Oscar Yang Akhirnya Datang Juga

Akhirnya, kami yang hobi mengamati musim penghargaan film, bisa bernapas lega. Here we are, at last.

Beberapa minggu setelah pandemi resmi meluluh lantakkan kehidupan dunia, panitia penyelenggara Academy Awards, yaitu Academy of Motion Picture Arts and Sciences (AMPAS) mengumumkan bahwa penyelenggaraan Oscar 2021 diundur sampai hampir dua bulan. Biasanya penyelenggaraan Oscar diadakan di minggu terakhir bulan Februari atau minggu pertama Maret, kali ini mundur ke minggu terakhir bulan April.

Penyebabnya, tentu saja, karena banyak film yang tidak bisa dirilis, karena bioskop, terutama di Amerika Serikat, masih tutup saat itu. Pihak AMPAS pun memutuskan, bahwa film yang selayaknya akan dirilis di bioskop, namun karena pandemi akhirnya dirilis di video streaming platforms, masih bisa diikut sertakan di Oscar 2021, selama masa rilisnya masih dalam batas waktu yang telah ditentukan AMPAS. 

Tentu saja pelonggaran batas waktu ini menyebabkan musim kampanye penghargaan yang begitu lama, dan terus terang, begitu melelahkan. Bahkan bagi kami yang memang setiap tahun memantau dari jauh. 

Dimulai di bulan September, saat dimulainya festival-festival film akhir tahun. Saat di mana banyak film-film baru yang digadang-gadang untuk menuai beberapa penghargaan, mulai dirilis. Film-film seperti Minari, One Night in Miami …, memulai perjalanannya di periode ini. Berhubung masa pandemi, maka festival-festival film pun berlangsung virtual, demikian pula wawancara, tanya jawab, dan segala macam bentuk kampanye film berlangsung virtual. Kadang-kadang kita sempat hapal juga, latar belakang dapur tempat Chloé Zhao, sutradara Nomadland, melangsungkan wawancara, atau kursi tempat Glenn Close duduk saat kampanye untuk filmnya, Hillbilly Elegy.

Wolfwalkers (source: Indiewire)

Masuk bulan Oktober, November, Desember, kita masih melihat wajah-wajah dan pemberitaan seputar film yang sama. Beberapa film memanfaatkan periode unik Oscar ini dengan melakukan rilis di awal tahun, seperti The United States vs. Billy Holiday, atau The White Tiger, dan strategi ini cukup berhasil untuk kedua film tersebut. (Walaupun banyak juga yang terpental.)

Acara pemberian penghargaan film selain Oscar dilakukan pula secara virtual, lengkap dengan segala “keribetan” dan troubleshoot, seperti suara Daniel Kaluuya yang sempat tak terdengar beberapa detik di awal kemenangannya di ajang Golden Globes. Terus terang, saya sempat skip menonton beberapa acara film awards, karena lelah juga melihat acara yang sebenarnya Zoom party ini. Saya juga hanya nyengir miris saja saat SAG Awards memilih untuk mengumumkan nominasi lewat Instagram live. 

But hey, this is such a wild, interesting time we live in! Tentu saja banyak hal yang membuat kita terkaget-kaget dan harus berdamai dengan keadaan yang serba terbatas ini.

Toh ada satu hal yang membuat saya tetap senang mengikuti musim penghargaan film kali ini. It’s the story and the storytelling in the nominated films. Absennya beberapa film besar dari major studios di Hollywood di musim penghargaan kali ini membuat kita menaruh perhatian pada film-film independen, yang tidak pernah kecil dalam ide cerita. Kita terpaku pada cerita-cerita yang luar biasa, yang membuat kita sedikit lepas dari rutinitas kehidupan yang terasa monoton. 

Film-film ini memang sebagian besar tidak bisa hadir di layar lebar. Namun mereka hadir dalam jangkauan, membuat mereka terasa dekat.

Two Distant Strangers (source: Indiewire)

Dan berdasarkan prinsip kedekatan dengan cerita yang dibawakan, serta tentu saja melihat panduan dari musim penghargaan terlama, inilah prediksi saya untuk peraih Oscar di Academy Awards 2021:

Best Picture: Nomadland

Best Director: Chloé Zhao (Nomadland)

Best Lead Actor: Chadwick Boseman (Ma Rainey’s Black Bottom)

Best Lead Actress: Carey Mulligan (Promising Young Woman)

Best Supporting Actor: Daniel Kaluuya (Judas and the Black Messiah)

Best Supporting Actress: Yuh-Jung Youn (MInari)

A Love Song For Latasha (source: Indiewire)

Best Original Screenplay: Promising Young Woman

Best Adapted Screenplay: The Father

Best Animated Feature: Soul

Best Documentary Feature: Crip Camp

Best International Feature: Quo Vadis, Aida?

Another Round (source: Indiewire)

Best Original Score: Soul

Best Original Song: “Speak Now” (One Night in Miami …)

Best Sound: Sound of Metal

Best Makeup and Hairstyling: Ma Rainey’s Black Bottom

Best Costume Design: Ma Rainey’s Black Bottom

If Anything Happens I Love You (source: Indiewire)

Best Cinematography: Mank

Best Production Design: Mank

Best Film Editing: Sound of Metal

Best Visual Effects: Tenet

The Trial of the Chicago 7 (source: Indiewire)

Best Documentary Short: Do Not Split

Best Live Action Short: Feeling Through

Best Animated Short: If Anything Happens I Love You

Daftar lengkap nominasi Oscar 2021 bisa dilihat di sini.

Teman-teman, pilih apa saja?

Leave a Reply