Tooth Fairy

Kapan terakhir ke dokter gigi? Saya ternyata sudah lama sekali, lebih dari tiga tahun yang lalu, kalau tidak salah ingat.

Lalu tiba-tiba hari ini bikin janji untuk ke dokter gigi lagi. Asalnya hanya ingin membersihkan karang dan memutihkan gigi beberapa level agar senyum semakin cling. Eh kok ya, begitu dokter gigi mengintip ternyata ada bolong gigi yang harus ditambal dulu.

Begitu melihat dan mendengar mesin bor langsung teringat kenapa asalnya malas sekali ke dokter gigi. Saya itu dengar meja diseret atau kapur di papan tulis saja ngilu, apalagi mendengar mata bor beradu dengan gigi. Merinding sampai ke tulang rasanya. Belum lagi kalau terkena bagian yang memang ngilu. Nyawa seolah lompat dari kursi dokter gigi sementara badannya tidak bisa berbuat apa-apa, karena dipiting oleh dokter dan asistennya.

Ada rasa ketakberdayaan yang hqq ketika sedang berada di kursi itu. Bahwa peralatan dokter gigi tidak banyak berubah (hanya sekarang pakai colokan listrik saja) dari zaman abad pertengahan tentu tidak membantu rasa seperti menyerahkan diri kepada Ramsay Bolton untuk jadi mainannya.

Dari sekian banyak penemuan dan penemu yang membuat robot menyerupai anjing yang bisa naik tangga (not unlike those scary ones in Black Mirror), Dan virtual assistant yang sudah bisa mengobrol bak pacar (not unlike that in Her), mengapa teknologi perlindungan dan perawatan serta reparasi gigi masih tak banyak berubah?

Jika ada seorang penemu yang sedang mencari ide mungkin saya bisa bantu:

Ide 1: Pencegahan

Pelindung gigi transparan yang bisa digunakan sejak kita pertama kali makan. Bentuknya seperti deretan gigi transparan yang dipasang ketika akan makan terutama makanan yang berpotensi merusak enamel gigi seperti makanan manis, keras, dan lainnya. Dibuat beberapa kali dalam hidup sesuai dengan pertumbuhan rahang. Bisa terbuat dari bahan yang kuat namun ringan (vibranium?) Sehingga mudah dibawa, or better yet, bisa otomatis terbuka atau tertutup hanya dengan menekan tombol. Shield’s up!

Ide 2: Kosmetika

Untuk orang yang kurang beruntung lahir dengan warna gigi yang tidak terlalu putih, ada filter yang bisa mengatur saturasi, brightness, contrast, light, shadow Dan lainnya yang dipasang di gigi seperti stiker transparan, dan diatur sesuai selera. Tidak mengganggu makan dan bicara.

Ide 3: Perbaikan atau Reparasi

Untuk orang yang giginya tanggal. Bentuknya seperti biji bibit mikro yang kecil. Ditanam di bagian yang ompong dengan membuat insisi kecil dan ditutup kembali. Biji ini dapat diprogram untuk tumbuh menjadi gigi (dan akarnya) sesuai bentuk yang disetel sebelumnya. Akan ada penyesuaian kecil ketika membesar agar tumbuh pas dengan ruang yang ada di bagian yang ompong. Terlihat, terasa, dan bekerja seperti gigi asli.

Bagaimana? Sepertinya bisa diwujudkan enggak ya? Anda sendiri punya ide invention perawatan gigi?

Advertisements

Leave a Reply