Tiga Pertanyaan

Selesai membaca Modern Romance-nya Aziz Ansari yang direkomendasi oleh Nauval membuat saya memikirkan hal-hal yang ada hubungannya dengan kencan. Terutama kencan pertama. Menurut buku tersebut, lajang zaman sekarang lebih sering melakukan kencan pertama, tetapi jarang yang melakukan kencan kedua dan seterusnya. Disambung lagi dengan pernyataan kalau saja, para lajang ini mau berinvestasi kepada satu orang, dan mengajaknya untuk berkencan untuk kedua, ketiga, keempat bahkan kelima kalinya, kesempatan untuk mendapatkan pasangan yang cocok akan meningkat dengan drastis.

“Lalu kalau orang ini bikin ilfil dari pertama berkencan bagaimana?” Pertanyaan di kepala saya juga Anda. Terkadang kita membiarkan diri begitu cetek sehingga menilai seseorang di awal pertemuan dari kata-kata yang dilontarkan yang berupa pendapat yang sangat bertentangan atau sejalan dengan apa yang kita pegang. Walau terdengar kurang valid, tak jarang cara ini sebenarnya bisa jadi jalan cepat untuk menyaring weirdos (dalam standar kita) sehingga kita tak perlu menghabiskan waktu percuma. Biasanya setiap orang ada pertanyaan yang suka dilontarkan di kencan pertama, dan jawaban dari pertanyaan ini bisa jadi deal-breaker atau membuat ingin maju dan melakukan kencan berikutnya. Kalau dalam pikiran Anda pertanyaan ini adalah mengenai tekun beragam dan solat lima waktu, lebih baik Anda tutup tab ini. Karena menurut saya, di kencan pertama semua harus dijaga agar tidak terlalu personal dan menyelidiki terlalu dalam. Jaga agar percakapan lebih mengarah ke yang umum saja.

Dari dahulu kala, pertanyaan favorit saya di kencan pertama adalah, “Suka film horor?” Untuk mendapatkan tanggapan yang sangat beragam. Anda akan terkejut (atau malah tidak terkejut) bahwa ternyata banyak sekali orang yang tidak suka film horor. Terkadang saya merasa sendirian di dunia ini (drama). Walaupun tanggapan dari pertanyaan saya ini terkadang negatif, saya berusaha tidak menghakimi si penjawab. Saya sangat memaafkan kalau dia menjawab tidak suka tetapi sebenarnya sikapnya masih terbuka untuk mencoba, karena merasa selama ini mungkin yang ditonton adalah tipe horor yang salah. Tetapi (percaya tidak percaya), ternyata memang yang memiliki level antusiasme yang sama soal film horor dengan saya, biasanya akan bertahan lama hubungannya. Apakah itu akhirnya berteman, jadi sahabat, atau jadi pacar selama bertahun-tahun (hey, you). Saya pikir itu hanya kebetulan.lol12

Rupanya bukan kebetulan, karena dikonfirmasi oleh OKCupid. Mengenai pertanyaan yang sering dilontarkan di kencan pertama, ternyata bukan soal agama dan kebiasaan merokok yang bisa memprediksi apakah Anda akan sukses di tahap berikutnya sebagai pasangan (dan bertahan lama). Tiga pertanyaan yang justru jadi penentu terbesar adalah: Apakah kamu suka film horor? Apakah kamu pernah bepergian ke luar kota/ negeri sendiri? Apakah kamu merasa suatu hari bisa memindahkan semua yang kamu miliki untuk hidup di sebuah perahu? Menurut OKCupid, pasangan yang menjawab sama di ketiga pertanyaan itu memiliki 35 persen kesempatan untuk memiliki hubungan dan bertahan lama. Berarti metode saya selama ini tidak salah salah banget ya. Kira-kira apa ya, analisa psikologinya? Mungkin akan saya telaah dulu, dan dilaporkan di minggu minggu depan. Sementara menunggu, mungkin buat Anda yang akan berkencan pertama bisa mencoba melontarkan ketiga pertanyaan itu. Lalu laporkan di ruang komentar bawah ini.e25

Iklan

7 thoughts on “Tiga Pertanyaan

  1. ga suka film horror. tapi mau menemani doi yg menurut gue menawan. ga peduli kalo misalkan akhirnya doi tau gue ga nyaman dgn film horror. gue pengen doi ngeliat gue apa adanya. kalo ok, kita, akan lanjut.

    Suka

  2. It was said (by my psych prof) that we tend to look for someone that mirroring ourselves. So if you asked a question and got the satisfying answer, you have two fates:
    1. You meet the one
    2. Your partner was just trying to impress you

    And I think the second option is more common nowadays…

    Btw I cannot remember how did I get my first dates, but honestly I’m no good in impressing people nor saying nice things… So when I met someone more ‘jutek’, I will be impressed…. Hahahaha

    Suka

    1. Trudat. But I think (most probably) this will be tested out in the long run, whether the guy/gal who wanted to impress followed through.

      I too, am not comfortable with compliments, but jutek mudah mudahan ngga si, just be polite and generally nice also agreeable, no matter how the date goes.

      Suka

  3. Ini waktu kencan pertama malah diajak nonton film horor dianya yg ngajak takut akunya malah gak takut sama sekali.
    Aku juga suka film horor mbak .. eheheh 😁✌

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s