#RekomendasiStreaming – Campursari Aneka Sensasi

So I guess the cat is out of the bag now.

Hari diunggahnya tulisan ini, yaitu pada tanggal 19 April 2018, bertepatan dengan konferensi pers acara yang sedang saya kerjakan, yaitu festival film Europe on Screen. Kalau pernah mendengar nama hajatan ini, terutama bagi para peminat film di ibukota dan beberapa kota besar di Indonesia, maka pasti familiar dengan konsep acaranya, yaitu memutar film-film Eropa terpilih dalam beberapa tahun terakhir secara gratis di pusat-pusat kebudayaan.
Kebetulan untuk edisi sekarang, saya dan rekan kerja saya didapuk untuk menjalankan perhelatannya.

Perjalanan kami sangat singkat, karena dalam waktu kurang dari 4 bulan harus menyiapkan keseluruhan elemen acara, mulai dari struktur, isi program, materi publisitas dan promosi sampai urusan administratif. Biasanya waktu yang dibutuhkan untuk mengerjakan kegiatan semacam ini secara normal adalah 6-9 bulan masa persiapan.

Hidup saya jungkir balik selama 14 minggu terakhir. Beberapa proyek lain terpaksa harus menunggu, karena ini ibaratnya sedang membangun rumah baru nyaris dari nol. Dan dalam waktu yang singkat pula, saya terpaksa harus melepas beberapa film yang sebelumnya sudah sempat saya incar untuk diputar di festival ini.

Tanpa harus menjelaskan dengan istilah teknis yang njelimet, mendapatkan film untuk diputar di sebuah kegiatan pemutaran film atau festival film itu susah-susah gampang dan gampang-gampang susah.
Kuncinya adalah sabar. Sabar mencari kontak pemegang hak tayang film yang kita mau, yang biasa dipegang oleh agen penjualan atau sales agent, atau distributor. Semua data itu ada di internet, asal kita sabar mencari, dan setelah ketemu kontaknya, sabar menunggu balasan. Balasan pun belum tentu positif, karena bisa saja film yang kita mau sedang tidak available untuk dipinjamkan kopi filmnya di tanggal yang kita rencanakan, atau memang pemegang hak tayang film tersebut tidak tertarik filmnya ditayangkan di acara kita. Itu baru dua dari sekian lusin alasan lain.

Intinya, dalam waktu singkat saya harus mencari ratusan film, dan mengontak ketersediaan ratusan film ini, sebelum akhirnya mengerucut menjadi 90-an program film yang tersedia sekarang. Dari sekian banyak film yang terpental dari daftar, ada 3 film yang lumayan membekas di ingatan. Film-film ini tidak akan ditayangkan di festival, namun mereka bisa ditonton di aplikasi video streaming yang ada secara legal di Indonesia.

Mereka adalah:

Layla M

Layla M (source: Variety)

Film produksi negeri Belanda karya Mijke de Jong ini mengungkap sisi lain radikalisme Islam dari kacamata seorang remaja perempuan yang tomboy. Meskipun seperempat terakhir film terkesan terburu-buru dalam penyelesaian cerita, namun film ini masih menarik untuk diikuti. Paling tidak memberi pemahaman lain tentang kenapa banyak orang bisa tertarik pada gerakan radikalisme yang buat sebagian orang lain susah untuk dimengerti.

Call Me By Your Name

Call Me By Your Name (source: Rolling Stones)

Jujur saja, ini bukan salah satu film favorit saya. Entah kenapa, baik novel asli ataupun film adaptasinya, this doesn’t speak to me. Berbeda dengan Brokeback Mountain yang menyesap ke ujung hati. Namun saya akui, there’s a sense of tenderness yang membuat film ini masih menarik untuk diikuti. Oh, dan film ini tersedia di aplikasi Hooq yang entah kenapa kok saya tidak menemukan tautannya untuk dicantumkan di sini. Hmmm.

Risk

Risk (source: Variety)

Film produksi negeri Jerman yang bisa dibilang “sekuel” dari film Citizenfour karya sutradara yang sama, Laura Poitras. Sama-sama mempunyai unprecedented access ke tokoh kontroversial, kali ini Julian Assange, otak di balik Wikileaks. Menonton film ini memang menghadirkan sensasi ketegangan mengikuti perjalanan Julian yang dikejar-kejar berbagai negara. Namun alih-alih menghadirkan empati, menonton film ini dijamin membuat rasa sebal dan kesal berlipat ganda terhadap Julian. Menurut saya, itulah bukti kesuksesan film ini.

Selamat menonton, dan kalau sempat hadir di festivalnya lalu bertemu saya, panggil saja saya ya. With my name, not your name. Kalau sudah kenalan, ya kita lihat saja nanti. 🙂

Advertisements

Leave a Reply