Setajam Silet

Dari semua kata yang sedang naik daun akhir-akhir ini, mungkin ‘konspirasi’ terselip dalam daftarnya. Semua yang melakukan kesalahan terhadap seseorang, atau kaum tertentu lalu dituding merupakan bagian dari konspirasi. Ada seorang pemuka agama tertentu yang terjerat kasus hukum? Ini pasti konspirasi pemerintah yang ingin mencorengkan nama agama itu (padahal memang melanggar hukum, gimana dong?). Bumi dicurigai tidak bulat? Lalu dari mana asal pengetahuan umum bahwa planet kita ini dan semua planet di tata surya itu bulat, dong? Oh, berarti ini konspirasi negara barat supaya jualan satelitnya laku.

Keyakinan saya adalah, belum tentu yang dituduh berkonspirasi itu cukup pandai untuk melakukan konspirasi. Karena itu teori yang terlalu njelimet biasanya bisa disilet dengan philosophical razor seperti punya Hanlon atau Occam. Tetapi memang Hanlon’s Razor lebih silet terdengarnya. Tetapi saya memang lebih percaya; bahwa dari sebagian besar tuduhan kelicikan, biasanya yang terjadi di belakangnya adalah kebodohan. Saya masih skeptis terhadap kelicikan manusia kebanyakan, tetapi saya penganut kepercayaan mutlak bahwa manusia (termasuk yours truly) masih banyak yang bodoh. Pada dasarnya saya husnudzon. Bukan Fadli Zon.

Tapi tentu ini tidak berlaku untuk teori konspirasi favorit saya tentang kudeta yang diredam dengan isu pemberontakan PKI (termasuk juga kata yang sedang naik daun). Yang disebut sebut sedang mengalami kebangkitan itu. Satu lagi teori yang saya ingin percaya dan dengan bersemangat mengikuti tulisan maupun film yang dibuat berdasarkannya; pendaratan Apollo 11 di bulan. Setelah membaca banyak sekali pembahasan teori dan spekulasi mesin roket, dikukuhkan oleh film Capricorn One. Berbeda dengan flat-earther yang bersikukuh kalau pendaratan ini bohong belaka, saya akan senang kalau ada yang bisa membuktikan saya salah.

Jadi silet yang mana yang kita pakai buat cukuran hari ini?

Conspiracy

Teori konspirasi yang menutup konspirasi sebenarnya adalah konspirasi!

Advertisements

Leave a Reply