Crazy Little Thing Called Love!

Pernah nonton film Thailand berjudul Crazy Little Thing Called Love? Film yang tayang tahun 2010 ini sangat populer di negaranya dan cukup populer di Indonesia. Diperankan oleh dua aktor muda ternama yaitu Mario Maurer dan Baifern, film ini laris manis dan membuat siapapun yang membacanya senyum-senyum sendiri (karena kalian pasti pernah merasakannya!).

Tentang seorang cewek yang “biasa saja” yang berteman dengan tiga orang temannya yang juga “biasa saja” sejak kecil. Kehadiran mereka tidak terlalu berarti di sekolah ini sampai akhirnya sang pemeran utama, Nam, menyukai seniornya yang bernama Shone.

Di film ini di perlihatkan bagaimana cinta bisa mengubah seseorang untuk menjadi lebih baik, bagaimana cinta bisa menjadi alasan untuk Nam merubah dirinya yang “biasa saja” agar dilihat oleh Shone.

Shone adalah cowok yang sangat populer di sekolahnya, jagoan dalam bermain bola, dan di idolakan oleh cewek-cewek. Nam hanya menyukainya dari jauh sampai akhirnya dengan dibantu tiga sahabatnya, Nam pelan-pelan mulai berubah.

Berubahnya Nam juga di dasari dengan Nam yang diperbolehkan pergi ke Amerika menjenguk Ayahnya yang tinggal disana jika dia mendapatkan urutan pertama di kelulusannya nanti.

Pertama kali saya menonton film itu di salah satu stasiun TV pada malam hari. Tapi karena tayang di TV, film yang tadinya dua jam bisa jadi satu jam saja karena lebih banyak dipotongnya. Cerita jadi tidak jelas dan tidak bisa mengikuti dengan baik bagaimana alurnya. Saya jadi bingung sendiri, akhirnya saya memutuskan untuk mencari filmnya…. dan saya langsung menyukainya!!

7 tahun lalu saya juga masih duduk di bangku SMA, semua scene Nam di film ini membuat saya teringat saat saya naksir dengan senior yang cukup populer di sekolah. Saya tidak tahu bagaimana agar saya bisa berkenalan dengannya, tapi saat saya tahu dia masuk jurusan IPA, anak osis dengan jabatan tinggi, saya langsung mencoba bagaimana untuk “terlihat pintar” juga sama seperti Nam. Saya ingin terlihat olehnya. Saya daftar ke osis walau sebenarnya saya tidak terlalu suka masuk dalam organisasi, saya belajar dengan giat, saya mencari segala cara agar saya bisa berteman atau paling tidak berkenalan!

Di film di perlihatkan bagaimana bahagianya Nam saat Shone menolongnya dari anak senior pemain basket dan terlebih bahagia saat mengetahui Shone tahu namanya. Di scene tersebut saya juga ikut gembira. WOW COWOK ITU TAHU NAMANYA. Sama seperti saya saat akhirnya saya mengenal kakak kelas ipa saya itu!!

Saat ketiga sahabatnya menemukan buku bagaimana cara menarik perhatian senior (yang ini sanggup membuat saya tertawa, siapa yang membuat buku seperti itu?? Apa benar memang ada bukunya? Apa ada cara tersendiri untuk menarik perhatian senior??), Nam pura-pura acuh dan tidak mau membaca, walau akhirnya dia mengikuti semua metodenya.

Di film, Nam yang diceritakan berkulit sawo matang, mencari segala pengobatan agar kulitnya bisa sedikit cerah (padahal kulit sawo matang pun bisa terlihat cantik kalau dirawat). Nam melakukan segala cara, bahkan saat dia dipilih untuk ikut kelas drama dia yang tadinya menolak jadi menerimanya karena ada Shone membantu disana.

Nam memperlihatkan bagaimana dirinya benar-benar berjuang untuk bisa mendapatkan perhatian dari cowok pujaannya itu. Bagaimana cinta bisa membuat Nam bahagia dengan melakukan apapun untuk membuat dirinya sendiri menarik. Ketika Nam sudah menjadi cantik, karena keteledoran salah satu gurunya dia dipilih menjadi mayoret untuk drumband di sekolahnya. Nam merasakan tugas itu amat berat dan dia tidak kuat, tapi lagi-lagi atas nama cinta dan bantuan tidak langsung dari Shone, Nam bisa melaluinya. Shone memperlihatkan ke Nam kalau cowok itu saja bisa melalui traumanya, kenapa Nam tidak bisa?

