Kulkas

Sewaktu Alya Rohali dikirim menjadi peserta pengamat dalam ajang kontes kecantikan pada tahun 1996, seorang Bu Mentri yang ngurusi urusan peranan perempuan bernama Mien Sugandi, protes. Perempuan Indonesia ndak patut untuk berlenggak lenggok dengan pakaian serba minim dan memamerkan lekuk tubuhnya. Apalagi diperlombakan. Kira-kira begitu alasannya. Kala itu Ibu Mooryati Sudibyo selaku penyelenggara Putri Indonesia dan sekaligus ketua Yayasannya, mengutus Alya untuk menjadi Participating Observer. Ternyata Alya pun sempat mengenakan baju renang walau tak sempat berenang di kolam. Cekrek-cekrek! Bu Menteri makin berang.

Ajang kontes kecantikan bernama Miss Universe itu sejatinya adalah ajang dimana semua putri dari negara peserta dinilai tidak hanya kecantikan, namun juga keenceran otaknya dan perilakunya selama masa karantina.

Jadi jika menang pun, sang Juara bukan dinobatkan sebagai putri tercantik seluruh semesta alam, melainkan dianggap oleh para dewan juri sebagai putri yang kenes, ayu, berperilaku bae-bae, dan encer otaknya. Pun juaranya ndak dapet sertifikasi sebagai manusia cantik. Hanya sekadar juara. Itu tok.

Maria usianya 16 tahun. Perempuan mungil, lincah dan berkulit sawo matang ini suaranya melengking. Nada-nada yang dialunkannya senantiasa bikin takjub pendengar. Doremifasolasido yang dinyanyikan olehnya sangat mirip, bahkan lebih bagus dari penyanyi aselinya. Oleh karenanya, semua orang suka Maria. Dia juara Idola Indonesia 2018. Lagu yang pernah dinyanyikan Beyonce dia libas dengan mudah. Apalagi menyanyikan lagu Kecewa milik BCL. Jauh lebih bagus dari mbak Unge, nama sapaan BCL. Pokoknya boleh dikata, dibalik tubuhnya yang legam, ada kemuliaan suaranya. Maria, si Legam Mulia.

Walaupun dia juara, panitia Indonesian Idol ndak pernah menganggapnya sebagai sang pemilik suara paling hebat atau mengeluarkan sertifikat yang bilang Maria itu suaranya emas. Maria sang juara. Sudah begitu saja. Karena jika diukur murni suaranya Maria mungkin masih kalah dengan suara Abdul yang sungguh British atau sungguh Adam Levine. Atau suara Mas Kevin dari Jogja yang ngebas empuk. Namun ini adalah kontes idola. Ndak cuma suara, tapi juga cara menyanyikannya, bagaimana lagu dimaknai oleh penyanyi dan terpenting disukai penonton yang berhak mendukung penyanyi siapapun juga. Dari seluruh aspek itulah Maria dinobatkan sebagai idola terbaik.

Dalam dunia otomotif, pemegang rekor mobil tercepat telah bergeser dari Bugatti Veyron Super Sport kepada Hennessey Venom GT. Mobil besutan dari Amerika ini bisa mencapai kecepatan 454 km/jam. Nguuuueng. Kalau ada netizen mau pamer selfie saat mobil ini melaju, belum sempat ngeklik tombol kamera, mobilnya sudah lari duluan. Kecuali netizen bersabar hingga mobilnya parkir dan dengan leluasa netizen bisa foto-foto. Mumpung mobilnya lagi bobo.

Ini pun sama, penobatan sebagai mobil tercepat walau ukurannya jelas ndak ada sertifikasinya yang bilang mobil ini adalah mobil cepat. Dia hanya pemegang rekor. Sudah, itu saja.

Tapi namanya juga negara kita adalah negara keren. Negara maritim yang semua penduduknya berpendidikan tinggi. Semuanya pandai baca dan punya minat tinggi terhadap bacaan. Daya belinya juga oke punya. Masyarakatnya rukun damai tanpa pernah ribut. Apalagi bacok-bacokan. Semua diselesaikan dengan cara yang beradab, adiluhung dan mengutamakan musyawarah kekeluargaan. Polisinya jujur semua. Tentaranya abdi negara, bukan abdi pengusaha.

Maka kita ndak kaget jika ada lembaga yang punya wewenang mulia memberikan stempel sesuatu itu baik atau buruk, ganteng atau cantik, bahkan halal atau haram. Semua boleh diaku olehnya mengenai seluruh hal.

Hanya di Indonesia, negeri tercintah, yang bisa dan mau untuk susah payah mencari dalil dan ayat-ayat yang menegaskan bahwa makanan kucing itu halal. Apalagi sekadar kerudung. Sepanjang dipakai menurup aurat, dan memiliki sesuatu “hal yang spesifik”, maka ada kerudung yang juga halal. Ndak tanggung-tanggung, halalnya ndak cuma secara lisan. Namun dibuat sertifikatnya. Ini sah. Ini resmi. Makanan kucing halal dan kerudung halal.

Mas, sampeyan sudah tau,.. ndak cuma kerudung saja yang halal?“, tanya saya kepada teman ngerokok saya di suatu tempat dan waktu yang dirahasiakan.

“Iya saya paham Mas.”

Sampeyan juga tahu ada makanan kucing halal?

Iya saya juga tahu Mas“.

Nah kalau kulkas halal, sampeyan sudah paham?”

Waduh, saya kok senang dengarnya! Bagaimana itu Mas, saya mau beli segera.

Teman saya rupanya mulai tergoda dan ingin segera memilikinya.

Lho Sampeyan kok ndak tau, ini keluaran terbaru Mas. Apa ndak aneh, kok kulkas pakai acara dihalalin segala“, seru saya dengan nada bangga karena berhasil lebih tahu duluan daripada teman saya ini.

“Ya ndak papa. Itu wajar Mas.”

Kok wajar? Yang ndak wajar itu yang bagaimana?“, tanya saya penasaran.

Mulai ndak wajar jika ada lembaga sertifikasi keislaman.

Maksud sampeyan?“, saya makin penasaran. Sungguh-sungguh penasaran.

Iya, saya akan kaget pingsan jika ada Kulkas bersertifikasi Islam.”

Bedanya apa itu Mas?“, saya bertanya dengan ndak sabar.

Teman saya menjawab dengan santai,

Kulkas Islam itu bukan kulkas dengan dua pintu, tapi kulkas dengan dua kalimat syahadat..“, sembari mematikan puntung rokok dan membuangnya ke pot bunga.

Advertisements

Leave a Reply