Dua Puluh Paruh Pertama

What a year. What a half year.

Entah harus menggunakan kata apa lagi untuk mendeskripsikan paruh pertama tahun 2020 ini. Saya mencoba mencari kata sifat atau kata-kata lain yang pas, ternyata tidak ada yang cocok. Jadilah saya, dan mungkin anda, hanya bisa menghela nafas panjang dalam-dalam.

What a year. What a half year.

At least, ketika kita sedang membaca ini, kita masih dikaruniai kemampuan untuk bernafas. Situasi pandemi yang memutarbalikkan kehidupan membuat kita mau tidak mau bersyukur atas semua hal, baik kecil apalagi besar, yang kita rasakan setiap saat. We can never take things for granted anymore. Semua hal yang masih bisa kita lakukan, kita syukuri bahwa kita masih bisa melakukannya.

Termasuk soal waktu. Dengan adanya waktu yang mendadak berlebih, saya bersyukur punya kesempatan lebih juga untuk menonton, membaca, mendengar dan menemukan hal-hal baru. Terutama dalam musik, karena jujur saja, preferensi musik saya seperti berhenti di awal tahun 2000-an. Perlu effort lebih untuk mengikuti musik terbaru. Tapi nyatanya saya coba, dan ada beberapa lagu-lagu “kekinian” yang nyantol di telinga saya.

Sementara untuk film dan serial, saya lebih menuruti kata hati, menonton yang belum sempat saya tonton selama ini. Demikian pula untuk buku, saya membaca apa yang sudah saya punya selama ini, dan belum sempat dibaca. 

Jadi inilah dua puluh film, serial, buku dan lagu yang saya sukai selama paruh pertama tahun 2020. 

Semoga bisa menjadi panduan anda dalam memilih apa yang bisa ditonton, dibaca dan didengarkan. Or best of all, share your favourites as well! 

Top 5 Films

Bad Education (HBO)

Performa Hugh Jackman luar biasa mengagumkan dan meyakinkan. Berkat penampilannya, film ini menjadi layak tonton.

Crip Camp (Netflix)

Film dokumenter tentang perjuangan kaum disabilitas yang tidak cengeng atau sentimental, apa adanya, dan empowering.

Da 5 Bloods (Netflix)

Salah satu film terbaik Spike Lee. It’s very loud and unapologetic, which makes it among the best.

The Half of It (Netflix)

Saya cuma bisa bilang, it’s such a delicate, gentle film about growing up. Menontonnya membuat hati kita ikut tersenyum. Film yang dibuat dengan hati-hati sekali.

Sid & Judy (HBO)

Sudah banyak film tentang Judy Garland, namun film dokumenter ini berhasil menampilkan the real vulnerability of a legend dari sudut pandang yang bisa membuat kita merasa trenyuh.

Top 5 Series

After Life – Season 2 (Netflix)

Ternyata masih membuat kita termenung menontonnya, sekaligus tertawa dan menangis di saat yang bersamaan.

Normal People (Hulu)

Kisah cinta dua remaja sampai mereka menjadi orang dewasa yang meninggalkan emosi yang mengaduk-aduk hati dan perasaan selesai menontonnya. The series that leaves the most lingering feeling of the year.

Succession – Season 2 (HBO)

Konflik, penokohan dan penceritaan di season 2 ini semakin Shakespearean, yang artinya semakin tajam dan semakin membuat kita tak berhenti menontonnya.

Ozark – Season 3 (Netflix)

Better, darker and Laura Linney delivers her best yet.

Watchmen (HBO)

Ternyata format limited series memang cocok untuk adaptasi komik atau novel grafis, karena semakin kaya cerita dan karakter yang bisa digali.

Top 5 Books

21 Lessons for the 21st Century by Yuval Noah Harari

Membaca teori dan temuan Harari yang ditulis sebelum masa pandemi, ternyata masih relevan di masa sekarang. Bahkan menjadi semacam panduan bagaimana kita melangkah, di saat dunia semakin ruwet.

On Earth We’re Briefly Gorgeous by Ocean Vuong

Tragis? Ya. Menyedihkan? Ya. Halus? Sekali. Menggugah emosi? Tentu saja. Indah? Tak disangkal lagi.

A Gentleman in Moscow by Amor Towles

Mengikuti kisah fiktif Count Alexander Ilyich Rostov hidup dalam pengasingan selama 30 tahun di Metropol Hotel di Moscow membuat kita tidak merasa sendiri menjalani isolasi. That’s how a good book works.

Educated by Tara Westover

Membuka setiap halaman buku biografi ini seolah membawa kita melihat adegan demi adegan sebuah film drama yang sangat dramatis. Kisah nyata penulis membebaskan diri dari kungkungan keluarga demi meraih pendidikan tinggi sangat menginspirasi.

Daisy Jones and the Six by Taylor Jenkins Reid

Saya membaca dan menghabiskan buku ini saat work trip awal tahun ini. Setiap wawancara yang terekam di novel ini seolah-olah hidup, membuat kita serasa menonton acara televisi yang sangat menyenangkan untuk diikuti. Pengetahuan musik dan budaya pop Amerika tahun 1970-an terekam dengan baik, seolah-olah kita berada di sana.

Top 5 Songs

Di paruh pertama tahun ini, saya perlu musik yang bisa membangkitkan semangat. Jadilah lagu-lagu ini menemani saya berjalan-jalan menikmati matahari pagi atau sore:

Say So – Rainych’s Japanese version

Don’t Start Now – Dua Lipa

Fkn Around – Phony Ppl ft. Megan Thee Stallion

Golden – Harry Styles

Blinding Lights – The Weeknd

Jadi apa saja your 20 for 2020 sejauh ini?

Leave a Reply