Dan saat Nam sudah menjadi cewek paling populer, anak baru datang yang ternyata adalah teman kecil Shone. Cowok itu (namanya Top) menyukai Nam sejak pandangan pertama dan langsung mendekati Nam. Dan jahatnya Nam, (sepertinya Nam juga tidak sadar kalau dia jahat), dia menggubris pendekatan yang dilakukan oleh Top yang membuat dirinya selalu ikut Shone cs untuk berkumpul, dan membuat dirinya mendapat kesempatan untuk dekat dengan Shone.

Apa kalian, cewek-cewek pernah melakukan ini? Saya yakin 70% cewek pernah melakukannya. Saat kita menyukai si A, tetapi malah si B yang pendekatan ke kita, lalu kita memanfaatkan itu untuk dekat dengan si A. Perempuan akan melakukan segala cara untuk mendapatkan apa yang dia mau bukan? Bahkan terkadang dengan cara yang menyakiti orang lain.

Nam dijauhi oleh ketiga sahabatnya karena melupakan mereka sejak dekat dengan Shone cs, lalu ada suatu kejadian yang akhirnya membuat Nam jujur kepada Top, lalu Top berkata pada Shone untuk jangan pernah menjalin hubungan dengan Nam karena dia merasa sangat sakit hati.

Waktu saya menonton pertama kali, saya merasa sedih saat di adegan tersebut. HEII KALIAN KAYAK CEWEK SAJA MELARANG MANTANNYA ATAU GBTANNYA DEKAT DENGAN SAHABAT SENDIRI. Saya sedih dan cemas bagaimana akhir dari cerita ini. Nam sudah berjuang untuk merubah dirinya, untuk menjadi lebih baik, semua dilakukan Nam atas nama cinta yang begitu menyentuh!

Saat mendekati hari kelulusan Nam sudah berbaikan dengan ketiga sahabatnya dan mendapat nilai terbaik, Nam berhasil untuk pergi ke Amerika! Lalu bagaimana dengan Shone? Hal itu membuat Nam akhirnya melakukan apa yang cewek-cewek kita masih tabu mau melakukannya, yaitu menyatakan perasaannya terlebih dahulu. (Disini saya sangat salut dengan Nam karena di akhir perjuangannya, di akhir kerja kerasnya merubah dirinya, dia akhirnya berani jujur atas perasaannya sendiri. Ini juga mengajarkan saya bagaimana kita perempuan untuk jangan pernah malu mengungkapkan apa yang sejujurnya kita rasakan. Perempuan juga berhak berbicara).

Walau hasil dari pengakuan Nam itu adalah sad ending karena Shone sudah bersama cewek lain… scene selanjutnya memperlihatkan bahwa Shone akan masuk ke dalam pelatihan tim sepak bola nasional dan membuat dirinya harus cepat berangkat untuk pelatihan… dan scene ini adalah scene yang membuat saya terharu biru karena ternyata selama ini Shone sudah memperhatikan Nam jauh sebelum cewek itu mulai berubah.

Shone selama ini membuat scrapbook yang bercerita tentang Nam dengan foto-foto dan tulisan di bawahnya yang menjelaskan kejadian di foto tersebut. Shone juga menceritakan bagaimana sedihnya dia saat Nam dekat dengan sahabatnya …. scrapbook itu akhirnya Shone tinggalkan di depan pintu rumah Nam. (Yang masih saya sesali tidak ada scene yang memperlihatkan Nam saat membukanya huhu).

Saya berterima kasih pada sutradaranya karena akhirnya mereka happy ending. Nam dan Shone bertemu lagi saat mereka sudah dewasa di suatu acara, dan satu hal yang langsung Nam tanyakan adalah, “Apakah Shone sudah menikah?” yang langsung dijawab oleh Shone, “Saya menunggu seseorang kembali dari Amerika…”

Apa kalian sudah membacanya? Apa merasakan apa yang saya rasakan? Saya merasa nostalgia setiap saya menonton film itu. Teringat akan hal-hal di jaman SMA yang saya lakukan untuk menarik perhatian senior yang saya sukai. Nam mengajarkan saya bagaimana cinta bisa membuat anda melakukan hal yang tidak pernah anda lakukan, cinta bisa membuat anda mengalahkan rasa takut, cinta bisa membuat anda bekerja keras dan berjuang untuk mendapatkan apa yang anda inginkan, Nam memperlihatkan bahwa it is okay untuk menyatakan perasaan lebih dulu, dan Nam selalu menggunakan cinta untuk melakukan hal baik.

Apa selama ini kalian menggunakan cinta untuk hal-hal baik? Tontonlah film ini, dan kalian pasti tersentuh dengan perjuangan Nam dan bisa lebih menghargai arti dari cinta itu sendiri.

Advertisements

Leave a Reply