#RekomendasiStreaming – Romansa Masa Sekarang

Romantic comedy is dead.
Paling tidak begitulah sentimen beberapa media dan banyak orang yang mengeluhkan, kenapa sudah tidak ada lagi film-film komedi romantis a la film-film Sandra Bullock, Meg Ryan, Julia Roberts di tahun 90-an?
Sentimen ini kalau ditelaah dan over-analyzed lagi membuat pemikiran baru: is romance dead?

Whoa!
Jangan terburu-buru ambil kesimpulan seperti itu.
Mari kita menyeduh kopi, teh, atau apapun minuman hangat sambil browsing, apa saja sih jenis film romansa yang diproduksi jaman sekarang di luar sana.

Maklum, kalau kenyataan bahwa studio-studio besar di Hollywood sudah tidak lagi peduli dengan genre komedi romantis, itu benar adanya. Sekarang hampir semua studio besar di Hollywood lebih memilih membuat film-film tentpole atau film “event” yang bisa jadi reka ulang cerita atau film yang sudah pernah dibuat sebelumnya, cerita komik, atau existing materials dalam format apapun. Original story is rarity.

Makanya saya menyambut gembira kehadiran “studio alternatif” macam Netflix, Amazon, iflix, Hooq, atau streaming platforms lain yang mau bertaruh membuat konten sendiri. Tidak sekedar membuat konten, namun berani mengeluarkan budget lebih untuk membuat konten dengan konsep membuat film layar lebar.
Memang tidak selalu berhasil. Bahkan kalau boleh jujur, kualitas konten film panjang yang diproduksi Netflix belum sebanding dengan kualitas serial produksi Netflix yang hampir semuanya istimewa itu. Tapi yang saya kagumi adalah keberanian Netflix untuk memproduksi, atau mengakuisisi, jenis-jenis film yang sudah dilepeh oleh major Hollywood studios.

Film-film seperti Bright, The Cloverfield Paradox memang tidak membekas di ingatan secara kualitas. Namun harus saya akui, they are fun to watch! Dan film-film sci-fi atau hybrid genre macam ini memang sudah jarang sekali dibuat. Apalagi dengan budget minim seperti Paradox atau Mute.

Termasuk juga genre romansa.
Saya kaget waktu Netflix mendistribusikan film Our Souls at Night yang dibintangi Jane Fonda dan Robert Redford tahun lalu. Tapi saya langsung mahfum, bahwa mustahil studio besar Hollywood mau membuat dan mendistribusikan film romansa dengan dua bintang yang usianya di atas 60 tahun. Terakhir kali paling It’s Complicated, tahun 2009, dengan bintang Meryl Streep dan Alec Baldwin yang usianya 50-an. Itu pun jenis romansa komedi. Kalau drama romansa seperti Souls? Ingatan saya langsung ke The Bridges of Madison County, produksi tahun 1995 dengan bintang Meryl Streep, lagi, dan Clint Eastwood.

Tak heran kalau para “studio alternatif” ini, dengan kemampuan finansial luar biasa untuk produksi dan akuisisi konten, bisa mengisi kekosongan jenis-jenis film yang sudah lama tidak kita lihat di bioskop, dan sekarang bisa kita tonton di mana saja, selama kita terkoneksi dengan internet. Which is actually how different romance nowadays is.

Kenapa bisa beda? Lihat saja dari tiga film komedi romantis terbaru produksi Netflix ini. Semua karakternya masing-masing punya dan tergantung pada ponsel cerdas, sesuatu yang tidak pernah kita lihat di film-film komedi romantis 90-an. Alur cerita pun bergerak dari kebutuhan mereka terhadap gawai.

Lalu ceritanya, paling tidak satu dari tiga, lebih berpijak ke bumi. Tidak lagi terlalu dreamy. Oke, paling tidak ada satu yang masih seperti ini, tapi toh tidak terlalu mengawang-awang.

Meskipun begitu, semuanya tetap memberikan efek yang sama: selama 2 jam, kita dibawa pergi sejenak dari kehidupan nyata, dan tersenyum melihat dunia lain yang lebih indah. Dunia lain yang masih terlihat sama dengan dunia kita yang nyata, namun bisa membuat kita klangenan. And that’s how you know when romantic comedy works.

Inilah 3 film #rekomendasistreaming saya untuk bulan ini:

Irreplaceable You
A girl meets a boy, they fall in love, a girl has terminal illness, their fate and faith are tested. Ide cerita yang sudah ada di film dari puluhan tahun lamanya, dan sudah pernah jadi nominasi Best Picture Oscar lewat Love Story (1970). Tapi yang segar dari Irreplaceable You ini adalah semangat positifnya. Film ini tidak menye-menye. Saat sang perempuan malah merencanakan kehidupan kekasih setelah dia pergi nanti, kita tahu bahwa ini bukan komedi romantis yang biasa. You cannot help but falling for its positivity.

Irreplaceable You

When We First Met
Kalau yang ini, terus terang karena saya punya kelemahan tersendiri terhadap cerita tentang time traveling. Selalu menyenangkan melihat cerita tentang orang-orang yang berniat mengubah masa lalu. Film When We First Met ini ibarat Back to the Future dalam skala yang lebih kecil, dan fokus pada membuat impresi pertama seorang laki-laki terhadap perempuan yang dijumpai di pesta Halloween. Memang mudah diprediksi, tapi tetap menyenangkan untuk ditonton, karena sangat menghibur.

When We First Met

Love per Square Foot
Dari segi cerita, ini favorit saya dibanding dua judul di atas. Mungkin karena pendekatannya yang relevan dengan keadaan masa sekarang. Seorang pria lajang di Mumbai, India, menginginkan apartemen sendiri, sementara kesempatan cuma terbuka bagi pasangan yang sudah menikah. Sementara seorang perempuan lajang lain juga menginginkan punya rumah sendiri. Mereka bertemu, menikah untuk membeli rumah, dan pelan-pelan mulai jatuh cinta. Ide cerita yang grounded, dan meskipun dari segi durasi agak terlalu lama, tapi masih bikin betah buat ditonton.

Love per Square Foot

Jadi, selamat menonton!

Advertisements

2 thoughts on “#RekomendasiStreaming – Romansa Masa Sekarang

Leave a Reply