Jangan Merasa Sendirian!

Kamu menderita depresi? Jangan merasa sendiri, kamu gak sendirian. Banyak orang yang menderita depresi tapi tidak menyadari, atau bahkan mendiamkannya, dan tidak menceritakan ke siapapun lalu memendamnya sendiri.

Aku tahu bahwa aku menderita depresi adalah saat masalah datang kepadaku, yang aku inginkan hanyalah bunuh diri dan pergi jauh, masalah itu datang dan membuatku merasa tertekan dan putus asa. Aku perempuan yang senang menyendiri, tidak suka keramaian karena aku takut pada sorot mata orang-orang yang menurut pikiranku… “Kenapa mereka selalu memperhatikan aku? Apa salahku kepada mereka? Apa mereka membenciku?”. Emosiku sangat tidak stabil, aku mudah cemas, juga mudah tersinggung. Pikiran-pikiran bunuh diri dan alat apa yang harus aku gunakan selalu ada di pikiranku beberapa tahun lalu. Masalah yang tidak pernah absen mengunjungiku, membuatku seketika menarik diri dari sosial pertemananku, dan teman-temanku juga menjauhiku karena merasa aku tidak ingin berteman lagi dengan mereka.

Depresi itu menyedihkan, depresi itu menakutkan. Jika kamu tidak bisa mengontrolnya, kamu selesai. Apalagi jika kamu sendirian karena tidak ada siapapun yang mengerti. Aku sering ingin menyelesaikannya, tapi ternyata aku masih takut akan kematian. Aku takut bertemu Tuhan dengan penuh dosa dan belum pernah aku mohon ampun. Aku takut meninggalkan Mamaku, karena hanya aku-lah satu-satunya yang dia punya saat ini.

Dulu aku kira satu-satunya cara untuk menyembuhkan depresi ini adalah pergi ke psikiater. Tapi karena biaya yang tidak murah aku mencari alternatif lain dengan pertama menceritakan ke sahabat-sahabatku apa yang terjadi pada diriku. Mereka menerima, mereka iba, mereka kasihan. Mereka turut membantuku dengan tidak mengatakan hal-hal yang memungkinkan akan menyinggung perasaanku, mereka membantuku untuk tidak merusak moodku. Aku sangat berterima kasih pada mereka walau sebenarnya aku juga harus ikut mengontrol apapun yang ada di diriku. Entah bagaimana tapi pertanyaan simpel “Kamu baik-baik saja?”, “Apa yang kamu butuhkan?” dari para sahabatku membuatku lega bukan kepalang. Aku merasa bebanku terangkat dan tidak sendiri. Karena inilah sebenarnya yang aku butuhkan, sahabat yang bisa mengerti dan menemani, juga meyakinkan bahwa mereka ada untukku.

Sampai akhirnya aku letih sendiri dengan depresi yang sudah merasuk ke dalam diriku entah untuk berapa tahun, aku tahu aku harus bangkit dengan diriku sendiri. Aku tidak bisa ke psikiater, jadi aku harus mengandalkan diriku. Menerima diri sendiri apapun kekurangannya, ini salah satu caraku agar tidak selalu memaksakan kehendak dan untuk hidup sempurna. Aku berusaha kuat untuk menerima diriku sendiri, kekuranganku, kelemahanku. Pikiran-pikiran negative tentang kelemahanku aku coba untuk hilangan sedikit demi sedikit walau rasanya sulit jika banyak orang yang sempurna (atau pura-pura sempurna) di hadapanmu. Aku berjuang walau entah berapa kali aku jatuh dan kembali frustasi, tapi dengan bantuan dan dukungan yang aku dapat, aku bisa mengatasinya.

Dukungan. Dari orang-orang terdekat kamu sangat membantu kondisi psikis dan emosi. Kalimat “Kamu sudah bekerja keras,” “Kamu melakukannya dengan baik!” yang membantuku bisa sedikit demi sedikit mengatasi depresiku. Mengubah pola pikir dan berada di lingkungan yang membuatmu nyaman juga sangat membantu.

Pesanku disini untuk orang yang tidak pernah merasakan depresi, jangan terlalu nyinyir dan berkata “Alah jangan lebay deh. Semua orang juga bermasalah.” Tidak semua orang yang diluar bahagia di dalamnya bahagia. Jika mereka membutuhkan teman bicara, jadilah pendengarnya. Jika mereka membutuhkan teman untuk sekedar menemani, datang lah kepadanya. Tanya apa yang dia rasakan, bantu dia, dan katakan kepadanya kamu tidak sendiri dan sudah melakukannya dengan baik.

Spread love, not hate.

Advertisements

Leave a Reply