Wawancara @RoySayur dengan @MariaHarfanti, Miss Indonesia 2015

dari akun IG dia

Beberapa hari yang lalu lewat akun instagram saya bertanya kepada Maria Harfanti, Miss Indonesia 2015 dan runner up Miss World (pada tahun berikutnya). Pertanyaan saya berpijak kepada apakah penting ajang miss-missan bagi kita? Bukannya itu ajang hedon saja. Glamor dan ndak sesuai dengan budaya ketimuran yang adiluhung, dimana perempuan itu ndak perlu merasa sok ayu apalagi sampai memamerkan keayuannya.

Banyak pendapat yang bilang ajang miss-miss-an itu sebuah langkah mundur  dimana sekali lagi perempuan dijadikan objek. Hanya dilihat dari urusan fisik. Atau setidaknya filter pertama dan utama mau ikut ajang tersebut adalah tampilan fisik yang “lumayan oke”.

Wawancara singkat melalui DM akun IG, walaupun ybs ngotot ajak ketemuan untuk wawancara langsung saja. Akunya ndak mau. Bukan kenapa-napa. Takut gak mau udahan, aja. Dari pertanyaan miss-miss-an malah bikin saya mimisan.

RoySayur:

“Fan, kenapa Indonesia penting untuk ikut ajang kompetisi kecantikan?”

(pertanyaan ini mengambang hingga beberapa hari tanpa dibalas. Pikiran saya cuma satu: “Sombong. Sok Cantik. Ditanya ndak dibales. Cih!”)

Rupanya gerutuan saya ndak berdasar. Mbak Miss menjawab walau butuh berapa hari. Mungkin dengan berjuta kali pertimbangan.

Maria Harfanti:

“Mas Roy, Mohon Maaf. Aku baru bales. Kemarin sempat liat tapi karena banyak yang DM jadi lupa. Hehe. Masih bisa aku jawab sekarang?”

“Bisa banget lah.”

“Jawabannya aku masih mau sendiri Mas. Maaf ya. Aku masih mau berkarir. Maaf banget. banget. Banget. Bangeeeet. Muaaah.”

(Untuk jawaban di atas cuma imajiliar saya belaka).

Dia dengan sebaik-baiknya menjawab dengan cermat.

“Ini jawab essay apa singkat aja?”

“OK. Hmmm. Indonesia penting untuk ikut ajang kompetisi kecantikan karena partisipasi Indonesia akan sedikit banyak menunjukkan kualitas perempuan Indonesia dan sekaligusmemperkenalkan negeri ini di mata dunia.”

Lanjutnya: “Iya. Penting hingga sampai ajang internasional.”

“Kalau untuk ajang lokal, Menurutku ajang seperti ini lebihkepada membangun semangat berkompetisidan membawa industri pariwisata lebih maju. Juga memberikan gambaran pentingnya berkontribusi ke isu-isu sosial.”

Asal Mas tau aja ya, di ajang Miss Indonesia, tiap tahun Miss yang terpilih harus membuat suatu project yang dampaknya meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat.

“Project kamu apa Fan?”

“Waktu itu aku bangun fasilitas sanitasi dan air bersih di daerah Banten”.

“Miss Indonesia itu intinya gini Mas:

Beauty With a Purpose.

Jadi, ndak cuma harus cantik, tapi masih ada tugas yang lebih utama, yaitu: Cantik yang memiliki tujuan.

“Memangnya setelah ikut ajang ini pandangan kamu berubah terhadap dunia sekeliling kamu, Fan?”

“Pastinya, sekarang jadi lebih peka dengan segala hal yang terjadi di sekitar terutama terkait isu sosial. Aku jadi terdorong untuk semakin aktif mengabdikan diri buat masyarakat. Aku sekarang sedang menjadi spokesperson untuk Smile Train Indonesia yaitu yayasan yang menyediakan operasi bibir sumbing gratis. Aku juga masih menjadi Duta Gizi Japfa Foundation .     Dimana aku secara reguler memberikan penyuluhan tentang gizi dan perilaku hidup bersih dan sehat ke seluruh pelosok Indonesia.”

Wawancara masih berlanjut. Tapi sebetulnya lebih condong mbribik saya kepadanya. Jadi tak perlu lah ditampilkan disini.

Salam anget,

Roy

akun twitter dan IG Miss Harfanti

Advertisements

Leave a Reply