapi, para dokter (paling tidak dari mereka yang bukunya saya baca) biasanya ada kecurigaan beralasan dengan kelompok makanan tertentu. Jadi jika kita merasakan rasa sakit yang tak kunjung hilang, migren kambuhan, asma yang sering kumat, sering masuk angin, cepat merasa lelah dan masalah pencernaan, mungkin tidak ada salahnya mencoba sesuatu, dan tidak hanya pasrah dan berpikir kalau penyakit itu memang sudah ditakdirkan menjadi bagian dari hidup Anda atau faktor ‘U’.

9d776ddd040c914e078be2ec8516af78
Kutipan dari buku It Starts with Food.

Memang dasarnya saya suka eksperimen, ketika saya membaca satu buku; It Starts with Food saya merasa langsung ingin membuktikan, apakah teori di buku tersebut benar mengenai jenis jenis makanan yang mendukung peradangan. Lalu saya membuat percobaan pada diri sendiri; selama 30 hari, mengenyahkan gula, grains (termasuk gandum, nasi, oat dan sebangsanya), produk susu, polong polongan (termasuk tahu dan tempe) dan melihat efeknya ke badan saya. Dua minggu pertama terasa sangat berat, apalagi sebelumnya saya pencinta roti manis. Saya baru tau kalau sugar withdrawal menyebabkan mimpi warna warni yang sangat jelas selama beberapa malam. Juga halusinasi seperti diikuti dengan aroma roti baru keluar dari oven ke mana pun saya pergi. Tetapi ketika semua itu lewat, saya pun melihat hal hal yang cukup menyenangkan. Migren yang biasanya saya alami paling tidak seminggu sekali, hilang. Masuk angin yang umumnya terjadi kalau saya terlambat makan, tidak lagi. Energi saya terasa seperti ketika usia 20an lagi. Olahraga yang tadinya seminggu sekali saja saya seperti ogah ogahan, ada keinginan untuk menambah frekuensi lagi dan lagi. Setelah 30 hari menjalani pola makan dengan protein, sayuran dan sedikit buah itu, kemudian saya pelan pelan mencoba jenis makanan yang tadinya dilarang, untuk mengetahui sebenarnya saya sensitif terhadap apa. Ternyata setiap kali saya mencicipi nasi, migren saya selalu kembali.

Fast forward hampir tiga tahun kemudian; hari ini. Saya bukan menyatakan bahwa saya the epitome of healthy lifestyle, tetapi bisa dikatakan saya merasa lebih baik sekarang dibandingkan hampir seluruh usia 30an. Tidak fanatik 100%, dan sudah mengalami evolusi beberapa kali, tetapi saya sebisa mungkin menjaga agar pola makan saya bersih dari gula, grains, dan makanan olahan terutama yang dalam kemasan. Kalau kita terkadang khawatir jika terkena kotoran di kulit kita, kenapa kita tidak khawatir dengan apa yang dimasukkan ke dalam tubuh kita alias makanan? Mungkin kalau memang ingin ada perubahan dalam hal kesehatan, bisa mencoba sesuatu yang baru. Apapun itu definisi clean eating menurut Anda

.00f339383e52d7e90b16a2ea3b9709bc

Iklan

6 thoughts on “Definisi Sehatmu

  1. Thank u for sharing. Banyak orang salah kaprah soal clean eating. Clean eating memang bukan diet yang trendy, tetapi merupakan gaya hidup yang perlu dijalankan secara konsisten. Saat ini, banyak tren diet yang menjerumuskan pelakunya ke dalam pola makan tak sehat yang bisa membahayakan. Ini yang mesti diubah. Salam

    Suka

  2. Ping-balik: diet | RoySayur.com
      1. Tulisannya menyebut kebalikan pola makanan sehat orang kebanyakan. Aku juga beberapa kali coba tapi selalu kalah di saat bergaul makan bareng dan ketika lagi sibuk-sibuknya ga bisa pilih-pilih makan.

        Suka

        1. Memang ngga gampang huhu, tetapi kalau sudah merasakan manfaatnya, rasanya jadi insentif untuk stick to it. Makan di resto juga bisa kok diatur supaya LCHF 🙂 coba lagi dwonk!

          Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s