Protect Me From What I Want

Dulu kalo kita jalan-jalan ke tempat perbelanjaan ke mal. Terkadang kita pulang membawa gembolan. Iya belanjaan. Padahal awalnya tidak ada rencana untuk belanja. Tetapi ketika sampai di rumah ternyata yang kita beli itu tidak begitu kita perlukan. Bahkan mungkin kita telah punya beberapa barang yang sama. Jangan salah. Laki-laki kalau belanja bisa lebih kalap dan lama dari perempuan.

impulsif4.jpg

Godaan ini sekarang semakin berat karena sekarang kita bisa belanja melalui telepon genggam. Atau dari komputer. Di semua toko di seluruh dunia. Semua orang yang mempunyai koneksi internet dan mempunyai uang tentunya bisa melakukan ini di atas kasur. Sambil nonton televisi. Atau mungkin di kedai kopi. Hanya hitungan menit maka barang yang anda idamkan bisa dipesan dan dikirim keesokan harinya. Tetapi yang menjadi permasalahan adalah apakah kita betul-betul membutuhkannya? Atau sekedar pengen aja? Atau lucu-lucuan? Ikut tren? Keseret arus? Atau sensasi menunggu kurir yang datang mengantarkan pesanan anda?

impulsif.jpg

Saya pernah ada di posisi ini. Senang sekali belanja online. Lokal atau pun internasional. Tidak pernah yang mahal-mahal. Karena selain keuangan terbatas juga tapi lebih ke penasaran. Terkadang pernah membeli sebuah barang sehingga ketika barang sampai di tangan sensasi itu hilang. Barang yang kita tunggu itu sekarang tersimpan saja di sudut ruangan. Di situ saya mulai berpikir. Oh, ternyata saya tidak begitu memerlukan barang yang saya beli.

impulsif2.jpg

Sekarang, jika saya tak sengaja menemukan barang yang akan ditemukan. Saya selalu berusaha untuk berfikir jernih. Tidak impulsif. Saya coba tunggu satu minggu. Jika saya masih menginginkannya berarti memang saya mungkin membutuhkannya. Tapi rata-rata setelah seminggu menunggu, keinginan untuk membeli itu hilang. Oh. Ternyata saya hanya lapar mata. Karena ada bujukan syaiton bernama “sale up to” dan “harga hanya berlaku hingga pukul” itu bisa membuat dorongan belanja makin tinggi. Jangan tergoda. Barang yang anda beli tidak akan menjadi lebih mahal koq. Apalagi jika elektronik. Pasti harganya turun. Karena ada model yang lebih baru. Selalu begitu. Jikapun memang harus belanja. Sebaiknya barang tersebut memiliki harga jual yang tetap tinggi apabila kita sudah tidak memerlukannya. Jika kita bisa menjualnya dengan harga yang lebih tinggi lagi. Itu lebih bagus dan itu namanya investasi.

Iya gak sih?

Advertisements

Leave a Reply