20 Album Berusia 20 Tahun di 2015 (Bagian 1)

Setiap generasi punya musiknya sendiri.

Inilah yang selalu saya percayai. Kenapa begitu? Karena tidak akan pernah habis-habis perdebatan soal era musik yang baik.
Mereka yang tumbuh dan berkembang di era 70-an pasti akan menyebut musik era 70-an adalah yang terbaik. Lalu mereka yang menggeliat di era 80-an pasti akan dengan bangga mengakui kalau musik era 80-an adalah yang paling mumpuni. Demikian seterusnya lingkaran ini bergerak.

Yang pasti, musik yang kita dengar pada saat tumbuh dan berkembang adalah musik yang akan mengendap di diri kita paling lama. Kapan kita tumbuh dan berkembang? Umumnya pada saat kita remaja.

Saat dunia kita umumnya terkonsentrasi hanya pada sekolah dan di luar sekolah, kita bisa lebih mudah mengapresiasi apa yang sedang menjadi trend waktu itu. Kalau perlu, dikonsumsi langsung dengan cara apapun. Seakan-akan fokus hidup kita hanya untuk sekolah, dan menjadi dikenal di sekolah.

Buat saya dan jutaan orang Indonesia yang menjalani usia belasan tahun di era pertengahan 90-an, mengkonsumsi musik berarti:
– menabung untuk membeli kaset, karena CD mahal sekali, dan belum tentu tape recorder kita punya tempat untuk memainkan CD;
– pinjam teman sekelas, dengan janji akan dituliskan lirik lagunya, kalau di dalam kaset tidak ada teks lagu di leaflet kaset;
– membaca tangga lagu di majalah HAI, dan pura-pura tahu lagu apa saja yang lagi ngetop;
– menunggu radio memutarkan lagu itu;
– kalau lagunya lagi ngetop, minta request lagu, dengan harapan request dan ucapan salam pengantar lagu ke calon pacar bisa dibacakan;
– kalau gak punya calon pacar, cukup menyiapkan kaset kosong, lalu siap-siap merekam lagu dari radio dengan intuisi sempurna kapan harus tekan tombol “stop” sebelum suara penyiar ikut ke dalam rekaman kaset;
– nonton di MTV yang direlay Anteve, meskipun kemungkinannya kecil, karena keburu kalah oleh ibu dan kakak yang menonton telenovela.

Kalau dibaca Anda yang baru lahir di tahun 1990-an akhir proses mendengarkan lagu di atas, kok kelihatannya ribet ya? Mungkin kalau dibandingkan dengan era streaming sekarang, jelas berbeda. Maklum, kami adalah generasi terakhir remaja tanpa akses Internet, bahkan baru punya alamat email sebelum krismon (krisis moneter).

Memang tidak ada pilihan lain. Tapi saya lebih senang menyebutnya dengan “there is this art of waiting in consuming the music.”

Sebagai seorang anak sekolah yang tidak terlalu cemerlang prestasi akademisnya, malah mengisi dengan ikut kegiatan ekstra kurikuler, dulu saya lebih senang menghafalkan lirik lagu ketimbang menghafalkan rumus fisika. Uang saku yang diberikan orang tua habis untuk membeli majalah dan kaset.

Satu kaset yang baru bisa dibeli setelah menabung sebulan, bisa didengarkan berulang-ulang sampai pita kaset jadi keriting. Satu album yang berisi 12-13 lagu bisa kita hafalkan dari awal sampai akhir. Kita tidak bisa pindah lagu dari satu album ke album lain hanya dengan satu click, karena jaman itu ya apanya yang mau diklik?

Dan tidak terasa, titik pertengahan era 90-an, tahun 1995, sudah berusia 20 tahun.

Beberapa situs internet “merayakan” sejumlah album musik yang dianggap masih layak didengar dua dekade kemudian.

Di bawah ini ada beberapa album yang dulu pernah saya beli, saya rawat dan saya dengarkan berulang kali. Mereka mungkin bukan yang “terbaik”.
Tapi yang pasti, lagu-lagu di setiap album ini pernah begitu kuat terpatri di memori.

Oleh karena itu, urutan dua puluh album yang tahun ini berusia dua puluh tahun dibuat berdasarkan abjad judul albumnya. Mereka adalah:

1. The Beatles Anthology: Volume 1

The Beatles Anthology Vol. 1 (Wikipedia)
The Beatles Anthology Vol. 1 (Wikipedia)

“Hanya” dengan bermodalkan lagu “Free as a Bird”, lagu terbaru The Beatles dalam 25 tahun, album ini sempat membuat heboh industri musik … dan saya, yang kebat-kebit deg-degan karena akhirnya bisa beli dan punya album The Beatles sendiri!

2. Batman Forever OST (Various Artists)

Batman_Forever_soundtrack

Michael Keaton adalah Batman di masa kecil saya, Christian Bale adalah Batman di masa dewasa saya, George Clooney adalah Batman yang sebaiknya kita lupakan, sementara Val Kilmer adalah Batman di masa remaja saya. Sekumpulan lagu di album ini membuat saya sempat menyukai aliran musik alternative. Meskipun tidak semua lagu ada di film, tapi album ini masih bisa dinikmati sebagai album utuh yang berdiri sendiri. Tentu saja, yang paling sering direwind alias diputar berulang kali adalah “Hold Me, Thrill Me, Kiss Me, Kill Me” (U2) dan “Kiss From a Rose” (Seal).

