Yang Tersisa dari Ulang Tahun ke-5 Linimasa

IYA, ulang tahunnya memang sudah lewat, tanggal 24 Agustus kemarin, dan, iya, tulisan di Linimasa hari ini memang lumayan telat. Namun, ada yang kurang pas rasanya, bila perihal keduanya dibiarkan berlalu begitu saja.

Jumat pekan lalu, Mas Nauval sudah “membuka peringatan dan perayaan” hari jadi Linimasa tahun ini. Sejumlah ucapan selamat–yang kecepetan–pun disampaikan lewat Twitter, yang saya yakin empunya adalah para pembaca, para penaut hati dengan Linimasa, yang cukup setia … itu sebabnya, tak aneh jika selain di Twitter, mereka juga lumayan rajin memberi tanggapan dan berbagi cerita pada kolom komentar.

Seperti yang ditulis Mas Nauval di artikel sebelumnya, para kakak-kakak penulis tetap di Linimasa masih ada, kok, meskipun halaman depannya belum tentu diperbarui setiap harinya. Bahkan saat ini banget, kami juga sedang berunding ingin menonton film di bioskop mana, dan kapan enaknya, supaya bisa ikut semua–kasihan Kang Agun, jauh, di Bandung. 😅 Kami juga belum berkumpul untuk makan malam bersama.

Sesi nongkrong paling anyar, bulan puasa kemarin. Itu pun tanpa Mas Roy.

Kalau dirasa-rasani, Linimasa di usianya yang ke-5 tahun ini kian mirip grup WhatsApp “zona nyaman”, tidak seramai seperti awal-awal keberadaannya dulu, tetapi meskipun sudah relatif sepi, tetapi tetap tidak bikin pengin leave group. Haha! Entahlah, apakah ini merupakan analogi yang pas atau tidak. Yang pasti, inilah kami; para pedamba pendebar hati. Termasuk juga para penulis tamu, para kontributor, yang sempat dan telah bersedia menitipkan secuplik isi hatinya di sini.

Apresiasi kami untuk yang sudah menyampaikan twit ucapan, berikut ini.

Terima kasih juga, Mas.
Terima kasih, dan syukurlah kalau bisa mendapatkan pengalaman dan perasaan menyenangkan. Semoga selalu, ya.
Terima kasih, dan #penasaran, kira-kira bakal ada hasil yang berbeda dari survei sebelumnya, tidak, ya?
Terima kasih, dan selalu, pasti tetap ada orang-orang baik di dunia. Mudah-mudahan kita selalu berkesempatan bertemu mereka, ya, atau setidaknya, menjadi salah satu di antaranya.
Terima kasih, wahai kamu yang telah bertahan sekian lama. Hahaha.
Terima kasih, juga. Semoga kapan-kapan kalau ketemu beberapa penulisnya, disapa saja. Tak perlu sungkan, pun malu.
Terima kasih, dan salam sayang juga.
Terima kasih, dan sebaik-baiknya serentang umur, adalah yang bisa bermanfaat dan membagikan senyuman.
Kembali kasih.

Ada masukan, saran, kritik, atau apa pun yang bisa disampaikan, sampaikan saja, ya.

…dan sebagai penutup tulisan kali ini, jangan pernah berhenti berbagi hati. Bukan untuk dimiliki, tetapi untuk diisi; berupaya tetap menjadi manusia yang manusiawi.

Terima kasih.

[]

Advertisements

One thought on “Yang Tersisa dari Ulang Tahun ke-5 Linimasa

Leave a Reply