Filosofi Kami


Hai,

Bayangkan saja linimasa itu seperti sepiring nasi dengan lauk pauk secukupnya. Dimasak oleh nenek kita sesaat setelah mendengar kabar bahwa salah satu cucunya akan tiba. Masakan rumahan dengan resep otodidak. Rasanya lebih sering biasa saja. Namun kita senantiasa percaya bahwa apa yang tersaji di hadapan kita itu dibuat sepenuh hati. Penuh ruap sukacita.

linimasa disajikan tanpa banyak pilihan. Tidak perlu klak-klik-klak-klik karena kami memang tak menyediakan pilihan. Tulisan kami disajikan dalam satu kolom saja. Baca atau lebih baik kalian pergi. lempar pensil

Bagaimana dengan penulisnya? Para penulis linimasa adalah jenis manusia biasa yang sadar – sesadar sadarnya – posisi sebagai manusia biasa. Kadang takjub dengan hal remeh temeh, sedih saat sendiri, gembira saat melihat orang lain yang kita benci susah. Terpaksa makan walaupun masih kenyang. Harus senyum walaupun hati menjerit. Haru biru karena kamu. Huhuhu…

Linimasa begitu cocok dibaca bagi manusia yang sedang sibuk atau bosan atau cari hiburan atau sekadar iseng. Juga berkhasiat bagi manusia yang selalu kepingin kaya. Linimasa memenuhi hasrat bagi mereka, jenis manusia yang butuh bahan bacaan di sela-sela kesibukkan maupun manusia yang sedang berupaya cari kesibukkan daripada mati kebosanan. Kami cocok bagi semua.

Ohiya, tulisan kami hanya menghasilkan dua pilihan bagi pembacanya: Menginspirasi atau menjijikkan.

Toh itulah hidup. Demikian adanya.

Iklan