#RekomendasiStreaming – Miniseri Yang Memberi Kepuasan Maksimal

Sudah lama juga tidak menulis soal #RekomendasiStreaming di blog Linimasa ini, ya? Selain karena penulis ini punya isu tertentu dengan kedisiplinan dalam menjalani komitmen tertentu (ehem …), tentu saja alasan lain adalah betapa banyak dan mudahnya kita menemukan berbagai daftar rekomendasi tontonan lewat update feed di berbagai media sosial. Terlebih lagi dalam beberapa minggu terakhir. Kondisi dunia yang membuat kita harus lebih banyak menghabiskan waktu di tempat tinggal masing-masing mau tidak mau membuat kita lebih sering lagi menggali rekomendasi-rekomendasi tontonan yang bisa kita nikmati di rumah.

Saya lupa, kapan terakhir menulis soal #rekomendasistreaming di sini. Mungkin bisa klik tagar di bawah akhir tulisan ini untuk melihat rekomendasi lain. Semoga juga rekomendasi-rekomendasi terdahulu masih ada di streaming platforms yang disebut. Maklum saja, meskipun sedang pandemi, namun belum ada tanda penurunan kuantitas tayangan dari hampir semua video streaming platforms yang ada di muka bumi ini. Setiap minggu, selalu ada sejumlah film dan serial baru. Dan mau tidak mau, setiap ada yang baru, selalu ada yang harus tersingkir, untuk memberi tempat. Sepertinya juga, there is no such thing as unlimited storage di setiap server milik setiap platform ini.

Yang juga tidak unlimited adalah waktu yang kita punya untuk menonton semua film dan serial yang ada. Makanya, belakangan ini saya tertarik untuk mengikuti miniseri. Tidak seperti tipikal serial yang bisa terdiri dari bermusim-musim penayangan, miniseri cukup menghadirkan satu musim penayangan yang terdiri dari beberapa episode. Biasanya tidak lebih dari 10 episode. Beberapa miniseri malah cukup menghadirkan 2 atau 3 episode. Cerita yang dihadirkan biasanya memang cukup hanya untuk kepentingan penceritaan selama beberapa jam saja, tidak perlu sampai beberapa tahun.

Kecuali kalau tiba-tiba saja ceritanya dibuat lebih panjang lagi, karena tanggapannya positif. Namanya juga bisnis dan industri, kalau bisa dibuat lebih banyak menghasilkan keuntungan tambahan, mengapa tidak? (I am looking at you, unnecessarily extended Big Little Lies …)

Buat saya, miniseri adalah format sajian yang pas. Cerita yang tidak cukup disajikan dalam waktu dua jam format film cerita panjang, bisa diceritakan dalam beberapa jam berikutnya. Tidak perlu diulur-ulur sampai beberapa tahun. Jadi kita juga tidak perlu menunggu berbulan-bulan berikutnya hanya untuk mengikuti perkembangan karakter dan cerita yang kita lihat.

Beberapa miniseri yang sudah saya tonton dan saya suka dalam beberapa bulan terakhir ini adalah:

The Plot Against America

Tayang di: HBO

theplotagainstamerica-source-hbo
The Plot Against America (source: HBO)

 

Langsung saja, sejauh ini, “The Plot Against America” adalah tontonan favorit saya sampai tulisan ini dibuat untuk (hampir) paruh pertama 2020. Serial ini diangkat dari novel berjudul sama, yang membayangkan bagaimana seandainya Franklin D. Roosevelt kalah di pemilihan presiden tahun 1940 oleh Charles D. Lindberg, seorang fasis pengikut gerakan Nazi. Yang ada adalah gambaran Amerika Serikat yang tidak jauh berbeda dengan kenyataan sekarang. Penuh kebencian berdasarkan rasisme (dalam hal ini perlakuan terhadap kaum Yahudi), penuh kekacauan dan protes masal yang terjadi setiap hari. Menonton serial ini bak mendapat shock therapy, dan ada rasa kepuasan tersendiri saat tiba di penghujung akhir. Enam episode yang membuat kita tidak beranjak dari kursi.

 

Unbelievable

Tayang di: Netflix

unbelievable-source-thedailyvox
Unbelievable – Netflix (source: The Daily Vox)

 

Miniseri ini memang sudah tayang di akhir 2019. Namun saya masih melihatnya sebagai salah satu mini seri terbaik dalam beberapa bulan terakhir. Ceritanya berkisar soal kekerasan seksual yang terjadi pada seorang remaja perempuan, yang terjebak pada keraguannya sendiri, sehingga mendorong dua detektif perempuan untuk menyelidiki kasus ini, sampai menemukan kebenaran yang mengejutkan. Sepanjang 8 episode kita dibuat bertanya-tanya, “Is it true? Is this real?” Performa luar biasa Merritt Wever dan Toni Collette sebagai dua detektif membuat kita betah menonton miniseri drama ini.

 

Watchmen

Tayang di: HBO

watchmen-source-hbo
Watchmen (source: HBO)

 

Terus terang genre superhero bukan jenis genre favorit saya. Hanya saja ada pengecualian tersendiri untuk “Watchmen”, karena miniseri ini mengedepankan kompleksitas karakter-karakter penegak keadilan yang dipaksa dan terpaksa menerima keadaan dunia. Terdengar ruwet, memang. Tetapi 9 episode miniseri ini membuat kita akan terperangah, bahwa ada banyak lapisan psikologis dalam setiap karakter superhero yang selama ini kita kenal. Sebuah penceritaan yang sangat solid.

 

Little America

Tayang di: Apple TV+

littleamerica-source-appleinsider
Little America (source: Apple Insider)

 

Miniseri ini seperti tenggelam di antara serial-serial lain yang banyak dibicarakan, karena memang konsep yang ditawarkan tidak semegah serial-serial lain. Demikian pula dengan promosinya yang terasa sunyi. Namun the small scale of the series tidak mengurangi emosi setiap cerita yang dihadirkan ke penonton. Miniseri ini terdiri dari 8 episode yang tidak terkait satu sama lain penceritaannya. Setiap episode yang berdurasi kurang lebih 30 menit menceritakan perjuangan imigran di Amerika Serikat untuk bertahan hidup. Setiap episodenya mempunyai spirit yang sama, yaitu hopeful and uplifting. Mau tidak mau, kita dibuat tersenyum di akhir setiap episode.

Apa miniseri favorit anda yang sudah anda tonton akhir-akhir ini?

Advertisements

Leave a Reply