Sebarkan Cinta

Satu hal yang sedang saya hindari akhir-akhir ini adalah membaca berita (kecuali berita gosip selebritas tentunya!! karena ini bisa membuat hidup lebih berwarna membaca tingkah-tingkah konyol dari artis-artis kita) dari situs apapun dan sosial media apapun. Saya sedikit parno dan membaca berita-berita yang buruk membuat pikiran saya menggila dan tidak bisa dikontrol dengan baik.

Awalnya beberapa bulan lalu saya masih terbiasa untuk membaca semua berita buruk. Yang saya maksud berita buruk disini adalah; berita pembunuhan, pemerkosaan, pelecehan seksual, perampokan, dan sebagainya. Dulu saya belum separno ini untuk membacanya, karena dulu saya belum ‘membayangkan‘ bagaimana jika itu terjadi kepada saya dan sebagainya, tapi sekarang OMGGGGG GIMANA KALAU ITU KEJADIAN???

Nyawa layaknya daun yang mudah sekali dipetik. Berita pembunuhan yang selalu ada, hampir setiap hari, di setiap kota bahkan di seluruh Indonesia. Dari alasan yang berat mengapa pelaku membunuh sampai alasan se-konyol konyolnya yang kadang membuat saya keheranan, kebingungan, dan cuma bisa tanya sama diri sendiri, “Karena itu alasannya?”

Pelaku dengan mudahnya menghabisi nyawa seseorang seperti dia hanya bermain games lalu membuat lawan tewas agar dia bisa menang adalah tujuannya. Se-tidak berharga itukah nyawa sekarang? Semudah itu mereka mengeluarkan pedang dan menusuk teman mereka? Menembak salah satu keluarga mereka? Lalu setelah semua terjadi, hanya ada kata “khilaf” yang selalu keluar tanpa memikirkan bagaimana perasaan suami, istri, anak, keluarga dari yang mereka bunuh. Mengapa mudah sekali kata khilaf itu keluar?

Beberapa bulan lalu saya melihat video di instagram. Saya lupa di kota mana, tapi lokasinya di tempat bermain anak di sebuah Mall. Kala itu semua anak sedang bermain, tapi lalu terjadi keributan kecil antara anak A dan B (sepertinya karena rebutan mainan) dan si A memukul B (videonya tidak jelas tapi kelihatannya hanya memukul ringan). A salah, ya saya akui. Ibunda B langsung maju dan yang semakin salah disini adalah Ibunda B memukul anak A karena tidak terima. Kenapa tidak dinasehati baik-baik kalau tidak boleh saling memukul? Terlihat jelas mereka baru berumur 4 sampai 6 tahun, masih sangat kecil untuk dipukul seperti itu. Lalu orang tua A tidak terima dan membalas orang tua B, lalu keadaan menjadi tidak terkontrol… orang tua disitu mulai saling memukul satu sama lain bahkan ada yang menggunakan meja yang berada disana. Anak-anak dari mereka mulai menangis melihat perkelahian itu, dan tidak ada yang menenangkan. Saya tidak tahu bagaimana akhirnya karena saya tidak menonton sampai habis (saya tidak suka dan trauma melihat adegan pemukulan), tapi di tempat bermain anak-anak yang harusnya penuh tawa dan canda, para orang tua memperlihatkan sikap yang tidak seharusnya. Menyedihkan bukan?

Yang baru juga terjadi, anak SD dikeroyok karena tidak sengaja menendang gol bunuh diri. Di keroyok, sampai kalau tidak salah ada masalah dengan (maaf) kemaluannya. Dunia sudah jadi sangat gila bukan? Saya benar-benar tidak habis fikir bagaimana anak SD… ANAK SD… bisa setega itu, bisa berperilaku seperti itu, kepada teman sebaya-nya. Ini bisa jadi pengaruh lingkungan mereka, juga bisa terpengaruh pada apa yang terjadi di televisi yang sehari-hari mereka nonton. Saya menyesalkan sebuah sinetron yang masih tayang sampai hari ini selalu menampilkan adegan keributan, adegan berantem, adegan pukul-pukulan yang tidak pernah disensor. Saya pernah menonton satu kali sinetron itu.. Geng A memukul anak dari Geng B, lalu Geng B balas dendam, lalu Geng A tidak terima dan balas dendam lagi. Sinetron apa ini sebenarnya? Bahkan film luar negeri yang ditayangkan di televisi saja, yang memang adegan ribut dengan alasan yang wajar bisa mereka sensor, kenapa ini tidak? Dan kenapa adegannya ribut terus-terusan? Apa tidak ada skenario lain?

