Teh Mondo: Catatan Akhir Tahun 2020

SAYA baru kembali dari Solo kemarin malam, makanya tulisan Linimasa hari ini baru naik sekarang. Terdengar bodoh, memang. Sudah tahu wabah COVID-19 masih–makin–merajalela di Indonesia, kok berani-beraninya saya bepergian ke luar kota.

Ya … yang namanya maut memang selalu datang tiba-tiba. Urusan maut juga yang menjadi alasan saya (nekat) pergi ke luar kota, dan mesti berupaya semaksimal mungkin menghindari kumpulan orang banyak; orang-orang yang merasa teramat harus hadir melayat lantaran mendiang adalah seorang tokoh masyarakat.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban sekaligus menunggu waktu untuk menjalani tes kembali, tampaknya saya akan berdiam total di rumah saja setidaknya hingga beberapa hari ke depan. Sebuah keleluasaan yang sepatutnya disyukuri, sebab saya masih bisa memilih, masih punya pilihan.


Ada satu hal menarik yang saya temui di Solo tempo hari; Teh Mondo. Untuk pertama kalinya saya #barutahu bahwa warga Solo dan sekitarnya menyebutnya Teh Mondo, alih-alih “tehnya jangan terlalu manis“. Ringkasnya, Teh Mondo adalah teh wangi yang tidak terlalu pekat dan tidak terlampau manis. Kemudian, penyajiannya tinggal disesuaikan dengan selera. Cukup sebut Mondo Panas dengan asap masih mengepul; Mondo Anget yang suam-suam kuku; dan Es Teh Mondo.

Begitu pula tahun 2020 bagi saya; Mondo. Tahun yang tentu saja tidak manis, tetapi tetap ada yang dapat dinikmati, bahkan disyukuri.

Tubuh

Kita semua seakan-akan ditampar oleh kenyataan hidup, diingatkan tentang pentingnya menjaga kesehatan dan kebugaran. Di tengah segala keterbatasan, kita berusaha mewujudkan hidup yang lebih sehat. Dimulai dengan membiasakan gaya hidup yang bersih, mulai rajin berolahraga, sampai berkesempatan untuk memiliki durasi tidur yang lebih ideal.

Soal makanan, kita kian selektif. Selektif karena yang berjualan makin berkurang, selektif karena belajar berhemat dengan masak sendiri, selektif karena memastikan kualitas pangan yang kita konsumsi. Daripada jatuh sakit, lebih baik menjaga asupan makanan walau lebih repot.

Dari munculnya kesadaran ini, ada yang berhasil menaikkan berat badan ke angka ideal, ada pula yang justru bisa menurunkan berat badan ke angka yang lebih baik. Konsumsi sayur, buah, dan vitamin meningkat signifikan. Penataan gizi dijalani dengan kesadaran sendiri.

Semoga semua manfaat yang telah diperoleh dapat bertahan, meskipun wabah telah berhasil dilenyapkan.

Keuangan

Tak dimungkiri, banyak yang kehilangan pekerjaan, tetapi ada juga yang untungnya hanya mengalami pengurangan penghasilan. Di sisi lain, aneka pengeluaran juga berkurang secara otomatis karena tidak dilakukan. Di bulan-bulan awal pemberlakuan kebijakan bekerja dari rumah, biaya transportasi, biaya bahan bakar, biaya konsumsi beli dari luar, biaya jajan, dan aneka biaya gaya hidup lainnya praktis tidak ada.

Mereka yang memiliki keleluasaan, berkesempatan untuk menabung dan menyimpan uang lebih banyak dibanding waktu-waktu sebelumnya. Selain dijadikan dana darurat, ada juga yang mulai berkesempatan untuk belajar berinvestasi dengan kelebihan uang yang disisihkan. Ilmu baru, pengalaman baru, perspektif baru.

Semoga semua manfaat yang telah diperoleh dapat bertahan, meskipun wabah telah berhasil dilenyapkan.

Interaksi Sosial

Sifat asli seseorang tertampak dalam sejumlah keadaan, salah satunya ialah ketika menghadapi kesulitan. Marilah bersikap realistis, kita mesti berhati-hati karena isi hati dan pikiran seseorang dipenuhi misteri. Ditempa dengan pandemi, orang-orang di sekeliling kita bisa menunjukkan wajah aslinya. Kita pun bisa memerhatikan, menjaga diri, dan berantisipasi.

Kita menjadi tahu mana kawan sejati, dan yang bukan, mana yang pantas dipertahankan, mana yang sebaiknya cukup tahu saja. Kita menjadi tahu bagaimana sebaiknya bersikap, bertindak, dan merespons orang-orang tertentu dengan tanggapan yang tepat. Kita seakan-akan diberi kesempatan untuk melihat kenyataan.

Semoga semua manfaat yang telah diperoleh dapat bertahan, meskipun wabah telah berhasil dilenyapkan.

Pikiran

Tidak hanya mengenal dan mengetahui orang lain, situasi sulit yang terjadi hampir sepanjang tahun 2020 juga membuat kita kian mengenal diri kita sendiri.

Kebijaksanaan, kesabaran, ketangguhan, kemampuan mengendalikan dan menguasai diri, kelemahan, ketidakberdayaan, kelengahan, kepongahan, dan berbagai warna rasa batin kita didorong keluar. Pandemi memaksa kita untuk jujur pada diri sendiri. Pandemi memaksa kita untuk lebih sering berdiskusi dengan diri sendiri.

Kita menjadi tahu jika kita adalah seseorang yang berkepribadian buruk. Kita pun menyadari keburukan tersebut, dan betapa tidak mengenakkannya menjadi sasaran dari keburukan tersebut. Seberat-beratnya rasa malu, paling berat rasa malu kepada diri sendiri. Kita bisa menjadi orang paling baik dan paling dermawan yang pernah kita kenal; manakala kita masih bisa mengupayakan berbagi, memberikan sebagian dari sedikit yang kita miliki. Akan tetapi, kita juga bisa menjadi penjahat paling brengsek dan paling bajingan yang pernah kita kenal; manakala kita masih sampai hati mencuri bantuan kemanusiaan bagi orang lain.

Pelajaran berharga, yang hanya bisa terjadi di saat seperti ini.

Semoga semua manfaat yang telah diperoleh dapat bertahan, meskipun wabah telah berhasil dilenyapkan.


Kemondoan tahun 2020 pasti berbeda bagi setiap orang. Bagi sebagian lainnya, tahun 2020 mungkin justru hanya menyisakan kepahitan yang luar biasa. Namun, waktu terus berjalan, kehidupan terus bergulir. Kurang dari satu hari lagi, angka tahun segera berganti.

Selamat menyambut tahun yang baru.
Semoga kita berbahagia dan tenteram.
Semoga kita bisa membahagiakan dan menenteramkan.

[]

Leave a Reply