Kerja, Kerja, Kerja

Selamat datang di hari pertama di tahun 2015.

Saya tidak tahu harus menulis apa hari ini.
Dari semalam saat kami bertujuh berceloteh ringan di grup Whatsapp, saya sudah “mengancam” kalau hawa sejuk menjelang pergantian tahun ini membuat bingung dan malas menulis apapun di Linimasa hari ini. Padahal momennya luar biasa: hari pertama di tahun baru. Sebelum “ancaman” untuk mengunggah foto seronok diri sendiri benar-benar terlaksana, saya memilih untuk tidur. Untungnya, sebelumnya saya sempat berdoa kepada Tuhan bahwa saya dan banyak orang masih diberi keselamatan melewati tahun 2014 yang berat. Tidak lupa juga berterima kasih, karena seumur hidup tidak pernah foto seronok.

Tahun yang lewat terasa berat. Banyak teman berkata sama di jejaring media sosial. Terasa semakin berat saat kita baru saja mengakhirinya kemarin dengan musibah besar. Musibah yang membuat kita semakin sadar bahwa hidup adalah sepenuhnya milik Tuhan. Tidak ada yang tahu kapan hari terakhir kita di bumi.

Yang kita tahu adalah kita punya waktu. Meskipun tak ada yang tahu sampai kapan waktu berjalan, tapi kita punya waktu: masa lalu, sekarang, dan masa depan yang tak terbatas.
Kita punya kemampuan untuk merencanakan apapun yang kita mau capai dengan tolok ukur waktu.

Mulai hari ini, mas-mas kuli bangunan mungkin sudah mempunyai rencana untuk bekerja dan menabung mengumpulkan uang, supaya Lebaran bisa bawa anak dan istri mudik.

Mulai dari beberapa bulan lalu, mbak-mbak pekerja kantoran sudah melingkari hari-hari cuti bersama, karena sudah terlanjur beli tiket promo murah buat jalan-jalan.

Teman saya yang terdampar di lautan bekerja di kilang minyak hanya bisa tersenyum melihat obrolan riuh-rendah kami di grup LINE di saat dia rehat sejenak dari pekerjaannya. Tanpa membalas, kami tahu dia ikut membaca celotehan tidak penting kami.

Saya sendiri terus bekerja sampai jam 7 malam kemarin. Selain ada proyek festival yang tidak bisa menunggu di bulan Maret nanti, saya memilih untuk bekerja sekarang agar bisa cuti sejenak tanpa gangguan di beberapa bulan ke depan.

Kerja, kerja, kerja.

Demikian pesan Presiden Joko Widodo saat dilantik pada bulan Oktober 2014 yang lalu. Pelantikan yang sungguh dramatis, mengingat segala usaha menjatuhkan dia dari dulu sampai sekarang.
Namun seorang Joko Widodo dari ribuan Joko Widodo yang lain (akuilah, ini nama pasaran), adalah kemampuannya untuk melawan kritikan dan tuduhan dengan bekerja. Kita semua terkesiap saat tanpa banyak kata-kata protokoler, Joko Widodo turun tangan langsung dalam proses pencarian jatuhnya pesawat QZ 8501. Dia menelan pil pahit mengumumkan kenaikan harga BBM. Akhirnya, presiden bisa memberikan contoh langsung, bukan lewat pidato bombastis.

Let our work shows who we really are: our whole being, our saving, our attitude, our behavior, our choices, our determination, everything about us.

Di tahun 2015, bekerja bukanlah pilihan. Tapi bekerja adalah kewajiban.

Yang sakit akan bekerja sesuai kemampuan untuk bisa sehat lagi.

Yang sehat akan terus bekerja agar hidup semakin layak untuk dijalani.

Gagal di satu hari, masih ada 300 hari lain.

Lalu ke mana 60-an hari yang lain? Istirahat. Jalan-jalan. Liburan. Kita manusia yang perlu mengisi ulang energi diri saat menurun.

Dan untuk itulah kita perlu bekerja.

Welcome to the new year.

Desa Sewon, Bantul, Yogyakarta, 1 Januari 2014. Petani siap bekerja. (Courtesy of Nauval Yazid.)
Desa Sewon, Bantul, Yogyakarta, 1 Januari 2014. Petani siap bekerja. (Courtesy of Nauval Yazid.)
Iklan

6 thoughts on “Kerja, Kerja, Kerja

  1. Selamat tahun baru 2015 utk penulis kreatif di blog ini. Saya berterima kasih masih ada rekan-rekan yang selalu membuat tulisan yg menyegarkan hati setiap harinya. God bless you all..

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s