Aku Berlindung Dari Gempuran Iklan Yang Mengepung

Tiada hari tanpa Star Wars. Itulah yang terjadi selama setahun terakhir ini. Setahun? Rasanya lebih ya. Mungkin dua tahun. Yang jelas, sejak J.J. Abrams diumumkan menjadi sutradara baru Star Wars, publik langsung terkesiap. We sit up and take notice. Dan sejak saat itu, bergulirlah pelan-pelan iklan tentang Star Wars baru ini.

Mulai dari isu bocornya script. Lalu pengumuman siapa saja yang membintangi film ini. Lantas foto mereka berkumpul untuk table read atau membaca naskah film bersama-sama. Kemudian foto-foto suasana syuting diunggah ke media sosial. Bintang-bintang baru di-brief dengan cermat agar tidak membocorkan rahasia cerita. Boleh saja diwawancarai tentang Star Wars, tapi mereka biasanya akan tersenyum, memberikan jawaban yang vague atau tidak berkomentar sama sekali. Tentu saja ini menimbulkan analisa macam-macam, yang berujung pada spekulasi cerita. Muncullah berbagai teori cerita di forum-forum. “Permainan” ini semakin memanas saat judul baru resmi diumumkan. The Force Awakens. What kind of force? Whose force? Why does it need awakening?

IMG_1599

Teaser trailer dan teaser poster muncul. Para fans berteriak. Beberapa bulan kemudian, final trailer dan final poster diluncurkan. Para fans menjerit. Komentar menggebu-gebu bermunculan di berbagai media, mulai dari media massa konvensional sampai media sosial. Mulai dari yang menyembah-nyembah sampai yang mencaci maki.

Dan sekarang, saat ranggal rilis sudah sangat dekat, gempuran itu semakin terasa. Kalau saya pergi dan pulang beraktivitas, pasti saya akan melewati jalan-jalan besar dengan billboard berisi iklan promosi gratis tiket Star Wars. Mulai dari bank, ponsel, sampai produk F&B.

IMG_1597

Atau ada juga yang menawarkan produk merchandise Star Wars. Kalau lagi kena macet, maka saya akan membuka ponsel. Eh lha kok ada promosi gratis tiket Star Wars plus merchandise juga di beberapa aplikasi obrolan. Buka media sosial, ada yang mengunggah sampul beberapa majalah. Isi sampulnya? Apalagi kalau bukan karakter-karakter Star Wars. Tentu saja dalam berbagai versi. Malah ada yang sampai 8 versi.

Tidak menampilkan sampul? Majalah pun masih memuat iklan bertema Star Wars. Saya berpikir, iklannya pasti seputar produk-produk untuk para fanboys, pangsa pasar terbesar film in. Ternyata tidak. Produk kosmetik remaja putri pun bisa masuk mendukung franchise ini!

IMG_0923

Kemarin pagi saya curhat ke salah satu grup WhatsApp, “Gila ya. Brand sebesar Star Wars iklannya jor-joran di mana-mana. Ini udah sampai taraf mengepung sih. Online, offline, no product and no one is immune from Star Wars. Atau karena brand-nya sebesar Star Wars, makanya semua mau jump in?’

Salah satu teman berkata, “Mungkin meskipun brand udah besar, tapi bisa jadi mereka insecure juga dengan kepungan aktif model film-film Marvel ya, Val. Walaupun nggak ada yang rilis barengan, but still, it’s comparable. Mana figurines yang lebih bagus, mana merchandise yang lebih oke. Dan pangsa pasarnya kan mirip.”

Makes sense, saya bilang. Apalagi sampai 10 tahun lalu, ketika film terakhir Star Wars diluncurkan, Marvel belum menunjukkan dominasinya. Justru Marvel mengisi kekosongan Star Wars (live action version ya) dalam satu dekade terakhir ini.

IMG_1598

Lalu teman lain berujar, “Aduh, aku lelah melihat Star Wars di mana-mana ini. Malah menurunkan hype dan membuat aku jadi over expecting.”

Hahaha, kok bisa sih?

Lanjutnya, “Ya abis, udah dari awal kena exposure Star Wars ini. Dari awal banget. Udah tau tampang cast-nya sekarang kayak gimana. Udah kebayang kayak gimana look filmnya. Jadi gak misterius lagi, gitu lho. Gak ada sense of anticipation jadinya. Eh ini berlaku juga buat film-film lain, ding. Gak cuma Star Wars. Mau film dari dalam negeri, atau luar negeri, kayanya sama aja sekarang effort promosinya.”

Lho kan tujuannya supaya mengajak orang tahu proses pembuatannya gimana? Jadi merasa dekat gitu? Nggak ya?

Pungkasnya, “Ya nggak lah. ‘Kan aku mau nonton di bioskop supaya bisa deg-degan anticipating gitu. Mendingan cuma tau dikit, cukup tau judul, sinopsis yang gak panjang-panjang, pemainnya siapa, posternya kayak gimana, udah. Lha ini kan kayak aku ikut bikin filmnya, udah tau dari awal. Hahaha.”

Saya ikut ketawa. Lalu saya menambahkan sambil menanyakan, bukankah semuanya begitu? Maksudnya, dengan kehadiran media sosial dalam genggaman kita setiap saat, bukankah semuanya ingin berbagi setiap saat, setiap waktu?
Tentu saja ini berlaku buat semua orang, semua produk, semua aktivitas dengan akun media sosial. Of course there is too much noise out there. And how you beat the noise? By creating bigger, louder noise. Toh tinggal kita yang memilah dan memilih apa yang kita mau ikuti.

IMG_0997

Artinya, kepungan dan serangan promosi itu tidak bisa dihindari. It is inevitable. Kalau mau berlindung, take cover. Log out atau matikan ponsel sementara waktu, atau abaikan dan hiraukan saja. Saat ini diperkirakan ada tiga milyar jenis informasi dalam teks dan gambar yang berseliweran di dunia maya setiap detiknya. Tiga milyar. Setiap detik. Kita sudah terbiasa menerima begitu banyak informasi setiap saat mata kita menatap gawai. Dari yang terbiasa menerima, feeling overwhelmed mungkin pada awalnya, akhirnya kita mau tidak mau akan memutuskan informasi mana yang akan kita terima berdasarkan kedekatan hati. Ini sesuai dengan beberapa tulisan Glenn akhir-akhir ini.

Lalu, siapa yang dekat dengan Star Wars? Tentu saja mereka yang sudah akrab dengan franchise berusia hampir 40 tahun ini. Mereka yang menonton dulu sudah menjadi orang tua, bahkan kakek sekarang. Mereka mungkin menularkan kecintaan mereka ini kepada anak dan cucu mereka. Lagi pula, brand ini harus diakui cukup pintar menjaga rentang waktu dari satu trilogi ke trilogi lain. Tentu saja saya lebih familiar dengan trilogi ke-1 sampai ke-3 dari tahun 1999 ke 2005, meskipun dari segi kualitas, jauh lebih suka trilogi ke-4 sampai ke-6 dari tahun 1977 sampai 1983.

Ada faktor nostalgia yang berperan besar juga dalam kepopuleran brand Star Wars, dan juga franchise lain.
Kenapa bisa nostalgia sells?
Lebih baik kita sambung minggu depan ya.

Cukup juga ‘kan waktu seminggu buat Anda menimbang-nimbang buat nonton Star Wars nanti bareng kami?

IMG_1006

Iklan

4 thoughts on “Aku Berlindung Dari Gempuran Iklan Yang Mengepung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s