Ember Air Es Seharga 80 Juta Dollar

Seorang George Bush (junior), mantan Presiden Amerika Serikat, diguyur air es seember oleh Laura, istrinya, dan diunggah ke di situs video Youtube demi sebuah kampanye atas nama amal–lalu apa reaksi anda? Saya sih tertawa. Lumayanlah hiburan ringan di tengah stagnannya linimasa. Tapi ketika George Bush menantang Bill Clinton untuk melakukan hal yang sama dan kedua orang lainnya dan begitu seterusnya–maka apa yang akan terjadi? Saya mulai berpikir ini akan menjadi semacam “virus baik” yang akan menyebar ke semua lini. Di linimasa setidaknya.

Lalu ada seorang Mark Zuckerberg menantang Bill Gates untuk melakukan hal yang sama. Jeff Bezos, pentolan dari Amazon menantang idola masa kecilnya dalam film Star Trek. Mewakili dari musisi ada Eddie Vedder yang menantang Bruce Springsteen dan salah satu personil dari One Direction (tentu saja atas permintaan anaknya). Ada Liam Gallagher dari Oasis menantang kakaknya sendiri Noel Gallagher. Lalu ada pula Gwyneth Paltrow–yang baru saja secara sadar bercerai–menantang mantan suaminya sendiri, Chris Martin, vokalis band Coldplay. Atau Jose Mourinho yang menerima tantangan dari Didier Drogba dan balik menantang James McAvoy. Masih banyak daftar dari seleb yang mengikuti Ice Bucket Challenge ini (sebagian kecil saya unggah videonya di akhir tulisan).

Ice Bucket Challenge ini terlihat sepele. Lucu-lucuan. Seru-seruan. Hal yang biasa terjadi di dunia maya lalu kita semua akan melupakannya. Slacktivism. Tapi apakah Ice Bucket Challenge ini ada dampaknya?

Tercatat dalam jangka waktu kurang dua bulan (sampai tanggal 25 Agustus menurut Time) sudah terkumpul hampir 80 juta dolar uang untuk donasi penyakit ALS. Ketika anda membaca tulisan ini mungkin sudah bertambah banyak. Bandingkan dengan donasi yang diterima tahun lalu yang “cuma” sebesar 2.5 juta dolar dalam periode yang sama. Adakah sebelumnya kampanye yang sefenomenal ini?

Apa sih Ice Bucket Challenge itu?

Ice Bucket Challenge adalah sebuah kampanye yang dalam rangka meningkatkan kewaspadaan kita (sekaligus agar kita ikut berdonasi kalo mau) terhadap penyakit ALS (Amyotrophic Lateral Sclerosis) atau yang lebih dikenal dengan penyakit Lou Gehrig. Nama penyakit ini diambil dari nama Lou Gehrig, seorang pemain baseball kenamaan dari Amerika Serikat yang aktif bermain untuk New York Yankees di awal tahun 1920an sampai akhir 1930an yang terjangkit penyakit ALS. Mungkin Lou Gehrig ini semacam Rock Hudson atau Freddie Mercury kalo di penyakit AIDS. Contoh lain dari seleb yang terkena penyakit ALS dan masih hidup ini adalah Stephen Hawking.

Entah siapa yang pertama memulai Ice Bucket Challenge ini. Tantangan yang sederhana bahkan terkesan biasa saja. Mempermalukan diri sendiri dengan merekam dirinya sedang diguyur air es lalu videonya diunggah ke Youtube, Facebook, Twitter dan Instagram atau situs media sosial lainnya. Lalu mereka yang melakukannya harus menantang tiga orang lainnya. Mirip seperti di film Pay It Forward yang dibintangi Kevin Spacey, Helen Hunt dan Haley Joel Osment. 

Konon ini bermula di Selandia Baru di semester pertama tahun 2014. Lalu mulai berpindah ke Amerika Serikat setelah NBC, di pertengahan Juli 204, melalui The Today Show yang menyiarkan Ice Bucket Challenge secara langsung. dengan Matt Lauer, pembawa acaranya, sukarela menjadi korbannya. Boleh gak sih nolak tantangannya? Boleh tapi anda harus donasi seratus dollar ke ALSA.org. Itu terjadi pada Barack Obama yang menolak tantangan dari Justin Bieber dan LeBron James. Begitu pula David Cameron yang menolak tantangan dari Russell Brand. Ada Pamela Anderson juga dan Grimes yang menolak dengan alasan tertentu.

Kritik

Kenapa sih harus penyakit ALS? Masih banyak kok penyakit yang belum ada obatnya. Menurut CDC, penyakit jantung, kanker atau alzheimer itu jauh lebih banyak menimbulkan korban jiwa setiap tahunnya daripada ALS. Kenapa tidak penyakit Ebola yang jelas-jelas itu korbannya sudah seribu orang lebih meninggal di tahun 2014 saja. Apa karena Ebola korbannya kebanyakan orang Afrika dan virusnya menyebar di Benua Afrika? Terus sebetulnya siapa sih yang diuntungkan dengan adanya dana yang berlimpah ini? Apakah penyakit ALS ini akan ditemukan obatnya? Kalau iya berarti yang enak perusahaan farmasi besar itu dong yang akan menikmati hasilnya?

Ah, tapi slacktivism itu memang selalu menuai kritikan, cibiran atau nyinyir kalau kata anak muda sekarang. Sebagus apapun isinya. Sekeren apapun penyampaian pesannya. Siapapun pengirim pesannya. Yakan?

Advertisements

One thought on “Ember Air Es Seharga 80 Juta Dollar

Leave a Reply