MUHAMMAD MENCINTAI MUHAMMAD

Sahabat bertanya pada Muhammad, kenapa manusia harus jatuh cinta? Muhammad menjawab, bukankah kalian ingin segera merasakan surga?

Haditz imajiner ini menelisip tiap dzikir penghabisan seusai Isya. Muhammad melipat sajadahnya. Ia tertidur dan melayang. Ke sebuah taman terlepas dari benar dan salah. Menemui kekasihnya, Muhammad.

Muhammad harus meninggalkan kenyamanan sebagai bagian masyarakat yang “normal”. Sekejap menjadi sakit. Harus disembukan. Secara sadar menukar bahagia dengan derita dunia-akhirat. Konon cinta mereka bikin tuhan murka. Karena ndak sesuai rencana.

Rencana besar prokreasi karya tuhan yang maha esa demi memperbanyak anak-cucu Adam di muka bumi. Sepasang manusia yang bisa menghasilkan keturunan. Tentu saja pembuat rencana akan marah kalau satu hal terjadi di luar apa yang sudah digariskan. Tapi seperti halnya semua rencana, ia akan menyesuaikan kondisi sekitarnya. Berubah-ubah tergantung kebutuhan. Secara alami mencari solusi. Seperti ribuan Flamingo di danau Nakuru. Sebagian akan mati karena kotorannya sendiri. Demi keseimbangan populasi.

Ndak ada bukti pasti mengenai masa kecil seseorang mempengaruhi orientasi seksual. Hal ini mementahkan teori bahwa homoseksualisme disebabkan oleh pengalaman atau trauma masa kecil. Anak laki-laki diperkosa ayah atau paman, misalnya. Ilmuan lebih percaya pada turunan genetika. Tautan kromosom yang berbeda. XXY, XYY atau XO. Di luar rencana besar XY yang mendominasi bumi. Hingga saat ini masih jadi perdebatan. Sejarah bahkan mencatat lebih panjang lagi soal homoseksualisme.

Khnumhotep dan Niankhkhum
Khnumhotep dan Niankhkhum. Pasangan homoseksual pertama dalam rekaman sejarah. Mesir, 2400 tahun Sebelum Masehi.

Lalu apa yang bikin seseorang menjadi homoseksual di luar konteks genetika dan sejarah? Laki-laki berhubungan sex dengan laki-laki? Atau laki-laki jatuh cinta dengan laki-laki? Berlaku juga untuk perempuan.

Untuk memperberat kehidupan mereka. Sekarang sex dan cinta mesti diadu. Mana yang lebih dulu membuat mereka dalam posisi saat ini? Telur apa ayam duluan? Kalau memang harus dijawab…

Muhammad

Sex adalah kegiatan rutin dan harus tetap begitu setelah ia bertemu dengan Muhammad. Biasanya ia akan jatuh cinta setelah dua-tiga kali berhubungan sex beberapa minggu sebelum kencan pertama. Mengenal calon pasangannya lewat sensasi yang lebih dari sekedar makam malam dan temaram lilin. Skeptismenya menganggap kejujuran barulah valid di ranjang ketimbang kalimat-kalimat manis atau uang segudang.

Ia ndak takut memuntahkan isi hatinya. Karena sadar tiap cinta akan berakhir, cinta bukan cuma soal rasa, tapi harus berguna. Kalau ndak lebih bahagia, jangan jatuh cinta.

Muhammad

Ia adalah seorang heteroseksual. Ndak pernah terbayangkan sebelumnya akan mencintai Muhammad dan berhubungan sex dengan laki-laki. Sex bukan hal penting. Cinta lain hal. Pintu hatinya tipis. Mudah retak bahkan hanya oleh hembusan pelan masa lalu. Ia harus jatuh cinta dulu sebelum naik ranjang dengan calon pasangannya. Sex biasanya dimulai dengan serangkaian pendekatan berbulan-bulan. Memastikan apakah ini jebakan atau ketulusan.

Cinta itu barang sakral. Ndak boleh diumbar. Seperti sex, cinta juga mesti lewat ujian dalam waktu panjang. Saat kepastian itu datang, keberaniannya bisa membuat Gunung Merbabu berdampingan dengan Gunung Arjuna.

Muhammad Mencintai Muhammad

Laki-laki berhubungan sex dengan laki-laki. Lalu kembali ke istrinya di rumah dengan cinta yang ndak bergeming sedikitpun, bukan homo. Laki-laki yang saling mencintai. Merasa nyaman kalau bersama dan mencari perempuan untuk berhubungan sex, juga bukan homo. Butuh keduanya untiuk bisa disebut homo. Mencintai dan berhubungan sex dengan laki-laki.

Kalau begitu, Muhammad homo? Entahlah. Orientasi sexual Muhammad adalah cinta.

Posted in: ringan

6 thoughts on “MUHAMMAD MENCINTAI MUHAMMAD Leave a comment

  1. Struktur tulisan ini mencengangkan. Diawali dengan judul yang kesannya provokatif, tapi pelan-pelan kita dituntun membaca isi tulisan yang berlapis, sampai akhirnya ending yang unexpectedly mind-blowing. Love how you write this like a suspense, Don.

  2. Aku suka sekali tulisan ini, Don. Dan memang cuma kamu yang paling bernyali & bisa Menggabungkan ‘Muhammad’ dan ‘Homoseksualitas’ dalam satu tulisan tanpa jadi offensive. Entah kamu sengaja atau tidak, metafornya berlapis-lapis. Cantik sekali. Terima kasih.

    kecup

Leave a Reply