In Defense of Ladies Parking

background-bags-black-346751

Sudah lama saya memerhatikan nada banyak orang ketika berbicara soal Ladies Parking selalu agak miring. Ladies parking dianggap sebagai menegasi seruan kesetaraan gender. Sebenarnya apa ya, memangnya, maksud ladies parking itu? Ketika perempuan ingin setara haknya dalam segala hal, lalu kenapa harus ada ladies parking? Apakah sudah ketinggalan zaman dan sebaiknya ditiadakan saja?

Dalam menjawab pertanyaan itu saya agak netral, but hear me this; sebagai perempuan dan ibu saya cukup sering memanfaatkan ladies parking dan merasakan keuntungannya. Bukan karena saya perempuan yang kurang bertenaga dan tidak kuat jalan jauh, inginnya jalan dekat saja dari pintu ke mobil, ya. Terutama ketika saya masih punya anak balita, dan saya sering sekali di posisi di mana saya harus pergi belanja mingguan atau bulanan sendiri. Anak masih terlalu kecil untuk membantu, dan masih harus digendong, sementara belanjaan lumayan bobotnya, suami entah ke mana (atau ketika itu sudah pisah), ketika saya mendapatkan spot parkir di ladies parking, sungguh membantu rasanya. Walaupun saya cukup setrong, tetapi ketika membawa barang-barang, atau bahkan mendorong, ditambah harus menggendong anak, tidak mudah jika harus menempuh jarak jauh.

Ketika anak saya sudah cukup besar untuk membantu, sesungguhnya saya tidak lagi mengincar posisi ladies parking, karena parkir di mana saja tidak masalah. Saya juga sudah lebih bisa memilih untuk berbelanja di tempat-tempat yang parkirnya bisa lebih dekat ke pintu keluar, dibandingkan berbelanja di mall yang jarak dari pintu ke mobil biasanya lebih menantang.

Anyway, mungkin ladies parking bisa diganti menjadi , yang bukan disediakan untuk perempuan karena biasanya mengenakan heels sehingga lelah untuk jalan jauh, tetapi untuk manula, ibu atau ayah yang bepergian sendiri dengan membawa anak yang masih kecil, dan pengendara atau penumpang difabel? Why not?

Advertisements

Leave a Reply