Hal lain.. Pemerkosaan dan pelecehan seksual yang semakin hari bukannya makin berkurang tapi semakin banyak. Membuat wanita-wanita dilanda ragu dan ketakutan untuk pulang malam, tapi ternyata tidak hanya malam kini, pelaku menyebar juga di pagi, siang, dan sore hari. Sering saya mendengar wanita disalahkan karena “pakaiannya” yang “memancing” para pria. Kenapa tidak “pikiran” prianya yang disalahkan? Ego dan nafsu pria yang di teriakkan? Sampai akhirnya insiden perempuan berpakaian tertutup pun menjadi korban dan mereka diam.

Semakin gilanya kini, bukan wanita atau anak remaja yang di incar, anak kecil bahkan balita pun mereka serang. Kemana akal sehatnya? Kemarin saya membaca berita yang tidak terlalu enak untuk dibaca dan saya minta maaf untuk itu. Saya kemarin melihat di akun Lambe Lambe semacamnya ada foto anak kecil sedang “melakukan” itu untuk seorang pria. Belum diketahui siapa pria itu, apa Ayahnya, atau Omnya, atau Tetangganya, atau siapanya, tapi… BAGAIMANA BISA PRIA ITU TEGA MELAKUKAN HAL SEKEJI ITU TERHADAP ANAK KECIL?

Saya benar-benar speechless saat membaca berita itu dan sedih. Benar-benar sedih karena kenapa sekarang sepertinya sulit menemukan orang baik? Kenapa sekarang makin banyak orang jahat yang bebas berkeliaran? Saya terdiam setelah membaca berita ini. Sedih, mual, eneg, benci terhadap pelaku. Saya berdoa agar pria itu segera ketahuan dan ditangkap.

Sampai di satu titik saya tidak tahan dan bercerita kepada pacar saya tentang ketakutan saya ini. Ketakutan akan banyaknya orang jahat diluar sana, yang kadang bisa membuat saya sampai menangis, dan pacar saya akhirnya dengan TEGAS melarang saya membaca, menonton, mencari tahu berita-berita buruk itu. Dia menyuruh saya untuk membaca berita-berita yang menyenangkan saja. Bahkan sekarang dia mau diajak untuk bergosip berita selebriti (yang penting saya tidak membaca berita-berita buruk lagi!!). Media, tolong banyakkan berita baik!

Hukum harus tegas pada setiap pelaku kejahatan, tindak tegas dan beri hukuman yang setimpal agar pelaku jera. Beri pelajaran untuk moral mereka juga, jangan di penjara yang mereka lihat keributan dan kejahatan juga (sama aja boong!). Dan media… LETS SPREAD THE LOVE❤ Mari saling melindungi satu sama lain, saling menyanyangi satu sama lain, saling menolong satu sama lain. Tidak ada salahnya bertanya jika melihat seseorang kesulitan, tidak ada salahnya menyisihkan waktu sebentar untuk membantu. Kadang pertolongan kecil kita itu adalah pertolongan besar untuk orang lain. Mari jadi orang baik!

Saya tidak tahu apa alasan para pelaku bisa melakukan kejahatan, yang saya tahu sama sekali tidak dibutuhkan sebuah alasan untuk menjadi orang baik. Menolong orang apakah perlu alasan? Menyebarkan kebaikan apakah perlu alasan? Menyebarkan cinta apakah perlu alasan?

Spread love guys, the world need it❤💙💚💛💜

Advertisements

Leave a Reply