Orgasme Tanpa Penetrasi

CtR

Sugih tanpa Bandha, Digdaya tanpa Aji, Nglurug tanpa Bala, Menang tanpa Ngasorake

Meme dengan sebaris kata-kata, quote, kata-kata mutiara adalah ungkapan penuh kedalaman makna yang dengan mudah kita dapatkan melalui media sosial. Si pembuat dan si penyebar pun berbeda iktikadnya. Untuk dan atas nama mengundang tawa, saling mengingatkan sesama teman, menambah jumlah follower, atau murni untuk terus memotivasi diri dan pengobar semangat orang-orang yang kita sayangi.

Iya. Ini ungkapan Jawa. Tapi apa boleh buat, toh jika diartikan memang secara nilai cukup baik untuk dicermati, mengapa tidak kita pedomani. Ungkapan yang bernilai universal dan mendasar. Secara harfiah kira-kira artinya begini: “Kaya tanpa Harta, memiliki Kesaktian tanpa Ilmu/benda pusaka, Menyerang tanpa bala Pasukan, Menang tanpa Merendahkan”. 

Sugih tanpa bandha.

Sugih atau kaya yang dimaksud adalah tidak berkekurangan. Kaya bukan semata-mata harta yang menjadikan tolok ukur. Kaya yang dituju dalam hidup bukanlah pengumpulan harta benda dan uang selama hidup. Tidak berkekurangan karena kita memiliki pertemanan yang banyak,  membuat kita mudah untuk melakukan segala sesuatu. Teman yang membantu kita dengan sukarela. Hal tersebut berawal dari kita sendiri, dimana kita dituntut sebelumnya melakukan segala sesuatu dengan sepenuh hati, tanpa imbalan sekalipun. Dengan demikian, kita saling menitipkan budi baik.

Digdaya tanpa Aji

Kekuasaan sering kali tercipta karena suatu kemenangan fisik, kemenangan mental. Entahlah jika kemenangan disebabkan revolusi mental. Kata-kata kekuasaan bukan juga karena kita mempunyai suatu ilmu beladiri, ilmu tenaga dalam atau aji-aji. Kekuasaan tercipta karena citra dan wibawa seseorang, perkataannya, membuat orang lain sangat menghargainya. Sehingga apa yang diucapkannya, orang lain senantiasa mau mengikutinya.

Nglurug tanpa Bala

Kita harus menjadi orang yang berani bertanggung jawab, berani untuk terus berbuat walaupun hanya sendiri. Sikap kesatria, tanpa mudah terhasut, ikut-ikutan, membebek. Menjadi manusia yang berani maju. Berani menghadapi masalah. Berani untuk bertanggung jawab, walaupun teman-teman kita mundur atau bahkan lari dari masalah tersebut.

Menang tanpa Ngasorake

Tujuan pencapaian yang kita harapkan, kemenangan yang kita inginkan, haruslah tanpa merendahkan orang lain. Secara modern filosopi ungkapan ini sama dengan ‘ win win solution ‘, yang memiliki arti semua pihak yang berselisih paham memiliki hasil yang menguntungkan untuk semuanya.

Sebetulnya ungkapan filosofis Jawa belum berhenti sampai disitu. Ada dua kalimat tambahan yang cocok dengan kondisi saat ini:

Presiden tanpa Menteri, dan Orgasme tanpa Penetrasi.

 

Chess_king_and_pawns

Presiden tanpa Menteri.

Bersyukurlah kita memiliki Presiden bernama Joko Widodo. Saat membayangkan Soekarno yang terbayang adalah imaji dirinya sedang berteriak lantang sembari tangan menunjuk ke samping kanan. Ingat Soeharto akan senyumnya dan melambaikan tangan. Habibie dengan mimik wajah senyum tapi mata melotot. Gus dur dengan senyum dan gerakan tangan mengetuk-ngetuk sandaran kursi. Megawati dengan pose leher agak dimiringkan, mulut terkatup, bukan senyum dan bukan seringai.  SBY dengan kantung matanya dan gerakan tangan yang terkesan tak alamiah. Jokowi? Dia sedang menali sepatu. Besok kita akan melihat gambar dia mencopot sepatu. Minggu depan kita akan melihat dirinya sedang mengenakan kaus kaki. Bulan depan, jika beruntung akan melihat dia sedang menyemir. Tahun depan kita akan melihat dirinya pakai sendal jepit. Kita melihat dirinya. Dirinya dan dirinya. “Mana mentrinya, Pak?” Dijawab singkat: “Kerja, kerja dan kerja”.

Jokowi memang tidak butuh menteri. Setidaknya hingga saat ini.

“Selamat datang untuk Bapak Presiden Jokowi dan Bapak Wapres Jeka, dan segenap jajaran Kabinet Tanpa Menteri. Mari foto bersama.”

Efisien. Tanpa perlu juru foto istana. Mereka bisa dengan leluasa selfie berdua.

Orgasme tanpa Penetrasi

Bagi sebagian orang, orgasme identik dengan kenikmatan seksual. Kamus Besar Bahasa Indonesia juga menyatakan demikian. Bagi sebagian lainnya, orgasme tidak melulu soal birahi. Ketika dirinya mencapai kepuasan yang amat sangat, dirinya mengalami orgasme. Inilah orgasme dalam pengertian lebih luas. Orgasme yang dicapai bukan bersumber dari persetubuhan. Puncak kenikmatan yang diperoleh dengan cara lain.

Montpelier-Vermont-90072461

Jika ada diantara kita senang menulis dan saat menulis dia merasakan kegembiraan, luapan rasa riang dan tak jemu untuk terus merangkai kata, sebetulnya dirinya sedang menjalankan sanggama intelektual. Jika ada sebagian lainnya begitu menyukai olah raga, misalnya lari, kemudian pada saat dirinya berlari merasakan kebebasan, riang gembira, semakin lama semakin rileks untuk terus berlari, maka ini pun dapat dikatakan dirinya sedang melakukan persetubuhan. Ketika garis akhir rute larinya berhasil ditempuh, maka pencapaian dirinya ini membuat dirinya puas. Ini juga sebuah orgasme, namun tanpa penetrasi.

Tweet yang diretweet selebtwit. Postingan path yang dilope-lope gebetan. Tulisan di blog yang menjadi bahan perbincangan. Obrolan berkualitas dengan pasangan. Menemukan kalimat indah dan “gue banget” saat membaca buku. Memandang lanskap perbukitan di majalah wisata dan membayangkan diri kita ada disana. Menuntaskan pekerjaan dan dipuji bos, juga rekan sejawat. Berhasil memperbarui sistem operasi gawai milik sendiri. Mendapat senyuman manis dari si dia. Berhasil memesan kaftan Febiani Hermaini. Bolos kerja dan main ke pasar Santa. Mendengarkan lagu yang musiknya bikin “melanglang buana”. Mendapati pesan singkat balasan yang telah ditunggu sejak semalaman bahkan berbulan-bulan, dengan tulisan: “Ya.”

Orgasme tanpa penetrasi apalagi ya kira-kira? Biarkan saya orgasme dengan cara yang sederhana. Orgasme melihat kolom komentar yang penuh dengan “usulan orgasme dalam bentuk lainnya”.

Selamat menulis kolom komentar.

 

Iklan

8 thoughts on “Orgasme Tanpa Penetrasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s