Darurat Kucing Liar

IMG_20180104_083123

Baru tadi kejadian, sudah siap pergi, sang anak memanggil panik karena ada darah dari kucing, katanya. Ternyata setelah diperiksa, ada darah di anusnya (maaf, TMI). Pergi ditunda, si kucing dibawa dulu ke langganan dekat rumah kami, Pondok Pengayom Satwa. Walaupun dekat rumah ada Rumah Sakit Hewan DAN Puskeswan (Pusat Kesehatan Hewan) tetapi kami lebih suka ke PPS karena dokternya yang begitu lembut memperlakukan kucing-kucing kami.

Setelah diperiksa, ternyata anus kucing hanya lecet, tetapi memang dia terdengar serak dan tidak selincah biasanya, terkena flu rupanya. Diberi resep untuk obat dan disuntik, kemudian kucing boleh pulang dengan pesan pesan harus dikandangi paling tidak tiga hari agar bisa observasi dan tidak kelayapan.

Ngomong-ngomong soal kucing, di sekitar rumah saya banyak sekali kucing liar. Yang saya bilang banyak, ketika saya jalan dari rumah ke gerbang kompleks mini saya, bisa saya lihat 9 sampai 11 kucing liar sedang beraktivitas. Ketika keluar dari kompleks lebih banyak lagi terlihat. Belum lagi anak-anak kucing yang terlihat fresh from the uterus, jalan masih doyong doyong tanpa ditemani ibunya juga berkeliaran. Padahal, seperti tadi saya sebutkan, di dekat rumah saya ada Rumah Sakit Hewan, Puskeswan, dan Pondok Pengayom Satwa. I’m sure they have their hands full, tapi apa mereka tidak punya program CSR untuk tindakan steril kucing sekitar  ya? Agak miris rasanya.

Dari teman  saya yang saya pergoki membawa-bawa makanan kering untuk kucing dan memberikan ke kucing liar yang ditemuinya terlihat lapar, saya lalu jadi aware kalau ada komunitas penyayang kucing, bahkan berbentuk NGO yang resmi. Teman saya itu bergabung ke Perkumpulan Kucing Domestik Indonesia. Kemudian dia juga menyebutkan Peduli Kucing dan Steril Yuk yang menyarankan pemilik kucing untuk segera mengebiri kucing yang dimiliki agar tidak beranak pinak. Sebagian dari organisasi ini juga menerima donasi untuk menolong kucing liar, memberi makan dan mensterilkannya.

Sungguh melegakan mengetahui bahwa ada yang peduli dan tidak menunggu organisasi besar memulai menolong kucing. Sekarang saya jadi tahu harus berbuat apa, daripada ngomel ngomel sendiri.

Advertisements

2 thoughts on “Darurat Kucing Liar

Leave a Reply