3. Bidadari (Andre Hehanussa)

Bidadari (Wikipedia)
Bidadari (Wikipedia)

Ada tiga lagu jagoan di album ini, yaitu “Bidadari”, “Karena Kutahu Engkau Begitu”, dan “Kuta Bali”. Itu sudah cukup buat saya membeli kaset ini tanpa pikir panjang lagi waktu itu. Dan tidak ada remaja Indonesia waktu itu yang tidak tahu lagu-lagu tersebut. Ngomong-ngomong, apa kabar om Andre sekarang ya?

4. Bintang-Bintang (Titi DJ)

Titi_-bintang

Album yang manis. Lagu yang menyenangkan. Entah di mana sekarang kaset album ini berada. Lagunya mengingatkan saya pada suasana sore hari yang gerimis sambil berjalan kaki sepulang sekolah.

5. Dangerous Minds OST (Various Artists)

Dangerous Minds OST (Wikipedia)
Dangerous Minds OST (Wikipedia)

Pendongkrak membeli album ini adalah lagu “Gangsta’s Paradise” yang dinyanyikan Coolio. Sehari bisa diputar dua puluh kali di radio waktu itu. Tapi setelah didengarkan seluruh album, banyak lagu yang rap dan R&B yang enak buat diputar di pertandingan basket antar kelas. Dan tentu saja, semakin sah pakai kemeja flannel kotak-kotak.

6. Daydream (Mariah Carey)

Daydream (Wikipedia)
Daydream (Wikipedia)

Kita tidak akan pernah bisa menjangkau suara tinggi jutaan oktaf persis seperti Mariah Carey. Tapi kita dengan pede ikut bernyanyi lagu “Fantasy” atau “Always Be My Baby” setiap dua lagu itu diputar.

7. Design of a Decade (Janet Jackson)

Design of a Decade (Wikipedia)
Design of a Decade (Wikipedia)

Gara-gara lagu “Runaway”, saya beli kaset ini. Tentu saja satu album enak semua, karena ini adalah kumpulan hits Janet Jackson, dengan dua lagu baru. Meskipun menyenangkan, tapi entah kenapa rasanya berbeda. Tidak seperti waktu membeli album Janet Jackson sebelumnya yang diberi tajuk “janet.”. Banyak desahan di album itu. Bikin deg-deg ser …

8. Dunia (GIGI)

Dunia (Wikipedia)
Dunia (Wikipedia)

Sekolah saya pernah didatangi GIGI. Kami disuruh pulang cepat, karena kelas akan dikosongkan sebelum GIGI manggung. Saya dan teman-teman, yang sudah terlanjur hapal di luar kepala lagu “Janji” dan “Nirwana”, memilih menunggu. Tapi GIGI terlambat datang. Kami keburu lapar, dan kami pun pulang. Toh ketika ada jam kosong, kalau ada yang bawa gitar, pasti akan menyanyikan salah satu dari dua lagu di atas.

9. HIStory: Past, Present and Future, Book I (Michael Jackson)

HIStory: Past, Present and Future, Vol. 1 (Wikipedia)
HIStory: Past, Present and Future, Book I (Wikipedia)

Ada teman satu sekolah yang terdaftar jadi anggota resmi fan club Michael Jackson. Waktu album ini mau keluar, hampir tiap hari bolak-balik ke toko kaset yang berbeda, untuk memastikan bahwa album ini sudah dijual apa belum. Hari pertama, dia langsung beli. Saya cuma bisa ikut mendengarkan lewat Walkman yang dia bawa diam-diam ke sekolah. Langsung jatuh cinta dengan “Scream”, “Earth Song”, dan tentunya “You’re Not Alone”.

10. Jagged Little Pill (Alanis Morissette)

Jagged Little Pill (Wikipedia)
Jagged Little Pill (Wikipedia)

Pengakuan: inilah album pertama yang saya hapal dari depan sampai belakang. Itu maksudnya, dari lagu pertama di side A, sampai lagu terakhir di side B. Dari “All I Really Want” sampai “Wake Up”. Tentu saja yang masih hapal di luar kepala sampai sekarang adalah “You Oughta Know”, “Head over Feet”, “Ironic”, “You Learn“, “Hand in My Pocket” … Eh banyak juga ya.
Sebagai “anak daerah”, kecewa karena Alanis Morissette hadir cuma semalam saja konser di Jakarta pada saat ulangan catur wulan. Semoga dia akan datang kembali suatu saat nanti.

Eh lho, katanya 20 album? Kok baru 10?

Sabar ya.

Sisa 10 album berikutnya, ditambah bonus, ditunggu saja minggu depan.

Sekarang, silakan dengarkan satu per satu lagu di bawah untuk menemani hari ini.

Ada request?

Posted in: @linimasa

Tagged as: , ,

15 thoughts on “20 Album Berusia 20 Tahun di 2015 (Bagian 1) Leave a comment

    1. Boyz II Men “II” dirilis tahun 1994, sementara Madonna’s “Bedtime Stories” dirilis juga di tahun 1994. Meskipun kayanya beli album Bedtime Stories awal tahun 1995. 🙂

  1. Hampir semua album saya punya. Highlight on Mariah Carey Daydream. Lagu favorit saya di album itu #9. Melt Away di mana dia duet dengan Baby Face. Album ini adalah CD PERTAMA saya. Hahaha…

    Runaway dari Janet juga favorit saya. Dan memang album Alanis itu adalah wajib hafal di masanya. Video klipnya yang disensor dan diberitakan karena “saru” pada jamannya…

    Hahaha thanks for the article. I laughed a lot

    1. Eh jadi penasaran. Video klip Alanis yang disensor yang mana ya? Seinget saya, video klip yang dia telanjang bulat itu dari lagu “Thank You” di album berikutnya kan? Ini sambil inget2 juga video klip dari album “Jagged Little Pill”. Males browsing di Youtube. Hahahaha.

Leave a Reply